
" Ini makan."
Niken hanya menatap makanan yang ada di atas piring dan sebuah minuman.
" Ayo makan...!!! " Bentak seorang tinggi besar yang berada di balik jeruji.
Niken kini berada di dalam sebuah penjara yang hanya beralas kan tikar dan di seberang nya terdapat dua orang pria dengan luka babak belur.
" Saya ingin pulang om." Ucap Niken.
Hahahahaha hah
"Pulang, kamu minta pulang. Kamu tahu sebelum Ayah kamu datang membawa Chip itu kamu tidak boleh pulang." Ucap nya.
" Papah Saya akan kemari?" Tanya Niken.
" Iya dia sudah tahu siapa yang membawa kamu, jadi makan lah." Jawab nya lalu langsung pergi meninggalkan Niken.
Niken menatap kedua orang yang berada di seberang nya, tatapan Niken menatap satu persatu dengan luka yang sangat parah.
" Bapak Om. " Panggil Niken.
Uhuk... uhuk...
" Kamu kenapa bisa disini? " Tanya pria yang berusia di atas Alvino.
" Saya di culik karena meraka ingin Papah Saya memberikan Chip itu." Jawab Niken.
" Chip." Ucap Niko pria yang kini berbicara pada Niken.
" Chip." Ucap Pak Hadi yang sudah kondisi lemah.
" Kamu anak Alvino? " Tanya Niko.
" Iya Om." Jawab Niken.
" Astaghfirullah Ayah, kita salah membohongi meraka bahwa Chip itu pada Alvino, meraka menculik anak nya." Ucap Niko.
Uhuk... uhuk..
" Anak Alvino." Ucap Pak Hadi.
" Kalian kenal Papah Saya? "
" Nak... Maaf kan Kakek yang sudah menjebak Papah kamu, Kakek nggak tahu kalau meraka yang akan menculik kamu." Ucap Pak Hadi.
" Kakek? "
" Saya Ayah Mamah sambung kamu, dan ini kakak Mamah sambung kamu." Ucap Pak Hadi.
" Mamah Alena? " Ucap Niken.
" Benar Nak Mamah Alena anak kakek." Ucap Pak Hadi.
*******
" Saya bukan musuh di balik selimut Raihan, kamu pasti tahu siapa Saya, karena kamu memang spy terbaik. Disaat perintah untuk mengawasi orang yang di curigai. Saya memang tahu, kenapa Niko bilang pada Saya masalah Chip itu karena Saya pun ikut terlibat secara tidak langsung, dan hanya Niko yang tahu dan Pak Hadi tidak tahu kalau Saya sebenarnya ada di pihaknya."
__ADS_1
" Lantas kenapa Abang tidak di cari mereka? " Tanya Raihan.
" Karena Saya secara langsung tidak di ketahui oleh mereka tapi Saya tahu apa yang mereka lakukan. Dan kenapa Pak Hadi lebih memilih Alvino karena dia tahu akan menjaga apa yang di perintah kan nya, dan tidak mempercayakan Saya karena orang yang biasa - biasa saja bisa jadi musuh yang luar biasa." Jawab Vidi.
" Lantas sekarang apa yang akan Abang lakukan? " Membantu Alvino menyelamatkan putri nya dan Chip itu harus cepat kita serahkan dan segera tangkap mereka." Ucap Vidi.
*****
" Bang." Panggil Alena pada Alvino saat melihat Alvino sedang mengenakan rompi anti peluru nya yang di rangkap dengan jaket.
" Abang akan pergi malam ini, mereka akan menjemput Abang untuk pengamanan membawa Chip."
" Maaf kan Saya, gara - gara ulah Ayah dan Bing Niko Mas ikut terlibat bahkan Niken yang jadi sasaran." Ucap Alena.
" Saya akan bawa buah hati Saya pulang dengan selamat, karena hanya dia yang saya Miliki.' Ucap Alvino.
" Bang pulang lah bersama Niken dengan selamat, semuanya sebentar lagi akan berakhir."
" Alena."
" Apa kamu benar mencintai Saya? " Tanya Alvino.
" Saya mencintai Abang, rasa ini baru tumbuh sekarang." Jawab Alena.
" Setelah semuanya berakhir kamu mau melupakan Bang Vidi, dan kita belajar saling mencintai."
Alena mendekatkan bibir nya mencium bibir Alvino, ******* dan memainkan ciuman nya. Tangan Alvino menarik pinggang Alena hingga semakin menempel tubuh mereka.
Alvino membalas ciuman Alena, saling ******* dan saling berbalas. Tangan Alena mencengkram rambut Alvino, ciuman mereka saling menuntut dan semakin panas.
Alvino dan Alena melepaskan ciuman nya dan saling menautkan di kening mereka.
" Pulang lah Bang dengan selamat, tuntaskan semuanya." Ucap Alena sambil memegang kedua pipi Alvino.
" Abang pergi dulu, tunggu Abang." Ucap Alvino sambil mencium kening Alena.
Alena mengantar Alvino dimana Vidi dan Raihan sudah berada di luar dan beberapa Tim di kerahkan untuk mengikuti Alvino dari jauh.
" Laporan sudah masuk, Tim sudah di kerahkan." Ucap Vidi.
" Bang, aman semua." Ucap Raihan.
" Balik arah, lawan mata angin." Ucap Alvino pelan.
" Sebuah benda bergerak berlawanan." Ucap Raihan.
" Saya pergi, semoga kerja sama kita berhasil."
******
Alvino kini sudah berada dalam mobil yang akan membawa nya mengantarkan Chip tersebut.
" Chip nya mana? " Tanya seorang pria yang duduk di samping pengemudi.
" Saya akan kasih di tempat yang sudah di tentukan.' Jawab Alvino.
" Kamu harus percaya sama kami." Ucap nya.
__ADS_1
" Maaf tidak, Saya lebih baik turun dari mobil ini." Namun saat akan keluar pintu mobil terkunci otomatis.
" Buka pintu nya!! "
" Sebaiknya turuti apa kata kami, kalau tidak anak kamu akan kami tembak." Ancamnya.
" Jangan macam - macam, jangan pernah sentuh dia."
Seseorang yang berada di jok penumpang paling belakang memberikan sebuah ponsel pada Alvino dan memperlihatkan sebuah video.
" Papah.... cepat selamatkan Niken, cepat datang Papah Niken takut."
Alvino sangat geram saat melihat video Niken yang kedua tangan nya terikat.
" Kalian sangat keterlaluan..!!! "
" Serahkan mana Chipnya? " Ucap Penjahat yang mengarahkan senjatanya di kepala Alvino.
" Saya ingin bertemu dengan anak saya." Ucap Alvino.
" Chip nya saja dulu."
" Turuti apa kata saya atau Chip ini akan saya buang."
Penjahat tersebut saling berbisik dan menyetujui permintaan Alvino.
******
" Bang."
" Alena."
" Saya ikut sama Tim Abang."
" Nggak ini sangat berbahaya." Ucap Vidi.
" Saya tidak akan biarkan suami Saya bekerja sendiri." Ucap Alena yang sudah siap dengan membawa senjatanya.
" Kamu pikir kita mau main gun shot, dan ini sangat berbahaya." Ucap Vidi.
" Tolong Bang, Suami dan anak Saya terlibat itu karena gara - gara Saya, dan Saya mohon ijin kan Saya ikut untuk menumpas mereka." Ucap Alena.
" Saya tidak ingin kamu kenapa - napa."
" Bang, bila hari ini Saya tertembak hingga meninggal tolong ginjal Saya serahkan untuk Niken, dan Abang harus tahu Saya sudah memutuskan untuk memilih Bang Alvino. Maaf kan Saya Bang, Saya lebih memilih rumah tangga Saya." Ucap Alena.
" Ja - jadi kamu memilih Alvino? " Ucap Vidi.
" Maaf kan Saya Bang, Saya harus ikut karena ada cinta yang harus Saya selamatkan." Ucap Alena.
******
Alvino turun dari mobil yang membawanya, senjata di arahkan tepat di punggung nya sambil berjalan senjata tak pernah turun dan terus mengarah ke pada nya.
" Mana putri saya? "Tanya Alvino.
" Mana Chip nya? " Tanya seorang penjahat.
__ADS_1
Alvino mengambil Chip tersebut dari balik jam tangan nya.
" Ini Chip nya, serahkan anak saya."