Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
Karena Kamu


__ADS_3

" Pamit dulu sama Papah." Ucap Alenka.


" Papah Niken berangkat dulu ya." Ucap Niken.


" Hati - hati sayang." Ucap Alvino sambil mengecup kening Niken.


Lestari yang berada di dalam memperhatikan interaksi mereka bertiga, ada rasa kesal dan cemburu melihat Alvino tersenyum pada Alenka.


" Dah... hati - hati ya.. " Ucap Alvino sambil melambaikan tangan nya.


Alvino pun langsung menaiki motor matic nya pergi berdinas.


" Saya penasaran dia itu sebenarnya seperti apa, Saya harus cari kesalahan terbesarnya agar Alvino nggak suka sama dia."


******


" Nanti Tante jemput kamu lagi sayang."


" Tante, apa Tante tidak repot untuk antar jemput Niken. Apa Tante nggak berkerja?" Tanya Niken saat sudah sampai di depan sekolah nya.


" Tante sudah stay disini, dan sudah nggak kerja lagi." Jawab Alenka.


" Kenapa? "


" Karena Tante ingin mengejar sesuatu."


" Ohhh...!!! "


" Niken, semoga kamu suka sama Tante, seperti kamu menyukai Mamah Alena."


" Saya suka sama Mamah Alena karena baik nya, dan Mamah Alena memberikan kehidupan yang sempurna untuk Niken dengan dua ginjal nya dan posisi Mamah Alena tak akan pernah terganti."


***


Mata Raihan membulat saat mendapatkan sebuah video dari salah satu teman nya, dan Raihan melirik ke arah Vidi dan Alvino yang sedang bermain game online di sela - sela waktu istirahat.


" Kenapa muka kamu?" Tanya Vidi.


" Ehm.. nggak apa - apa." Jawab Raihan.


" Jangan bohong, pasti ada sesuatu." Ucap Vidi.


" Nggak ada kok."


Alvino masih serius dengan game online nya dan terus mengeluarkan kata - kata kemenangan.


Sedang kan Raihan penasaran dengan video yang dia dapat, dengan sengaja menggunakan headset nya dan saat sedang di putar headset nya terdengar suara adegan yang bikin geli telinga karena tak tahu headset milik nya rusak.


" Wah... parah..!! " Tegur Alvino.


" Sini kamu." Ucap Vidi sambil merampas ponsel milik Raihan.


" Jangan Bang." Ucap Raihan.


" Diam kamu atau Saya laporkan kamu suka koleksi beginian." Ucap Vidi tegas.

__ADS_1


" Itu dari teman Alumni SMA di group genk nya Saya Bang." Ucap Raihan.


" Terserah mau dapat dari mana juga."


Mata Vidi membulat saat melihat video tersebut dan melirik ke arah Raihan.


" Itu Bang tadi maksudnya."


" Kok bisa? " Tanya Vidi.


"Apaan sih? " Tanya Alvino


Vidi memperlihatkan video tersebut pada Alvino, dan Mata Alvino membulat saat melihat nya.


" Cepat hapus video itu, katakan pada teman kamu untuk tidak menyebarkan video nya." Ucap Alvino.


" Ba - baik Bang." Ucap Raihan.


" Kok bisa bebas di dapat, film nya saja di larang di putar di negara kita. Pantas Pak Hadi menutup identitas Alena dan Alenka di publik ini alasannya." Ucap Vidi.


" Itu bagian dari sebuah Film bukan sengaja video seperti itu di buat." Ucap Alvino.


" Bang kalau sampai ada yang tahu bagi yang penggemar berat video seperti ini pasti bakalan kenal sama adik ipar Abang." Ucap Raihan .


******


" Tante makasih ya." Ucap Niken.


" Sama - sama sayang." Ucap Alenka.


" Niken masuk dulu Tante."


Lestari pun datang dengan menyilangkan kedua tangan nya di dada.


" Kamu jangan mimpi bisa antar jemput Niken bisa membuat kamu dapat kan hati Bang Alvino."


" Kita lihat saja nanti siapa yang jadi pemenang kamu atau saya." Ucap Alenka.


" Jelas Saya lah, orang Saya sama dia sudah tunangan ini cincin nya." Ucap Lestari sambil menunjukkan cincin yang melingkar di jari manisnya.


" Baru tunangan kan belum menikah, masih bisa Saya tikung." Ucap Alenka sambil tersenyum sinis.


Saat akan pergi meninggal kan rumah Dinas Alvino, tepat di depan Alenka motor yang di kendarai Alvino berhenti.


" Naik." Ucap Alvino.


Alenka melirik ke arah Lestari sambil tersenyum dan mengacungkan jari tengahnya pada Lestari.


Sedang kan Lestari menatap penuh dengan kesal apa yang di lihat nya. Alvino pun membawa Alenka pulang meninggal kan Asrama.


" Loh ini bukan jalan menuju kontrakan Saya Bang." Tanya Alenka.


" Saya ingin mengajak kamu ke suatu tempat." Jawab Alvino


" Ih... ngajak ngedate nggak bilang dulu."

__ADS_1


" Kan kejutan."


" Ih... so sweet."


Motor Alvino berhenti tepat di sebuah persawahan dan Alvino duduk di jalan sekitar persawahan.


" Kok ngedate nya nggak Asik sih di sawah." Ucap Alenka sambil memajukan bibir nya.


" Kamu kalau melakukan adegan seperti itu saat shooting apa benar - benar polos?"


" Ehm... tergantung." Ucap Alenka.


" Saat pemotretan juga sama?" Tanya Alvino kembali.


" Ya tergantung gimana nya." Jawab Alenka.


" Jadi kamu saat itu di lihat banyak orang?"


" Ya nggak lah hanya 2 sampai 3 orang, memang pekerjaan Saya itu."


" Kenapa kamu lebih suka dengan pekerjaan seperti itu?"


" Ya suka sama bentuk tubuh Saya saja yang bagus begini, dan memang banyak menghasilkan uang." Ucap Alenka santai.


" Kamu tahu ada link video kamu tersebar di group SMA nya Raihan, kenapa bisa terjadi seperti ini. Kalau Video itu sampai orang di sekitar Saya mengetahui nya bagaimana."


" Seperti nya itu ulah seseorang yang memotong adegan film tersebut dan menyebarkan nya."


" Apa kamu tidak malu kalau di negara kita ini berbeda dengan dimana kamu tinggal. Kalau sampai di sosmed tahu siapa kamu hingga menyebar ke semua orang banyak komentar - komentar miring kamu siap hadapi semua nya?" Ucap Alvino dengan nada tegas.


" Ayah sengaja tidak Memperkenal kan kami Saya dan Alena karena malu nya pada Saya. Dan mengusir Saya karena pekerjaan saya."


" Apa kamu bisa tinggal kan pekerjaan kamu?"


" Jujur Saya tinggal kan pekerjaan Saya ini demi kamu Bang, Saya rubah penampilan Saya ini juga demi kamu." Ucap Alenka sambil memegang tangan Alvino.


" Rubah lah dari hati kamu, jangan rubah karena untuk orang lain. Kalau hati kamu belum benar - benar tulus, di saat kamu tidak menyukai orang tersebut kamu akan kembali seperti semula."


" Bang, Saya mencintai Abang. Apakah tidak memiliki rasa yang sama terhadap saya?"


" Maaf kan Saya Alenka, Saya tidak bisa."


" Apa karena Niken yang tidak mau memiliki seorang Ibu?"


" Saya milik Niken,Saya ingin yang terbaik untuk Niken.Maaf kan saya."


" Lantas Lestari yang di rumah Abang apa beda nya, dia disana tapi Abang tak ingin menikahi nya."


" Kedua orang tua kami memaksa melanjutkan perjodohan yang sempat gagal."


" Berarti Abang dulu sempat menyetujui?"


" Benar demi Niken, tapi setelah meninggal nya Alena padahal cinta kami baru saja di mulai namun takdir berkata lain."


" Bang,ijin kan saya sekali saja untuk mencintai Abang dan Niken.Saya tidak bermaksud menyingkirkan mereka.Biar sampai Saya lelah mencintai keluarga kecil Abang."

__ADS_1


" Tapi Saya tidak bisa membalasnya, Saya tidak ingin kamu sakit hati."


" Saya akan pergi di saat Saya sudah memiliki rasa capek."


__ADS_2