Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
Menuju Sah


__ADS_3

" Nona benar - benar ya mau pindah kemari nggak bilang sama saya." Ucap Nanny saat tahu Alenka ada di rumah nya langsung menuju ke kediaman Alenka yang hanya berjarak 2 jam.


" Saya ingin tinggal disini sebelum nanti Saya ikut sama suami." Ucap Alenka.


" Lantas barang - barang kita bagaimana? " Tanya Nanny.


" Biar nanti Saya paket kan setelah sampai sana Saya langsung urus itu kontrakan." Jawab Alvino yang langsung duduk di samping Alenka.


" Bang, Saya harus siapkan apa untuk pernikahan kalian? " Tanya Nanny.


" Bantu saja Nona kamu untuk pengumpulan berkas nikah nanti." Jawab Alvino.


" Ok siap."


*****


" Bang." Alenka memeluk tubuh Alvino dari belakang saat berada di ruang kerja milik Pak Hadi.


" Kenapa Yank? " Tanya Alvino Sambil membuka beberapa berkas di atas meja.


" Bisa nambah sehari lagi nggak besok jangan dulu pergi.' Jawab Alenka.


Alvino meletakkan berkas tersebut di atas meja lalu tubuh nya berbalik menghadap Alenka dengan menarik pinggang Alenka hingga saling menempel.


" Kenapa takut kangen ya? " Ucap Alvino.


' Iya Bang, Saya berat melepaskan Abang." Ucap Alenka sedikit merengek hingga membuat Alvino gemas.


" Sabar sayang hanya tinggal menghitung beberapa minggu, nanti saat nikah kantor kamu kan kesana. "


Alenka memeluk erat tubuh Alvino dengan menghirup wangi aroma tubuhnya yang akan dia rindu kan.


" Nanti malam bobo bareng ya." Ucap Alenka.


" Ih.. nggak akh.. nanti di lihat sama Nanny dan Niken bagaimana? " Ucap Alvino.


" Abang masuk kalau sudah terlelap, Abang yang masuk kamar Alenka bukan Alenka masuk ke kamar Abang tidur. Saya nanti kan jarang ketemu sama Abang hanya via video call." Rengek Alena.


" Ya sudah iya nanti Abang ke kamar, tapi malam - malam saja ya."


" Ok sayang muach."


Saat semuanya sudah tertidur sesuai janji pada Alenka, Alvino memasuki kamar Alenka yang ternyata masih duduk manis di atas tempat tidur dengan pakaian dinas malam yang sangat tipis.


" Kenapa pakaian begitu, Abang bisa khilaf Alenka." Ucap Alvino menutup pintu Alenka dengan mengunci nya.


" Sini dong Bang, jangan berdiri saja."


Alvino mendekati Alenka lalu duduk di Sisi tempat tidur dengan membelakangi Alenka.


Tangan Alenka memulai meraba dada Alvino dari belakang dengan Sengaja menempel kan tubuhnya pada punggung Alvino hingga merasakan dua benda milik Alenka yang pernah dirinya pegang.


" Yank, kamu Mau di temani tidur yang seperti apa sih? " Tanya Alvino sambil menahan kedua tangan Alenka.


" Mau nya y begini sama Abang ." Jawab Alenka sambil menggigit daun telinga Alvino.


" Nanti ya kalau sudah sah." Ucap Alvino.

__ADS_1


" Ya sudah yuk bobo." Alenka membaringkan tubuhnya dengan Sengaja terlentang tanpa selimut.


" Haduh itu paha kenapa di lihatin." Ucap Alvino langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh Alenka.


" Abang kenapa sih nggak tergoda bisa tahan gitu."


" Abang akan lakukan disaat kita sudah sah sayang, Abang nggak Mau melakukan nya dulu."


" Tapi Saya Bang.. "


" Sssst.. " Alvino menempel kan jari telunjuk nya pada bibir Alenka.


" Bagaimana rasanya saat malam pertama kita, Abang nggak akan pernah marah atau kecewa. Abang berniat menikahi kamu ini sudah pasti akan menerima segala kekurangan dan kelebihan kamu, masa lalu kamu Abang tidak akan pernah Mau tahu lagi yang terpenting masa depan yang kita harus jalani."


" Terima kasih Bang." Ucap Alenka.


Alvino mencium bibir Alenka, sekali hingga dua kali dan terus berlanjut saling memainkan dan *******.


*****


" Abang sama Niken pamit ya, nanti masalah WO kamu atur saja, mau yang paket mana harga berapa terserah kamu nanti tinggal bilang sama Abang nanti Abang kasih uang nya."


" Nanti sama Nanny Saya cari WO yang bagus."


Alenka lalu memeluk Niken, gadis kecil itu tersenyum saat saling menatap dengan calon Mamah sambungnya.


" Mamah nanti sering telepon Niken ya." Ucap Niken.


" Pasti sayang, Mamah akan selalu kabari kamu. Mamah akan kangen berat sama kamu."


" Mamah sih kenapa harus nggak ikut jadinya kan begini." Ucap Niken.


" Niken taksi nya sudah datang nanti kita telat loh." Ucap Alvino.


" Mamah Niken pamit ya." Ucap Niken sambil mencium punggung tangan Alenka, begitu juga Alenka mencium tangan Alvino dan Alvino mengecup kening dan bibir Alenka.


******


" Nanny coba lihat mana yang bagus dekorasi buat nanti? " Tunjuk Alenka pada Nanny.


" Yang ini juga bagus Nona, katanya konsep out door kan? "


" Iya benar out door." Ucap Alenka.


" Nona Mau buat undangan berapa? "


" Seperti nya hanya akad nikah saja, mungkin nanti di sana saja acara syukuran sama teman - teman Bang Alvino. Disini Saya hanya punya kamu, Mang Udin sama istri nya."


" Apa Nona tidak ingin mengundang teman artis? "


" Tidak usah mereka pasti sibuk lagian jauh."


" Tapi Nona kan dekat sama mereka."


" Nggak usah, kamu kabari saja kalau Saya akan segera menikah."


******

__ADS_1


" Capek." Niken datang - datang langsung tidur di Kamar nya.


" Kalau Mau tidur mandi dulu terus tidur." Tegur Alvino.


Dengan langkah malas Niken berjalan menuju kamar mandi.


Ponsel Alvino berdering dan saat melihat di layar Alenka menghubungi nya.


" Halo Bang sudah sampai? " Ucap Alenka dari seberang.


" Sudah Yank baru saja sampai." Ucap Alvino.


" Niken mana Bang? "


" Abang suruh mandi dia pulang - pulang langsung Mau tidur, jadi suruh Abang bersihkan dulu tubuhnya habis perjalanan jauh."


" Bang Saya sudah dapat WO nya nanti Saya kirim ya photonya."


" Abang ikut saja apa kata kamu, kamu suka Abang juga pasti suka."


" Ya sudah kalau begitu yang ini pilihan Saya seperti ini deal ya Bang."


" Iya kamu atur saja, dan itu sudah sama catering? "


" Sudah Bang, sudah tinggal pakai."


" Ok kamu bilang saja berapa nanti langsung bayar cash saja."


" Ok cinta, ingat jaga mata jaga hati Bang."


" Ok bu bos siap laksanakan."


Alvino tersenyum setelah mengakhiri panggilan telepon nya, dan pesan dari Alenka masuk dia mengirimkan gambar dekorasi untuk akad nikah nanti.


******


" Bagaimana Nona? " Tanya Nanny.


" Apa nya? " Tanya Alenka kembali.


" Bang Alvino suka? "


Lantas sebuah pesan masuk ternyata Alvino mengirimkan pesan singkat mengatakan setuju dengan voice mail yang dia kirim.


" Deal yang ini, besok kita ke WO."


" Ok siap nona."


******


" Cieeee..yang jadi pengajuan." Ledek Vidi.


" Nanti Abang hadir ya sebagai perwakilan dari Alenka. Karena tidak ada saudara lagi hanya tukang kebun, pembantu sama Nanny."


" Saya pasti datang, ngomong - ngomong nanti mau adakan syukuran disini? "


" Iya Bang, soalnya di sana tidak ada yang di undang paling tetangga saja. Teman - teman Alenka banyaknya di luar negeri."

__ADS_1


" Nanti Saya sama Raihan akan bantu untuk acara disini." Ucap Vidi.


" Terima kasih banyak Bang." Ucap Alvino.


__ADS_2