
Niken dan Alenka sangat puas setelah menguras isi dompet Alvino, terlihat gelak tawa kedua nya.
" Mending juga buat belikan kayak gini ya Mah, dari pada uang habis buat mobil butut." Ucap Niken.
" Iya sayang benar, mending buat kita berdua. Percuma buat betulin mobil yang nggak ada habis - habis nya."
" Sudah dong, jangan menyudutkan Papah terus, Papah juga salah orang niat nya pinjem uang papah bilang mobil aja di jual nggak. Body bagus saat di cek mesin ok eh pas sampai rumah mobil sakaratul maut." Ucap Alvino.
" Terus sekarang mau ke bengkel lagi? " Tanya Alenka.
" Yaiya Mah, mobil kayak gitu mending laku. Makan nya Papah mau ini mobil di betulkan terus Papah tawarkan lagi." Jawab Alvino.
" Terus mau di jual berapa, total bengkel saja tadi 10 juta sekarang mau keluar berapa duit lagi. Dari pada buat mobil nih persiapan buat lahiran anak kita Pah, kandungan sudah 3 bulan." Ucap Alenka.
" Insya Allah ada rejeki sayang untuk anak kita sih." Ucap Alvino sambil mengusap perut Alenka.
" Assalamualaikum." Sapa Nanny.
" Walaikumsalam." Sapa Mereka bertiga.
" Eh pengantin baru, mana suami kamu? " Tanya Alvino.
" Tuh Bang." Tunjuk Nanny.
" Halo sayang." Sapa Nanny sambil memeluk tubuh Niken.
" Tante nginep kan? " Tanya Niken.
" Ehm... nggak tahu sayang, tanya sama Om Raihan saja." Jawab Nanny.
" Tante Nanny rumah nya tuh sama Om no empat dari sini." Ucap Raihan.
__ADS_1
" Yeeee... malam ini Niken nginep ya di rumah Tante."
" Eits.. nanti dulu, rumah saja baru mau di tempatin. Kalau sudah satu bulan Niken boleh nginep." Ucap Raihan.
" Alah.. dasar bilang saja mau begini begono sama Nanny." Celetuk Alvino.
" Tuh tahu." Ucap Raihan.
" Kapan kalian pindah? " Tanya Alenka.
" Sekarang Nona, sudah sedang pada angkut perabotan." Jawab Nanny.
" Bang, sementara Saya sama Nanny tinggal disini dulu ya semalam saja. Nanti pakai kamar Niken." Ucap Raihan.
" Enak saja, anak Saya minta nginep nggak boleh ini kamu minta nginep semalam. Nggak bisa, nggak bisa kalau mau tuh kamar paling ujung gudang sana." Ucap Alvino.
" Abang ih.. hanya semalam. Yaudah kalian nanti tidur di kamar Niken, biar Niken tidur di kamar kami." Ucap Alenka.
" Makasih Nona." Ucap Nanny.
*****
" Yank ini tidur Abang sampai ketepi begini sih, Niken tidur nya kepala kemana, kaki kemana." Ucap Alvino yang sudah mendapatkan posisi untuk tidur yang nyaman.
" Abang kayak nggak biasa tidur sama Niken." Ucap Alenka.
" Iya waktu itu kan berdua mau muter juga Abang masih bisa tidur nyenyak."
" Ya sudah hanya malam ini Bang, yang ngerti dong sama Nanny dan Raihan."
' Iya Abang ngerti kenapa juga mereka nggak tidur depan tv saja malah pakai kamar Niken."
__ADS_1
" Bang mereka pengantin baru, kayak Abang nggak pernah ngalamin saja. Hampir setiap hari Abang minta begituan." Ucap Alenka mendengus kesal.
" Iya - iya Abang salah, nggak ngertiin mereka.'
" Sudah jangan protes terus, Mamah ngantuk. Kalau susah tidur di depan Tv saja sana kalau nggak sama Bang Vidi tidur nya di barak."
" Wualah ini mah tambah menyiksa tidur di barak." Ucap Alvino beranjak bangun dan membawa bantal serta selimut di bawa nya di ruang keluarga.
Alvino pun berbaring di depan tv beralaskan karpet tebal, mata tak bisa terpejam lantas menyalakan televisi.
Alvino pun menonton pertandingan sepak bola, namun saat sedang fokus menonton bola, Alvino mendengar suara cekikik seorang wanita.
Alvino pun bangun mencari sumber suara tersebut, namun suara tersebut berganti menjadi suara de******han.
Mata Alvino tertuju fokus pada kamar Niken, dengan berjalan perlahan telinga nya di tempelkan pada pintu kamar.
" Wah.... gi*****a di rumah orang malah enak - enak bikin anak, sudah tahu tuan rumah nggak bisa tidur ini malah main kuda - kuda an." Ucap Alvino sambil menjauh dari depan kamar Niken.
" Sprei... woy jangan lupa besok ganti." Teriak Alvino sambil berjalan menjauh.
" Besok pagi kamar anak Saya harus di semprot pake disenfektan agar kuman - kuman hilang." Ucap Alvino sambil keluar dari kamar nya.
******
" Loh.. ngapain kesini? " Tanya Vidi yang masih belum tidur saat sedang duduk bersama para anggota lain yang sedang santai.
" Nggak bisa tidur Bang. " Sambil menatap rumah Dinas yang akan di tempati Raihan dan Nanny.
" Sudah beres itu rumah? " Tanya Alvino.
" Sudah, besok pagi sudah bisa di tempati." Jawab Vidi.
__ADS_1
" Bagus lah, biar besok malam dan seterusnya nggak ada suara - suara cekikik kayak kunti." Ucap Alvino.
" Maksud nya??? "