
Alvino berjalan di koridor rumah sakit, dengan buah tangan yang dia bawa untuk Alenka. Saat masuk kedalam kamar nya Alvino melihat Alenka tengah tertidur pulas, lalu Nanny menghampiri Alvino.
" Nona baru saja tidur setelah minum obat." Ucap Nanny.
" Ini ada buah." Ucap Alvino.
" Terima kasih Bang, masuk Bang." Ucap Nanny.
" Kata Dokter kenapa?" Tanya Alvino.
" Tadi penyakit Maag nya kambuh, Nona sering tak makan sejak dulu hanya rokok dan minum." Jawab Nanny.
" Bang, setelah keluar dari rumah sakit kami akan tinggal kan negara ini."
" Mau kemana? "
" Kami akan berkeliling dunia, tujuan pertama benua Afrika."
" Berarti kalian tidak akan lagi menginjakkan kaki kesini lagi?"
" Suatu saat pasti akan menetap disini dimana kita lahir dan kita kembali pada nya pasti akan disini."
" Jadi nggak tahu kapan nya."
" Benar karena di satu negara kita tidak mungkin satu minggu atau satu bulan bisa berbulan - bulan."
" Bang." Ucap Nanny.
Alvino memandang ke arah Nanny.
" Nona sangat mencintai Bang Alvino, dia baru pertama menyukai pria seperti ini. Disana walau banyak pria yang menyukai nya dan jalan bersama mereka semua hanya membuat nona sebagai mainan. Bang Alvino harus tahu sebelum masuk rumah sakit, dia tidak tidur hanya minum dan menghabiskan rokok dan sebenarnya hatinya rapuh."
" Sampai kan salam Saya untuk dia kalau sudah bangung." Ucap Alvino langsung berdiri dari duduk nya.
" Saya akan sampai kan Bang, terima kasih untuk buah nya."
******
" Loh kok Papah yang jemput? " Ucap Niken.
" Kenapa, nggak suka? "
" Suka Pah malah senang."
" Pah Niken lapar."
" Kita makan di rumah saja ya tapi lauknya nanti kita beli."
" Ok."
*****
Sesampainya di rumah Alvino menyiapkan makan siang untuk Niken, setelah Niken berganti Pakaian Niken pun makan.
" Loh Papah nggak makan?" Tanya Niken.
" Papah kenyang Sayang." Jawab Alvino.
" Papah, Tante Lestari kenapa di suruh Pulang?"
" Nak, nggak pantas seorang pria dan wanita tinggal satu atap tanpa ikatan pernikahan. Makan nya Tante Lestari Papah suruh pulang."
" Papah nggak jadi menikah sama Tante Lestari kan? "
" Nggak sayang, Papah hanya ingin fokus sama kamu. Papah ingin membahagiakan kamu sayang."
" Terima kasih Pah."
******
" Bang Alvino kesini? " Ucap Alenka.
__ADS_1
" Iya dia kasih buah untuk nona." Ucap Nanny.
" Dia bilang apa? "
" Tidak ada ."
" Sudah tidak bilang apa - apa? "
" Benar Nona tidak bilang apa - apa."
Alenka diam lalu membaringkan tubuhnya dan memunggunginya.
" Dia memang nggak pernah punya rasa sama Saya Nanny, Saya sudah lelah dan menyerah saja."
" Jadi Nona sudah memutuskan?"
" Iya Nanny, kapan Saya keluar dari sini?"
" Saya akan tanyakan pada Dokter."
******
" Bang kunci nya." Ucap Raihan sambil menyerahkan kunci mobil milik Vidi.
" Kamu antar dia sampai pesawat nya membawa dia kan? " Tanya Alvino.
" Iya Bang sampai pesawat nya lepas landas." Jawab Raihan.
" Bang, seperti nya Lestari kecewa banget deh sama sedih gitu."
" Terus Saya hanya diam."
" Ya juga sih kalau di biar kan disini dia banyak ulah untung mereka tahu nya Lestari adik Abang."
" Alenka akan pergi setelah keluar dari rumah sakit." Ucap Alvino pada Vidi.
" Kembali ke negara nya? " Tanya Vidi.
" Ya.. dia buat apa lama - lama disini nggak ada yang di beratkan lebih baik pergi meninggalkan negara ini." Ucap Vidi.
******
" Sayang kita jenguk Tante Alenka." Ajak Alvino.
" Tante Alenka kenapa Pah?" Tanya Niken.
" Tante Alenka sakit, kita jenguk yuk."
" Hayu Pah."
****
" Tante sakit apa?" Tanya Niken saat sudah sampai di rumah sakit.
" Tante hanya capek saja sayang." Jawab Alenka.
" Tante nanti masih antar jemput Niken nggak?"
Alenka tersenyum pada Niken dan membelai rambut nya.
" Tante nggak bisa antar jemput Niken lagi, setelah keluar dari rumah sakit Tante akan pergi dari sini."
" Pergi kemana Tante? "
" Tante akan banyak berkeliling dunia, Tante akan menghabiskan waktu bersama Tante Nanny di negara orang."
Alvino hanya diam duduk sambil menundukkan wajahnya.
" Nona." Ucap Nanny datang.
" Nona kata Dokter besok bisa pulang." Ucap Nanny kembali.
__ADS_1
" Berarti kamu siapkan Tiket keberangkatan kita untuk 2 hari ke depan." Ucap Alenka.
" Baik Nona Saya akan pesan sekarang." Ucap Nanny sambil mengambil ponselnya.
Alvino menatap Alenka saat mengatakan akan pergi 2 hari mendatang.
" Berarti besok Tante sudah pulang terus langsung pergi?" Ucap Niken.
" Tante masih ada waktu 2 hari di rumah, terus Tante pergi. Terima kasih sayang, beberapa minggu kita bersama dan Tante senang bisa kenal sama kamu."
" Apakah hari ini kita terakhir bertemu?" Ucap Niken.
" Besok masih bisa bertemu lagi sayang."
" Kamu yakin akan pergi, dan tidak ingin menetap lebih lama lagi beberapa minggu lagi." Ucap Alvino.
" Tidak Bang, buat apa saya lama - lama. Abang tahu Saya pergi berarti kenapa?" Ucap Alenka.
" Kamu sudah lelah mencintai saya." Ucap Alvino.
" Benar Bang Saya sudah lelah mengejar cinta yang tak pasti. Dan Saya juga tak pantas untuk Abang Saya sadar diri, Saya bukan wanita baik - baik." Ucap Alenka dengan mata berkaca - kaca.
******
Alvino duduk bersandar di dalam kamar nya sambil menatap kosong, Niken mengintip ke arah dalam kamar dan lalu masuk.
" Papah."
" Iya sayang? "
" Papah sedang melamun siapa?" Tanya Niken.
" Nggak ada yang papah lamunin." Jawab Alvino.
" Papah jangan bohong." Ucap Niken.
" Papah hanya kangen sama Mamah Alena sayang."
" Niken juga sama Kangen mamah Alena."
" Niken kenapa belum tidur sayang?"
" Niken ingin tidur sama Papah."
" Sini naik."
" Pah. "
" Ada apa sayang? "
" Papah suka sama Tante Alenka?"
Alvino diam dan tersenyum, lalu membelai rambut Niken.
" Papah tidak akan pernah membuka hati untuk wanita lain, kamu pernah bilang untuk Papah tidak menikah lagi dan cukup memiliki Mamah Wulan dan Alena."
" Maaf kan Niken ya Pah."
" Nggak sayang, kamu nggak salah kok. Mungkin kita lebih baik berdua seperti ini."
" Tante Alenka juga baik, wajah yang begitu mirip dengan Mamah Alena membuat kita selalu kangen sama dia."
" Jujur entah rasa ini timbul begitu saja, setelah kamu katakan akan pergi serasa Saya kehilangan kedua kalinya." Ucap Alvino dalam hati.
******
" Saya sudah habis kesabaran Saya Husna Abas. Anak Saya di usir dan pulang sendiri demi membela saudara kembar almarhumah istrinya yang hanya seorang pe*****ur." Ucap Ibu Fatma.
" Maaf kan anak kami Fatma, kami sudah melakukan apa pun agar Lestari dan Alvino menikah tapi Alvino tak mencintai Lestari kami harus bagaimana lagi." Ucap Ibu Husna.
" Kalau begitu hak asuh Niken serahkan pada kami, Saya nggak rela cucu Saya di rawat sama ibu tiri."
__ADS_1