
" Hey.. kamu nggak sopan ya mengejar pria yang nggak suka sama kamu." Bentak Lestari.
Alenka memandang sinis ke arah Lestari lalu menyilang kan tangan nya ke dada.
" Apa kamu bilang, tadi jangan mengejar pria yang tidak suka sama kamu. Nggak salah dengar." Ucap Alenka dengan senyum mengejek.
" Kenapa kamu nggak terima, ini fakta." Ucap Lestari.
" Kamu sendiri apa tidak malu tinggal di rumah seorang pria yang bukan siapa - siapa kamu, apa ini bukan nama nya tidak sopan juga." Ucap Alenka.
" Dan kamu sendiri pakaian kamu juga tidak sopan semuanya operasi an dan Saya tinggal di sini juga atas ijin kedua orang tua kami." Ucap Lestari tak mau kalah.
" Ok kalau begitu kita bersaing siapa yang bisa mendapatkan hati Bang Alvino." Tantang Alenka.
" Ok siapa takut." Ucap Lestari.
Alvino hanya berkacak pinggang melihat dua wanita yang sedang adu mulut memperebutkan nya.
Praaannnnggg
Alvino , Alenka dan Lestari kaget saat Niken melemparkan sebuah piring ke lantai.
" Diam....!!! "
Kedua wanita dewasa seketika diam saat Niken berteriak membentak kedua nya.
" Papah tidak akan pernah memilih kalian berdua Tante, Niken tidak ingin memiliki Mamah lagi. Niken tidak mau memiliki Mamah tapi meninggal dunia lagi untuk ketiga kalinya. Biar kan Niken sama Papah hidup berdua." Ucap Niken sambil menundukkan kepalanya.
" Sayang." Ucap Lestari.
" Niken." Ucap Alenka.
" Saya mohon jangan paksa Papah Saya untuk jatuh cinta, Niken mohon Tante - Tante jangan merebutkan Papah Saya. Tidak boleh ada yang memiliki Papah Saya, Papah Niken hanya milik Niken sekarang." Ucap Niken dengan mata yang berkaca - kaca.
" Sayang Tante hanya ingin jadi pendamping hidup Papah kamu sampai akhir hayat dan menjaga kamu juga sayang." Ucap Alenka.
" Tante Lestari juga sama sayang, Tante akan jadi Mamah yang sempurna di mata kamu dan pendamping hidup Papah kamu." Ucap Lestari.
Niken menggelengkan kepalanya, lalu masuk kedalam kamar nya.
" Kalian puas kan sudah jelas, jadi mulai sekarang jangan merebutkan Saya paham." Ucap Alvino.
*****
Lestari diam di antara dua kamar, Alvino yang menutup pintu kamar nya dan belum keluar sejak keributan tadi. Sedang kan Niken , Lestari melihat sedang tidur dan terlihat mata yang sembab.
" Kok jadi begini sih." Ucap Lestari bingung.
Tangan Lestari ingin mengetuk pintu kamar Alvino namun di urungkan nya, mencoba lagi namun di urungkan nya.
******
__ADS_1
" Kenapa Nona? " Tanya Nanny.
" Seperti nya sudah mendapatkan hati Bang Alvino." Jawab Alenka.
" Kenapa? "
" Niken tak mengijinkan Papah nya menikah lagi. Bahkan tadi dia melemparkan piring hingga pecah."
" Wah... sungguh susah seperti ini sih."
" Rintangan tidak hanya satu tapi dua."
" Dua."
" Selain anak nya ada lagi seorang saingan yang pilihan orang tua Bang Alvino. Malah dia tinggal disana."
" Wah.. parah itu sih."
" Jadi gimana dong? "
" Kalau perempuan gampang ini nih anak nya kamu harus bisa merayu nya."
******
" Bang makan." Ucap Lestari menyiapkan makan malam untuk Alvino dan Niken.
" Niken mana? " Tanya Alvino.
" Niken masih di kamar sejak tadi siang belum keluar." Jawab Lestari.
Alvino meraba kening Niken yang tak demam namun terlihat matanya yang sembab.
" Sayang bangun kita makan malam."
Niken membuka matanya lalu memejamkan kembali kedua matanya.
" Bangun sayang, makan yuk."
" Niken tidak mau bangun, Niken sedang bermimpi bertemu Mamah Alena dan Mamah Wulan. Niken ingin melanjutkan mimpi indah ini."
" Makan dulu yuk, nanti sebelum tidur baca doa dulu agar bisa bertemu sama Mamah."
" Niken sedang memeluk mereka Pah, Niken kangen Mamah Alena dan Mamah Wulan. Kenapa dua Mamah Niken pergi secepat ini. Dan tidak ada yang bisa menggantikan posisi mereka."
" Niken kan masih ada Papah, terus Papah kan sudah janji tidak akan menikah lagi. "
Niken membuka matanya lalu bangun dan duduk bersandar di kepala ranjang.
" Kenapa Tante Lestari dan Tante Alenka memaksa ingin memiliki Papah. Padahal Papah adalah milik Niken, Papah harus bilang sama mereka Papah tidak akan mencintai Tante Alenka dan Tante Lestari." Ucap Niken sambil. memegang kedua tangan Alvino.
" Papah sudah bilang kok sayang, kamu tenang saja. Sekarang kita makan yuk."
__ADS_1
Niken pun menganggukkan kepalanya lalu keluar kamar bersama Alvino.
" Niken makan yuk." Ucap Lestari sambil mengambil piring dan menyiapkan nasi dan lauknya.
*****
" Nona sudah dong minum nya, lihat sudah habis 3 botol." Ucap Nanny.
" Eh.. kamu kalau mau minum ambil saja biar Saya yang bayar. Dan tumben kamu hanya merokok nggak minum?"
" Kalau Saya mabuk bagaimana nanti kita pulang."
" Nanny kenapa kamu sampai sekarang tidak menikah? "
" Saya tidak ingin menikah lagi setelah Saya di sakiti."
" Carilah pria yang baik, apa kamu mau tua nanti akan hidup tanpa anak tanpa suami?' Ucap Alenka.
" Kamu sendiri kenapa senang nya bermain pria bahkan gonta ganti pasangan?"
" Mereka hanya ingin tubuh Saya dan s**x bersama Saya, apakah pantas seorang pria seperti itu Saya lanjut kan, Saya ingin mencari pria yang benar - benar mencintai Saya luar dalam tidak hanya memandang fisik."
" Ya.. mencari sosok pria yang baik dan sempurna itu susah. " Ucap Nanny.
" Kamu tahu kenapa Saya pilih Bang Alvino karena dia berbeda dengan pria - pria di luar sana."
" Tapi dia tidak mencintai Nona."
" Itu lah hebatnya dia, baru kali ini Saya di tolak pria."
******
" Belajar yang rajin ya." Alvino mencium kening Niken lalu Niken mencium punggung tangan Papah nya.
" Papah nanti jemput Niken kan? "
" Iya sayang Papah akan jemput kamu sayang."
" Kalau begitu Niken masuk kelas dulu. Dah Papah.... " Ucap Niken sambil melambaikan tangan nya.
" Dah... sayang."
******
" Maaf mba, kalau boleh tahu apa nya Pak Alvino ya? " Tanya salah satu istri anggota yang sedang memilih sayuran di depan Asrama.
" Saya, Saya saudaranya." Jawab Lestari.
" Adik nya? "
Lestari menganggukkan kepalanya dan sambil tersenyum ke arah Ibu - Ibu yang sedang memilih sayuran.
__ADS_1
" Saya kira istri baru nya." Celetuk salah satu Ibu - Ibu yang sedang memilih sayuran.
Lestari hanya tersenyum dan terus melanjutkan memilih belanjaan nya.