Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
Bahagia Bersama


__ADS_3

Alenka membuka matanya, badanya terasa sangat remuk. Karena Alvino semalam terus mengerjainya hingga pukul 4 pagi.


Terlihat Alvino yang sudah segar baru keluar dari kamar mandi. Senyum indah di berikan pada Alenka saat tahu istri tercintanya sudah bangun.


" Loh Abang kenapa nggak bangunin Saya sih Bang sudah mandi dan wangi saja."


" Abang kasihan sama kamu, jadi Abang nggak bangunin kamu."


" Alenka kan sekarang istri Abang, setiap pagi harus bikin sarapan." Ucap Alenka sambil beranjak bangun.


Awwwww


" Abang....!!! " Rengek Alenka.


" Kenapa sayang? " Tanya Alvino.


" Sakit" Jawab Alenka.


" Maaf ya.. Mau kemana? " Ucap Alvino.


" Kamar mandi. " Ucap Alenka.


" Yaudah Abang angkat sampai kamar mandi."


Alenka menganggukkan kepalanya lalu Alvino mengangkat tubuh Alenka sampai kamar mandi.


******


" Bang kok sepi pada kemana? " Tanya Alenka karena melihat nya hanya dirinya dan Alvino.


" Mereka Sengaja Yank untuk meninggal kan kita berdua." Jawab Alvino.


" Jadi mereka benar - benar Abang usir? "


" Nggak Abang usir Yank mereka pengertian kita kan pengantin baru loh, mereka memberikan ruang bebas buat kita."


" Jadi cerita nya Abang ini Mau terus mengerjai Alenka ya? "


" Iya dong, kita kan sudah halal Abang kapan saja bisa melakukan nya sama kamu. Abang ingin cepat kamu hamil anak Abang."


" Oh iya Bang. " Ucap Alenka dengan menggoda.


Alvino bangun tangan nya memeluk tubuh Alenka yang tengah memasak, hingga Alenka merasa sempit ruang gerak nya.


" Bang.. sa - Saya sedang masak." Ucap Alenka sambil merasakan risih.


" Masak saja sayang, Abang ingin kamu seperti ini. Abang ingin rasa yang berbeda." Ucap Alvino sambil berbisik.


Alenka yang terus memasak, sedangkan Alvino terus melancarkan aksinya, hingga masak pun selesai.


Alenka lantas menatap tajam ke arah Alvino


" Wow... sayang." Ucap Alvino sambil menarik rambut Alenka.


Kini Alenka yang kembali memimpin permainan nya.


Merasakan dirinya sudah di ambang pintu, Alvino mengganti posisi. Alvino kini yang memimpin permainan hingga suara ribut di dapur terdengar sangat jelas.

__ADS_1


" Kita sama - sama Yank...!! "


Alenka mencakar punggung Alvino hingga sama - sama meledakan nya dan mencapai puncak bersama.


******


" Bang makan nya jangan buru- buru kenapa, Saya nggak akan minta loh." Ucap Alenka.


" Mas lapar sayang habis kerja rodi." Ucap Alvino.


" Itu kan salah Abang sendiri."


" Salah Abang, kamu saja suka kan melakukan kegiatan tadi."


" Iya Saya ngaku, kalau yang ini kan nyata enak beda yang Abang lihat di video itu aslinya nggak seperti yang Abang bayangkan."


" Makasih ya, sampai di mana waktu yang tepat kamu masih tetap menjaganya."


" Iya Bang, karena walau Saya seperti itu Saya nggak pernah merelakan nya begitu saja. Karena selama Saya kenal pria di sana saat itu mereka hanya ingin fun saja."


" Abang salut sama kamu, makasih sekali lagi."


******


" Nek Kakek, kapan sih Papah sama Mamah jemput Niken. Telepon saja nggak ada yang aktif." Tanya Niken dengan wajahnya cemberut.


" Nanti juga kesini nak, 2 hari lagi Papah Mamah jemput kamu. Apa Niken nggak ingin berlama sama Kakek Nenek, kan Niken bakalan kesini lagi nya masih lama." Ucap Ibu Husna.


" Niken masih Mau tetap disini, tapi kenapa Papah sama Mamah nggak aktif ponselnya?" Tanya Niken.


" Niken, Papah sama Mamah sedang sibuk." Ucap Pak Abas.


" Iya Mamah sama Papah sedang sibuk, nanti kalau urusan nya sudah beres nanti juga jemput."


" Oh.. jadi lagi sibuk, ya udah Niken nggak akan ganggu Mamah Papah. " Ucap Niken polos.


******


"Bang banyak sekali panggilan dari Niken." Ucap Alenka saat setelah menyalakan ponselnya.


" Sama di Abang juga." Ucap Alvino.


" Coba Bang video call sama dia." Ucap Alenka.


" Kamu ambil pakaian yang benar , Mau video call dengan pakaian kayak gini. "


Alenka pun mengganti pakaian nya ,setelah memakai duduk kembali di samping Alvino dan memulai panggilan telepon.


" Hallo.... sayang." Sapa Alvino dan Alenka.


" Mamah Papah sibuk banget ya. ? " Pertanyaan pertama yang terlontar dari mulut Niken membuat Alenka dan Alvino saling menatap.


" Iya sayang, Niken kata siapa? " Tanya Alvino.


" Kata Kakek." Jawab Niken.


" Niken sudah makan? " Tanya Alenka mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


" Sudah makan Mah." Jawab Niken.


" Papah Mamah cepat jemput Niken." Ucap Niken dengan polos nya.


" Iya sayang nanti Papah Mamah jemput Niken." Ucap Alvino.


" Niken bantu doa ya nak biar Niken cepat punya adik." Ucap Alvino.


" Niken akan berdoa setiap hari Pah, biar Niken cepat punya adik."


" Amin... Niken nanti sayang nggak sama adik nya? " Tanya Alenka.


" Sayang dong Mah, baik laki - laki atau perempuan Niken akan sayang sama adik - adik nya Niken."


" Dua hari lagi Papah Mamah jemput kamu, kita sudah lama liburan Niken harus sekolah dan Papah juga harus Dinas."


" Ok Papah. "


*****


Alvino dan Alenka masih bergulung dalam satu selimut, sehari mereka habiskan di dalam kamar.


Hingga hari tak terasa sudah sore, Alenka dan Alvino masih betah saling berpelukan.


" Bang kita keluar yuk, bosen di rumah terus." Ucap Alenka.


" Boleh mau kemana? " Tanya Alvino sambil mengusap punggung Alenka.


" Kemana aja Bang yang penting jalan - jalan." Jawab Alenka.


" Habis isya kita jalan."


" Bang, nanti kita cari restoran yang suasananya Romantis ya kayak di film - film begitu."


" Ok Abang tahu tempat nya, nanti Abang reservasi dulu tempat nya."


Alvino pun meraih ponselnya dan menghubungi pihak restoran untuk makan malam romantis mereka berdua.


" Abang kok tahu nomer nya, apa sering makan disana? "


" Abang kan Ajudan sayang, Ayah kamu kalau menerima tamu kadang Mau dimana, misal di luar ya ini restoran langganan nya."


" Oh.. pantas saja tahu."


" Ya sudah siap - siap sekarang." Ucap Alenk.


******


" Makan dulu." Ucap Ibu Husna pada Niken.


" Nggak Mau, Niken nggak mau makan kalau Papah sama Mamah nggak pulang hari ini." Ucap Niken merajuk.


" Kan tadi sudah bilang 2 hari lagi, nanti Papah juga kemari nak."


" Niken bete Nek, teman - teman Niken pada nggak ada. Kalau di rumah kan ada Mamah temani Niken Main."


" Iya sayang, tapi makan dulu ya. Kalau nggak makan Papah sama Mamah nggak jemput Niken."

__ADS_1


Niken pun akhir nya mau makan dengan di suapi oleh Neneknya, sambil sesekali mencoba menghubungi lagi kedua orang tuanya.


__ADS_2