
Bagi yang tidak suka karya Saya " Bidadari Kecil Milik Pak Tentara " Bisa skip atau unfollow . Karena bagi Saya hilang satu tumbuh seribu. Bagi Saya tak apa tak di beri hadiah atau vote bahkan like atau unfollow karena masih ada yang Mau baca karya Saya.
Mau Saya bikin alurnya sad atau tokohnya meninggal dunia karena memang alur cerita nya begini. Lebih baik langsung unfollow saja jangan mengisi komentar selain dukungan.
Karya Saya bukan karya yang bisa bikin pembaca ketawa ketiwi karena dari awal karya memang Saya bikin karya yang sad, karena Saya tidak bisa bikin karya yang lucu. Hargailah sebuah karya, karena membuat karya yang ngena untuk satu bab itu pakai pikiran dan tenaga, yang pas jadi hanya di baca sekitar 1 - 5 menit padahal bikin nya bisa 1 - 2 jam untuk berpikir.
🟥🟥🟥🟥🟥🟥
" Nona Alenka!!! " Nanny tampak tak percaya dengan penampilan Alena yang lebih sopan dengan pakaian tertutup dan tidak terlalu seksi. Hanya rambut nya yang masih berwarna merah terang.
" Bagaimana Nanny Saya cantik bukan?" Tanya Alenka.
" Sangat cantik Nona, anda berpenampilan seperti ini." Jawab Nanny.
" Mudah - mudah an dengan merubah penampilan Saya seperti ini, Bang Alvino dan Niken menerima Saya dan mereka membuka hati untuk saya."
" Amin... sukses Nona."
******
Alenka menunggu di pintu gerbang sekolah Niken, saat itu jam menunjukkan waktu pulang sekolah.
Terlihat juga Alvino berhenti tepat di depan Alenka, mata Alvino kaget melihat nya ada di sekolah Niken.
" Kamu sedang apa disini?" Tanya Alvino.
" Saya ingin menjemput Niken." Jawab Alenka.
" Niken sudah Saya jemput, dan dia tidak akan mau pulang selain sama Papah nya atau Raihan."
" Papah...!!! " Teriak Niken sambil berlari.
" Tante." Ucap Niken.
" Hallo...!! " Sapa Alenka.
" Kita pulang." Ucap Alvino.
" Tante sedang apa disini?" Tanya Niken.
" Ehm.... Tante ingin jemput kamu." Jawab Alenka.
" Oh..!! " Ucap Niken.
" Yuk naik." Ucap Alvino pada Niken.
" Kami pulang dulu ya." Ucap Alvino.
" Hah.. " Ucap Alenka.
" Dah... tante." Ucap Niken.
Motor pun melaju meninggalkan Alenka yang masih berdiri memandang kepergian mereka.
Rasa kecewa pun keluar dari diri Alenka, penampilan yang dia rubah tak ada artinya sama sekali. Seketika hati Alenka sakit , tak dilirik sedikit pun.
Alenka pun lalu berjalan meninggal kan sekolah Niken, dengan mata yang berkaca - kaca.
" Pah.. Tante Alenka di tinggal." Ucap Niken.
" Lah.. kenapa memangnya?" Tanya Alvino.
" Dia perempuan pah, hati perempuan pasti sakit di cuekin." Jawab Niken.
" Ya terus? "
" Dia itu jemput Niken, Papah apa nggak sadar penampilan Tante Alenka berubah?"
" Jadi? "
" Putar balik deh Pah."
" Ok deh."
Motor yang di kendarai Alvino putar arah kembali ke sekolah, dan saat sampai di sekolah Niken, Alenka tak ada.
" Mana Niken, kayak nya sudah pulang deh." Ucap Alvino.
__ADS_1
Mata Niken menyisir seluruh lokasi, dan saat matanya melihat ke arah penjual gerobak es terlihat Alenka sedang duduk sambil meminum Es.
" Pah itu Tante Alenka." Tunjuk Niken.
Alvino pun setelah melihat Alenka lantas mengarahkan motornya ke arah dimana Alenka duduk.
" Tante." Panggil Niken saat sudah turun dari motor.
" Hey.. kok balik lagi." Ucap Alenka.
" Maaf tadi Saya tinggalin kamu." Ucap Alvino.
" Nggak apa - apa kok Bang, Saya yang salah seharusnya Saya bilang dulu sama Abang."
" Kita makan siang sama - sama yuk di luar, saya masih ada waktu 1 jam. Sebagai tanda maaf dan terima kasih Saya sama kamu."
Alenka menganggukkan kepalanya, dan lantas pergi berboncengan bertiga.
*****
" Bang Alvino sama Niken kenapa belum pulang, biasa nya makan siang sama - sama." Lestari menunggu Alvino dan Niken di teras depan sambil sesekali mencoba menghubungi ponsel Alvino.
" Sedang menunggu Bang Alvino? " Tanya Raihan yang tiba - tiba datang.
" Iya Bang, dia sudah keluar jemput Niken kan?" Tanya Lestari pada Raihan.
" Iya sudah malah dari tadi." Jawab Raihan.
" Kemana ya, Saya sudah masak banyak untuk makan siang mereka."
" Tunggu saja, mungkin sebentar lagi pulang."
" Bang Raihan ada perlu apa kemari?"
" Saya ingin ambil kunci mobil yang kemarin di pinjam."
" Oh.. nanti Saya cari kan."
" Iya."
" Bang ini kuncinya."
" Terima kasih."
******
" Terima kasih ajakan makan siang nya." Ucap Alenka.
" Sama - sama." Ucap Alvino.
" Tante kenapa tiba - tiba ingin jemput Niken?" Tanya Niken.
" Ehm... anu ehm.. sekalian lewat." Jawab Alenka.
Alvino menatap Alenka yang memakai pakaian serba tertutup tanpa menonjol kan kedua belahan dada dan pahanya.
" Kamu sehat? " Tanya Alvino.
" Alhamdullilah sehat." Jawab Alenka.
" Tumben pakaian kamu tertutup."
" Memang nya kenapa, terbuka salah tertutup salah, apa Saya harus nggak pakai baju."
" Bukan begitu merasa lihat nya gimana ya? "
" Lihat nya cantik Tante." Ucap Niken.
" Oh ya Makasih." Ucap Alenka.
****
" Terima kasih sudah di antar pulang dan traktiran makan siang nya." Ucap Alenka.
" Sama - sama, ehm.. kalau ingin jemput Niken bilang dulu." Ucap Alvino.
" Jadi Saya boleh jemput Niken?"
__ADS_1
" Boleh, bagaimana pun kamu saudara istri Saya dan kita jangan sampai putus hubungan."
" Terima kasih ehm mulai besok Niken antar jemput sama Tante ya?"
Niken menganggukkan kepalanya dan Alenka tersenyum senang.
******
" Papah kenapa mengijinkan Tante Alenka antar jemput Niken?"
" Papah kasihan bagaimana dia ingin jemput kamu sayang."
" Bukan modus ingin dekati Papah Kan? " Ucap Niken.
" Sekarang Papah mau tanya sama Niken, apakah setiap ada orang yang ingin dekat sama Papah harus Papah usir, bahkan sikap kita tadi saja sudah bikin Tante Alenka sakit hati. Kamu lihat tidak mata nya yang sedikit memerah dia menahan tangis."
" Niken hanya ingin Papah tidak menikah lagi."
" Ok kalau begitu Papah akan turuti kemauan kamu, sekarang kita belajar hargai orang lain disini Papah juga salah. Dan kita hormati juga Tante Lestari, dia memang suka sama Papah tapi kita hargai."
***
" Kalian dari mana, Saya sudah masak banyak." Ucap Lestari.
" Maaf tadi kami makan siang di luar bersama Alenka." Ucap Alvino.
" Apa Bang, makan siang sama Alenka. Kamu tega nggak menghargai Saya masak malah lebih memilih makan siang sama mereka." Ucap Lestari dengan mata yang berkaca - kaca.
" Dia jemput ke sekolah Niken, masa kami usir. Sebagai ucapan terima kasih kita makan siang di luar."
" Ya Nggak bisa begitu Bang, hargai lah saya."
' Ya sudah, makan siang ini kamu masukan kedalam luch box untuk makan nanti sore."
" Abang nggak pulang? "
" Kemungkinan pulang malam."
" Ya sudah Saya siapkan."
" Satu lagi, Alenka akan antar jemput Niken mulai sekarang."
" Loh kok Alenka bukan Lestari? "
" Biar adil kamu urus dapur untuk makan kami berdua dan Alenka antar jemput Niken adil kan dapat semua. Dari pada merebutkan Saya yang nggak jelas."
*****
" Kenapa juga wanita itu ikut urus rumah tangga Bang Alvino, seharusnya Saya yang lakukan itu semua."
Lestari pun menyiapkan bekal nasi untuk makan sore nanti Alvino, dengan memasukan beberapa lauk yang tersaji di meja makan.
*****
" Nanny kamu harus tahu, Saya dapat ijin antar jemput Niken ke sekolah."
" Wah... ada kemajuan dong." Ucap Nanny.
" Saya juga tadi sempat sedih karena mereka meninggal kan Saya, kirain tak menghargai Saya ternyata mereka balik lagi dan Bang Alvino mengajak Saya makan siang."
" Sedikit - dikit Nona pasti Nona akan dapat kan hati mereka berdua."
******
" Apa jadi wanita itu antar jemput Niken? " Ucap Ibu Husna dari seberang.
" Benar Bu, dan Lestari hany di rumah masak." Ucap Lestari dari sambungan telepon nya.
" Kamu harus cepat lakukan sesuatu Lestari, agar Alvino menjauhi wanita itu"
" Melakukan apa Bu? "
" Masa kamu harus Ibu saja yang mikir, kamu lakukan saja apa yang bisa untuk dia jauh."
" Baik Bu Saya akan lakukan apa yang sesuai Ibu perintahkan."
" Bagus, Ibu tunggu kabar selanjutnya."
__ADS_1