Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
Hati Yang Terpilih


__ADS_3

" Hati - hati kalian di jalan, nanti jangan lupa kasih kabar kalau sudah sampai sana." Ucap Ibu Husna.


" Nanti sering berkabar, dan semoga kamu cepat hamil Alenka." Ucap Pak Abas.


" Amin... semoga di percepat Ayah Ibu." Ucap Alenka.


" Nanti kalau sudah sampai Alvino kasih kabar." Ucap Alvino.


Mereka bertiga pun bersalaman, dan langsung memasuki mobil yang akan membawa nya ke bandara.


" Dadah... Nenek Kakek..!!! " Ucap Niken sembari melambaikan tangan nya.


Pak Abas dan Ibu Husna pun melambaikan tangan nya hingga mobil pun menjauh.


" Mah, Nanny bagaimana? " Tanya Alvino.


" Nanny bertemu di Bandara." Jawab Alenka.


" Tante Nanny ikut kembali sama kita? " Tanya Alenka.


" Iya sayang, nanti Tante Nanny yang antar jemput kamu sama bantu - bantu Mamah di rumah." Jawab Alenka.


******


" Sudah dari tadi Nanny? " Tanya Alvino.


" Baru satu jam." Jawab Nanny.


" Nona hanya itu yang di bawa? " Tanya Nanny.


" Suami Saya kemarin hanya paket in sedikit pakaian Saya, jadi masih ada yang tersisa disana." Jawab Alenka.


" Kamu sudah bilang sama Mang Udin dan Istri. nya untuk tinggal di sana? "


" Sudah Nona Saya sudah urus semuanya."


Hingga tiba panggilan untuk penumpang pesawat pun terdengar. Mereka pun lalu berjalan menuju ke arah khusus para penumpang yang akan memasuki pesawat.


******


" Lestari? " Ucap Ibu Husna.


" Sudah berangkat ya Bu? " Tanya Lestari.


" Sudah dari tadi, seperti nya sudah Naik pesawat." Jawab Ibu Husna.


" Oh ya sudah berarti Saya terlambat."


" Apa ada yang ingin kamu sampai kan bisa lewat ibu."


" Tidak ada Bu, Saya hanya ingin mengucap kan selamat jalan saja."


" Oh Ibu kira ada hal penting sehingga harus di sampaikan."


" Bu. "


" Ada Lestari? "


" Maaf kan Ibu Saya, kalau selama Ini sering membuat tak enak hati."

__ADS_1


" Ibu juga minta maaf ya sama kamu, memang cinta itu tidak bisa di paksakan. Bagaimana caranya kita berusaha tapi kalau tak cinta walau di paksakan akan hancur tak seindah seperti namanya cinta."


" Benar Bu, Saya sadar Saya hanya mencintai sepihak. Saya ingin memiliki nya namun tak mungkin, bagaimana caranya agar dia pun sama membalasnya tapi kalau tidak memiliki rasa yang sama kita harus bagaimana lagi, di paksa pun tak akan pernah bisa. "


" Jadi mulai sekarang kamu sudah ikhlas kan dan melepaskan nya? " Tanya Ibu Husna.


" Saya ikhlas Bu, Saya melepaskan Bang Alvino. Bagaimana dia sekarang sudah milik orang lain. "


" Insya Allah kamu akan dapat penggantinya lebih dari anak ibu."


******


Alenka duduk di samping Niken , sedang kan Alenka duduk berdampingan dengan Alvino. Tangan mereka saling menautkan, senyum meraka berdua tanpa henti di saat saling berbicara.


" Niken, kamu sudah ingin cepat punya adik tidak? " Tanya Nanny.


" Mau Tante biar di rumah ada teman mainnya." Jawab Niken.


" Nanti mau adik laki - laki atau perempuan? "


" Apa saja Tante, yang penting sehat." Ucap Niken.


" Yank, itu Nanny nggak punya pasangan apa dia seumur hidup mengabdi sama kamu? " Tanya Alvino.


" Nggak punya Bang, dia pernah gagal sekali mungkin trauma." Jawab Alenka.


" Kasihan juga kalau dia seumur hidup hanya mengabdi sama kamu." Ucap Alvino.


" Ya makan nya Bang, Saya sudah anggap dia saudara bahkan lebih. Dia tidak pernah mengeluh bahkan dia diam saja di saat Saya marah, pernah sekali dia kena sasaran kemarahan Saya, diam saja Bang dia nggak marah kembali atau melawan Saya. Dia diam dan tak akan pernah ajak bicara Saya sebelum Saya bicara duluan."


" Abang juga mengerti, hanya kasihan kalau dia sendiri sampai tua nanti."


" Itu sudah Nanny ambil Keputusannya."


" Iya Bang, Saya nya juga ingin nya seperti itu Bang, nggak Mau orang lain."


*******


" Yeeeee... Sampai...!!! " Teriak Niken saat sampai.


Raihan membantu menurunkan barang bawaan mereka di bantu Nanny.


" Saya kirain kamu nggak ikut kemari." Ucap Raihan.


" Kalau Saya nggak ikut kenapa Bang? " Tanya Nanny.


" Ya.. nggak ketemu lagi." Jawab Raihan tersenyum.


" Bang, di cariin Bang Vidi. Tapi nanti kalau Abang senggang saja sekarang kan baru pulang. " Ucap Raihan.


" Iya makasih Raihan.'


" Sama - sama bang." Ucap Raihan sambil tersenyum ke arah Nanny.


" Nanny kamu bisa tidur sama Niken nantinya." Ucap Alenka.


" Baik Nona." Ucap Nanny sambil membawa masuk kopernya ke dalam kamar Niken.


Alenka duduk di sofa dengan kaki dia luruskan di sofa panjang.

__ADS_1


" Capek ya? " Tanya Alvino sambil memijat kaki istri nya.


" Capek banget Bang, rasanya pengen tidur." Jawab Alenka.


" Tadi di pesawat tidur, di mobil tidur masa tidur lagi."


" Efek malam kali y tidur nya kurang."


" Memang kurang tidur kenapa? "


" Alah sok tanya, gara - gara Abang setiap malam kurang tidur."


" Hahahaha.. maaf sayang Abang khilaf."


" Itu sih bukan khilaf tapi nyandu."


" Yaiyalah sama istri sendiri masa nggak nyandu."


" Mau istirahat dulu Bang." Ucap Alenka lalu beranjak masuk kedalam Kamar nya.


Alvino hanya tersenyum memandang istri nya yang masuk kedalam kamar.


******


" Wuih.. pengantin baru, apa kabar." Sapa Vidi.


" Alhamdulilah baik Bang." Ucap Alvino.


" Begini katanya mau adakan syukuran kecil - kecil an kapan, kalau masalah persiapan sudah ok tinggal hari sama tanggalnya saja." Ucap Vidi.


" 3 hari lagi saja Bang, kita katering saja."


" Boleh katering langganan saja ya rasa sudah tahu."


" Iya Bang itu saja, maaf Bang Saya nggak sopan malah merepotkan Abang."


" Nggak apa - apa, kan istri kamu sudah Saya anggap sebagai saudara." Ucap Vidi.


" Bang cepat nyusul enak loh nikah." Bisik Alvino.


Hahahahah


" Kalau ada perempuannya juga nggak apa - apa katanya kan nikah tuh enak masalah nya nggak ada perempuan nya."


Alvino dan Vidi tertawa bersama di ruangan Vidi.


" Bisa saja Abang ini."


*****


" Yank nanti 3 hari lagi mau di adakan syukuran pernikahan kita. Hanya doa bersama saja." Ucap Alvino.


" Saya belum siapkan semuanya." Ucap Alenka.


" Jangan khawatir sudah di siapkan sama Bang Vidi."


" Kok Bang Vidi sih? "


" Bang Vidi kan yang dekat sama kita selain Raihan. Kamu tinggal duduk manis karena konsumsi pesan."

__ADS_1


" Barang kali ada tambahan kue atau apa nanti Saya bikin Bang."


" Nggak usah sudah semua, kamu tinggal duduk manis saja."


__ADS_2