Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
Perasaan Sayang


__ADS_3

" Tante."


Alenka memeluk tubuh mungil Niken yang baru pulang dari sekolah nya.


" Ini Tante beneran nggak jadi pergi?" Tanya Niken dengan mata yang berbinar.


" Tante nggak jadi pergi sayang, Tante ingin selalu dekat sama Papah dan kamu." Jawab Alenka.


" Benar Tante, asik....!!! " Niken langsung memeluk kembali tubuh Alenka dan menciumi kedua pipi kanan kiri nya.


****


Alenka duduk bertiga dengan Alvino yang menyandarkan kepala Alenka di dadanya serta Niken yang tidur an di kedua paha Alenka.


" Pah Tante, Niken senang deh kalau kayak gini. Jadi Niken seperti teman - teman lainnya." Ucap Niken.


" Niken setuju nggak kalau Papah jadi kan Tante Alenka istri Papah? " Tanya Alvino yang langsung mendapatkan lirikan dari Alenka lalu Alvino mengecup kening Alenka.


" Niken mau Pah, Tante Alenka mau ya? " Ucap Niken.


" Ehmm... gimana ya? " Ucap Alenka sambil menimbang.


Niken pun beranjak duduk lantas menatap Alenka begitu juga Alvino.


" Gimana Tante? " Tanya Niken.


" Tante mau." Jawab Alenka dengan tersenyum.


" Yeeeeee... asik....!!! " Niken langsung berhambur memeluk tubuh Alenka.


" Terima kasih." Bisik Alvino.


" Terima kasih juga." Ucap Alenka.


*****


" Abang mau makan apa? " Tanya Alenka sambil membuka isi kulkas.


" Memang nya bisa masak yank? " Tanya Alvino.


" Bisa dong, memangnya penampilan Saya kayak gini nggak bisa masak." Jawab Alenka.


" Boleh dong di masakin." Ucap Alvino yang mendekati tubuh Alenka yang sedang memeriksa isi kulkas.


" Masak apa Bang, disini ada ayam, ikan, sayuran segar? " Tanya Alenka yang langsung berbalik badan kini posisi nya sangat dekat hanya di batas oleh pakaian mereka masing - masing.


" Apa saja yang penting kamu yang masak." Bisik Alvino yang membuat Alenka bagai tersengat listrik.


" Masak ikan bumbu asam manis saja ya."


" Ok." Ucap Alvino sambil mencolek dagu Alenka lalu pergi meninggal kan Alenka di dapur.


****


Ikan asam manis pun telah jadi dengan nasi hangat sudah terhidang di meja makan. Alvino dan Niken melihat nya sangat enak. Lalu Alenka memberikan potongan ikan serta nasi ke dalam piring untuk Alvino dan Niken.


" Coba deh pasti kalian ketagihan." Ucap Alenka.


Alvino dan Niken pun mencoba masakan Alenka bahkan mereka berdua hingga memasukan makan an nya hingga beberapa kali.


" Bagaimana enak? " Tanya Alenka.


" Ehm.... enak banget Tante." Jawab Alenka.


" Mantap." Ucap Alvino.


" Jelas dong begini - begini pintar masak."


******


" Papah antar Tante Alenka pulang dulu." Ucap Alvino pada Niken.

__ADS_1


" Ok Papah." Ucap Niken.


" Nanti Tante main lagi sayang." Ucap Alena.


" Niken selalu tunggu Tante."


" Tante pamit dulu, Assalamualaikum." Ucap Alenka.


" Walaikumsalam." Ucap Niken.


Alvino pun membonceng Alenka mengantar pulang, tangan Alenka memeluk tubuh Alvino dari belakang dengan melingkarkan kedua tangan nya di perut.


sedang kan satu tangan Alvino sebelah kanan memegang setir, satu tangan kirinya memegang tangan Alenka di di perutnya.


" Kita langsung pulang atau kemana dulu?" Tanya Alvino.


" Pulang saja Bang, Saya capek." Jawab Alenka.


" Ok."


" Bang."


" Hmmmm."


" I love you." Ucap Alenka.


" I love you too." Ucap Alvino.


*******


" Nanny... Saya bahagia Nanny." Ucap Alenka sambil berbaring di tempat tidur Nanny.


" Saya ikut senang kalau Nona seperti ini." Ucap Nanny.


" Nanny kamu cepat cari pacar jangan kelamaan sendiri."


" Lebih baik Saya sendiri dari pada akan tersakiti lagi."


" Tidak Nona, Saya tidak mau memiliki kekasih Tentara."


" Why? "


" Dulu Saya di sakiti, lebih baik cari selain Tentara."


" Kalau begitu carilah cepat."


" Belum ada yang cocok."


" Bang Alvino, oh... darling you're my everything."


*****


" Jadi kapan nih? " Tanya Vidi.


" Saya harus temui Pak Hadi lah dan Saya juga harus meminta restu Ayah sama Ibu." Jawab Alvino.


" Segera lah jangan kelamaan pacaran takut khilaf." Ucap Vidi.


" Tenang saja kalau pun terjadi Saya tanggung jawab." Ucap Alvino.


" Alah.. dasar modus pria." Ucap Vidi.


Hahahhaha..


" Sama saja kamu juga." Ucap Alvino.


" Kagak Saya sama Alena nggak pernah begini begitu tahu sendiri kapan ketemu nya pacaran lama bisa di hitung berapa kali kita ketemu." Ucap Vidi.


*****


" Sekarang Tante yang antar Niken lagi?" Tanya Niken.

__ADS_1


" Iya dong Tante sekarang antar jemput lagi." Jawab Alenka.


" Asik..., Pah sekarang Niken setiap hari bakalan ketemu terus sama Tante." Ucap Alenka.


" Iya sayang. " Ucap Alvino.


" Sekarang salim dulu sama Papah nanti keburu masuk."


Niken pun mencium tangan Alvino lalu Niken pun pergi ke sekolah di antar Alenka.


" Loh Pak Niken sama saudara kembar nya Ibu?" Tanya Ibu Wahyu.


" Iya Bu sama calon mamah nya." Jawab Alvino.


" Alhamdullilah, jadi Pak Alvino sudah memilih, dan mba Lestari nggak kelihatan dia pulang kah?"


" Pulang Bu, dia nggak akan kesini lagi." Ucap Alvino.


" Wualah pantes sepi."


******


" Masuk." Ucap Alvino.


Alenka pun menutup kembali pintu ruangan Alvino dan duduk di sofa panjang lantas Alvino pun duduk di samping Alenka.


" Terima kasih ya sudah antar jemput Niken lagi." Ucap Alvino sambil membelai rambut Alenka.


" Saya kan calon Mamah nya Bang." Ucap Alenka.


" Abang senang Niken bisa menerima kamu begitu cepat, tadi nya Abang takut dia nggak akan pernah mau lagi seperti apa yang dia katakan."


Alenka memeluk tubuh Alvino dan bersandar di dadanya.


" Bang, apa Abang benar - benar serius sama Saya? "


" Memangnya wajah Abang nggak menyakinkan? "


" Saya takut Bang, takut di permainkan."


Alvino melepaskan pelukan Alenka, lalu menatap lekat wajahnya.


" Kalau ragu dan takut kenapa kembali? "


" Karena Saya juga Cinta sama Abang."


" Kalau Cinta berarti yakin kan hati kamu sudah memilih, apakah sampai akhir Saya menyakiti hati saudara kembar kamu? "


" Maaf kan Saya Bang, karena selama ini Saya dekat hanya dengan seorang pria semuanya hanya ingin bermain - main dengan fisik saya."


" Abang tidak akan pernah menilai kamu dari segi fisik tapi Abang menilai kamu apa adanya, Abang suka sama luar dalam kamu. Sekarang percaya pria di depan kamu ini sebenarnya serius menjalani hubungan ini walau baru sekarang berkata jujur."


" Kapan Abang akan menemui Ayah sama Bang Niko? "


" Secepatnya Abang akan menemui mereka."


" Saya ingin pernikahan kita Ayah langsung sebagai wali nya walau secara virtual."


" Nanti kita bicara sama Ayah." Ucap Alvino.


" Sayang."Ucap Alvino kembali.


" Iya Bang? "


" Nanti pakaian kamu yang serba seksi kamu buang ya.. Abang nggak suka di luar kamu pakai."


" Bang itu bermerk."


" Kamu lebih mementingkan merk ya dari pada aurat." Ucap Alvino dengan nada tinggi.


" Bukan begitu jangan di buang tapi di simpen dan di pakai di rumah saat Abang di rumah."

__ADS_1


" Benar ya kalau Abang di rumah, kalau sampai keluar rumah seperti dulu Abang kurung kamu sampai nggak bisa jalan."


__ADS_2