Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
Hati Yang Bersambut


__ADS_3

Alenka membuka tas nya dan melihat beberapa pesan masuk dan panggilan tak terjawab.


" Nomer ponsel siapa sih? " Ucap Alenk.


081xxxxxx


Teruntuk hati yang telah kecewa terhadap Saya, apa kabar dengan hati kamu saat ini?


Saya menyesal telah melepaskan hati yang tulus mencintai Saya. Saya menyesal baru sekarang Saya merasakan getaran yang sama seperti kamu.


Dimana pun kamu sekarang berada, kamu harus tahu Saya sangat mencintai kamu. Semoga Tuhan mempertemukan kita dengan hati yang masih sama.


Lalu Alenka membuka kembali isi pesan nya.


081xxxxx


Kalau kamu masih memiliki rasa, tolong balas pesan Saya. Kalau tidak abaikan saja.


Alenka menatap isi pesan tersebut, dan memikirkan siapa yang berkirim pesan karena profile si pengirim pesan hanya photo sebuah gambar tangan orang dewasa dan tangan anak kecil yang saling menggenggam.


" Nanny. " Teriak Alenka hingga membuat Nanny tersotak kaget. Begitu pada beberapa orang yang ada dalam pesawat.


" Kenapa Nona? " Tanya Nanny.


" Bang Alvino." Jawab Alenka.


" Kenapa dengan Bang Alvino? " Tanya Nanny kembali.


" Dia mengungkapkan perasaan nya sama saya." Jawab Alenka sambil menunjukkan isi pesan nya dan Nanny membaca isi pesan tersebut.


" So..?? " Ucap Nanny.


" Batalkan rencana kita." Ucap Alenka.


" Kita sudah ada di dalam pesawat sebentar lagi pesawat akan lepas landas." Ucap Nanny.


" Batalkan bilang sama pramugarinya." Ucap Alenka yang langsung berdiri mencari seorang pramugari.


" It's crazy." Ucap Nanny.


" Yes I'm crazy. " Ucap Alenka.


*******


" Bang kita jalan yuk? " Ajak Alvino.


" Tumben Raihan lihat dia ngajak jalan." Ucap Vidi pada Raihan.


" Biasa Bang di lihat dari wajahnya terlihat galau kalau ada mau nya baru ingat kita Bang." Sindir Raihan.


" Kalian mau ikut nggak Saya yang traktir." Ucap Alvino.


" Nah kalau yang itu boleh banget hayuk lah capcus. " Ucap Vidi.


" Let's go....!!! " Ucap Raihan.


Mereka bertiga pun berada dalam sebuah cafe, mereka bertiga merokok dan meminum kopi dengan beberapa cemilan.


" Kenapa dari tadi lihatin ponsel saja? " Tanya Vidi sambil menghembuskan rokok nya.


" Pesan nya di baca tapi tak di balas." Jawab Alvino.

__ADS_1


" Jadi kamu intinya di abaikan?" Ucap Vidi.


" Di tolak." Ucap Raihan.


" Iya." Ucap Alvino.


" Mungkin sudah terlambat." Ucap Alvino.


" Sudah lah Bang lupakan saja, anggap tak berjodoh." Ucap Raihan.


" Iya." Ucap Alvino.


Saat terdapat panggilan nomer asing di ponsel Alvino namun Alvino tak di angkat dan mengabaikan beberapa panggilan tak terjawab.


Lalu ponsel Vidi bergetar dan langsung mengangkatnya.


" Hallo..." Ucap Vidi saat menerima panggilan telepon.


#


#


#


#


#


" Ada di Cafe Laveria dekat sama Mall Mega." Ucap Vidi dan setelah bercakap Vidi mematikan ponsel nya.


" Ehm... Alvino Saya keluar sebentar ya ada orang yang mau bertemu sama Saya dan Raihan." Ucap Vidi.


" Siapa Bang? " Tanya Raihan.


" Sudah Sana, asal jangan Saya di tinggal mentang - mentang Saya yang bayar kalian.' Ucap Alvino.


" Nih Saya kasih kunci mobil nya, biar nggak curiga." Ucap Vidi sambil meletakkan kunci mobil nya.


Alvino terus memainkan ponsel nya dengan bermain game race, setelah di tinggal Vidi dan Raihan setengah jam yang lebih.


Saat sedang asik memainkan game nya tiba - tiba ada sebuah tangan yang menutupi kedua matanya.


" Siapa sih." Ucap Alvino kesal sambil menarik tangan itu turun.


" Surprise...!!! "


Alvino langsung berbalik badan dan melihat wanita cantik yang ada di depan nya sedang tersenyum.


" Alenka." Ucap Alvino.


" Sok jaim kamu Bang, bilang nya nggak Cinta nyatanya Bang Alvino Cinta juga. Saya rugi uang jutaan loh demi menemui Abang." Ucap Alenka.


" Berapa juta yang harus Abang ganti? " Tanya Alvino dengan tersenyum.


" Dengan berjuta - juta Cinta yang harus Abang kasih ke saya." Jawab Alenka.


Alvino pun bangun dari duduk nya dan menarik tubuh Alenka lalu memeluk nya.


" Terima kasih untuk membalas pesan saya." Ucap Alvino.


" Terima kasih Bang sudah membalas Cinta saya." Ucap Alenka sambil membalas pelukan nya.

__ADS_1


Alvino melepaskan pelukan Alenka dan menatap nya.


" Kok kamu masih ada disini? " Tanya Alvino.


" Saya baru mau akan terbang ke Afrika karena Saya menemui Ayah sama Bang Niko dulu Bang." Jawab Alenka.


" Saya chat kamu masih disini? "


" Iya, Saya baca pesan Abang itu di pesawat saat belum take off saat mau balas chat baterai ponsel habis jadi pakai ponsel Nanny malah nggak di angkat jadi hubungi saja Bang Vidi." Ucap Alenka.


" Oh.. jadi Bang Vidi ajak Raihan keluar itu dapat telepon dari kamu." Ucap Alvino.


" Iya, kenapa nggak di angkat? "


" Malas saja, karena tak ada jawaban dari orang yang sudah membalas sakit hati." Ucap Alvino.


Alenka pun lalu duduk di atas pangkuan Alvino karena saat ini mereka berada di dalam private room.


" Kalau sudah begini masih malas nggak?" Tanya Alenka sambil jari telunjuknya meraba di sekitar bibir Alvino.


" Nakal kamu." Ucap Alvino dan Alena menggigit bibir bawahnya yang membuat Alvino semakin gemas.


Saat Alenka mengalungkan kedua tangan nya, Alvino menarik tengkuk leher Alenka. Sebuah ciuman pun Alvino darat kan dan Alenka pun membalasnya. Saling ******* dengan tangan Alenka yang meremas rambut Alvino.


Saat mereka masih asik berbalas ciuman sebuah deheman membuat Alenka dan Alvino kaget dan dengan segera Alenka bangun dengan sedikit merapikan pakaian nya.


" Wah parah kalian, sampai pintu saja tak kalian dengar." Ucap Vidi.


Raihan dan Nanny tersenyum saat melihat adegan yang membuat sakit mata.Dengan wajah yang masih memerah bagai udang rebus Alenka duduk di samping Alvino.


" Nggak asik kalian datang nya." Ucap Alvino.


Hahahahahah


" Sorry... sorry. " Ucap Vidi.


" Kayak nya kita berdua akan di langkahi sama duda yang satu ini." Ucap Raihan.


" Jangan kan di dulu kan kayak nya kalau kita nggak masuk mereka sudah otw untuk Alvino junior." Ledek Vidi.


" Ngomong apaan sih kalian." Ucap Alvino.


" Sekarang Nona nggak galau lagi." Ucap Nanny.


Alenka hanya tersenyum dan Alvino menautkan jemari nya dengan jemari Alenka.


" Sekedar pengumuman mulai sekarang Saya sama Alenka resmi pacaran." Ucap Alvino.


" Selamat...!! " Ucap Vidi.


" Selamat y." Ucap Raihan.


" Saya senang mendengarnya." Ucap Nanny.


******


" Seperti nya Niken pasti senang melihat ini." Ucap Alvino.


" Benar kah? " Ucap Alenka.


" Iya karena Niken yang mendukung hubungan kita." Ucap Alvino.

__ADS_1


" Saya jadi ingin cepat - cepat ketemu sama dia bang."


__ADS_2