
Alenka turun dari mobil dengan masih menggunakan kaca mata hitam nya, terlihat mata memandang dirinya, Alenka menurunkan kaca matanya saat terlihat beberapa om - om Tentara sedang berjalan mengedipkan sebelah matanya dengan menggoda bahkan dengan penampilan yang seksi membuat para lelaki yang melihat nya bersiul.
" Cepat masuk, malu lihat penampilan kamu kayak gitu." Ucap Vidi saat sudah sampai di depan rumah Dinas Alvino.
Dengan gaya berjalan berlenggak lenggok body gitas spanyol bagian dada menonjol dan pa***t yang berbentuk membuat mata kaum adam semakin nakal.
" Kita duduk disini, yang punya rumah nggak ada." Ucap Vidi.
" Kalau nggak ada kenapa kita nunggu? " Ucap Alenka kesal.
" Sabar, dia juga tahu kamu mau kesini. " Ucap Vidi.
Lalu sebuah motor matic berhenti dengan seorang anak kecil yang turun dari boncengan. Alvino dan Niken melihat mobil milik Vidi terparkir di depan rumah nya, dengan membawa dua orang wanita.
" Bang." Sapa Alvino.
" Baru pulang." Tanya Vidi.
" Iya nih." Jawab Alvino langsung membuka kunci rumah yang belum menyadari siapa yang datang karena Alenka memunggungi Alvino.
Niken menatap Salah satu wanita yang memakai pakaian seperti kekecilan.
" Mamah..!! " Ucap Niken saat Alenka berbalik badan.
Alvino pun tersontak kaget saat melihat kembaran Alena yang sama persis namun beda nya hanya di penampilan.
" Hallo.. " Sapa Alenka pada Niken dan Alvino.
Alenka begitu terpesona melihat tampan Alvino bahkan menggigit bibir bawah nya.
" Ganteng." Ucap Alenka pelan.
" Masuk." Ucap Alvino langsung berjalan masuk.
Alenka memandang seisi rumah, tak ada satu pun photo Alena, hanya ada photo gadis kecil yang memanggilnya Mamah.
Niken masih menatap Alenka lalu duduk di samping Nanny.
" Papah.... apakah ini reinkarnasi Mamah Alena?" Ucap Niken saat masih berdiri sambil menatap Alenka.
Alvino pun masih terus menatap Alenka, karena merasa Alena hidup kembali namun berbeda.
" Bukan reinkarnasi, tapi jelmaan." Ucap Alvino.
" Nama kamu siapa? " Tanya Alenka.
" Niken Tante." Jawab Niken.
" Cantik." Ucap Alenka.
" Alvino, ini yang kemarin Saya cerita dia Alenka saudara kembar Alena yang baru pulang dari luar negeri. Mungkin beberapa bulan dia disini.' Ucap Vidi.
" Seperti nya Saya tidak akan kembali ke luar Negeri karena Saya rugi kalau meninggal kan ciptaan Tuhan paling indah." Ucap Alenka sambil menatap Alvino.
__ADS_1
" Apa Nona, anda akan stay disini? " Tanya Nanny tiba - tiba.
" Kenapa, kamu takut nggak bisa makan hah..?" Tanya Alenka kembali.
" Bu - bukan begitu, berarti Nona akan berhenti jadi model? "
" Betul..!! "
" Bang, ini asli kembaran Alena kok beda ya Saya nggak suka melihatnya seperti perempuan nggak benar." Bisik Alvino.
" Memang dia orang nya begitu, terus terlalu bebas banget apalagi dia kan model majalah dewasa bahkan pemain film dewasa." Bisik Vidi.
" Pantas Saya sebut jelmaan bukan reinkarnasi." Ucap Alvino.
" Ekhm.. btw berapa lama kalian menikah?" Tanya Alenka.
" Baru beberapa bulan sekitar 3 bulanan." Jawab Alvino.
" Saya sangat sedih dan kaget, jujur saat Nanny bilang Alena meninggal dunia dan Ayah sama Bang Niko di penjara. Apalagi Alena sudah menolong gadis kecil yang di depan Saya ini. Hati Alena sangat mulia."
" Saya juga baru tahu dia memiliki saudara kembar, dan memang Alena nggak cerita karena kami jarang bercerita lebih jauh hanya sekedar tahu saja." Ucap Alvino.
" Saya lama pergi dari rumah, walau Ayah mengusir Saya Bang Niko dan Alena masih suka berkomunikasi. Bahkan saat baru tiba di Negara orang dan belum merintis karier Bang Niko dan Alena selalu mengirimi Saya uang. Dan setelah Saya sukses Saya yang selalu mengirimi uang dan beberapa hadiah setiap bulan nya. Walau Ayah selalu menolak bahkan kata Alena pemberian Saya sudah satu ruangan menumpuk karena Ayah berkata haram menerima pemberian dari Saya." Ucap Alenka pada semua orang yang ada di rumah Alvino.
*****
" Mereka mau tinggal dimana Bang, masa mau tinggal disini." Ucap Alvino.
" Cari kan Bang Saya tidak mau dia tinggal bersama Saya. Bayangan Alena masih terekam jelas walau sakit ini mata melihat gayanya." Ucap Alvino.
" Kamu jangan kaget, dia perokok dan peminum Aktif." Ucap Vidi.
" Benar - benar berbeda seratus delapan puluh derajat."
******
" Niken kelas berapa sayang?" Tanya Alenka
" Kelas satu Tante." Jawab Niken.
" Sudah bisa baca dan menulis dong?"
" Sudah Tante, bahkan berhitung Niken lancar karena di ajar kan sama Mamah Alena."
" Mamah Alena memang pintar sayang, dari dulu dia selalu juara kelas."
" Pantas Mamah mengajarkan Niken seperti guru di sekolah."
******
" Nanny, seperti nya Saya suka sama keluarga Alena. Anak yang lucu, suami Alena yang y tampan makan nya Saya memutuskan untuk. tetap tinggal."
" Jangan - jangan Nona jatuh cinta? "
__ADS_1
" Benar Nanny Saya jatuh cinta pada Bang Alvino. "
" Serius Nona? "
" Kamu pikir Saya tidak pernah serius ?"
" Saya percaya tapi apakah suami Nona Alena akan mau sama Nona."
" Apakah selama ini pernah ada pria yang menolak seorang Alenka, tidak pernah kan dan kamu lihat body Saya ini, kulit mulus, seksi. mana ada pria nggak suka sama Saya, kecuali mata nya katarak."
******
" Kalian sementara tinggal disini, fasilitasnya lumayan." Ucap Vidi.
" Kenapa nggak tinggal disana saja? " Tanya Alenka.
" Ngapain tinggal disana, Alvino juga ingin kamu ngontrak nggak mau kamu tinggal." Jawab Vidi.
" Bang, suami Alena tampan ya."
" Kamu naksir sama dia? "
"Seperti nya begitu, dan Abang tahu Saya ingin mendapatkan nya. Siapa sih nggak mau sama duren beranak satu seperti dia. "
" Sepertinya Alvino tidak suka sama kamu."
" Urusan kecil itu mah, Abang lihat sendiri body seksi begini, di kasih kayak gini nggak nolak cowok sih."
" Kata siapa, Alvino bisa saja menolak kamu."
" Terus Abang tidak tertarik dengan tubuh Saya? "
" Kalau Abang nggak ingat saudara kamu sudah saya makan kamu dari kemarin -kemarin."
" Pokoknya Saya harus dapat kan dia."
******
" Pah benar itu saudara kembar Mamah? " Tanya Niken.
" Benar saudara kembar Mamah. " Jawab Alvino.
" Kok beda ya Pah."
" Jelas beda lah orangnya juga sudah jelas berbeda." Ucap Alvino.
" Pakaiannya kekecilan Niken nggak suka."
" Kamu pikir Papah suka, malah membuat mata Papah sakit."
" Awas aja kalau Papah jatuh cinta sama dia." Ancam Niken.
" Masa Papah jatuh cinta sama dia sayang, ya nggak mungkin lah..!!
__ADS_1