Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
Sebuah Cinta


__ADS_3

🌼🌼🌼🌼


Kadang Cinta penuh misteri, sehingga kadang kita tak tahu, orang terdekat kitalah Tuhan menyatukannya.


Rasa mencinta dan rasa sayang dengan banyak cara kita ungkapan. Namun kadang rasa takut saat akan menentukan sebuah jawaban.


Karena kadang rasa takut yang keluar adalah rasa yang benar - benar tidak sama apa yang kita harapkan.


🌼🌼🌼🌼


" Ngapain kamu berdiri di depan rumah Saya? " Tanya Alvino melihat Raihan bediri di depan rumah Dinas Alvino.


" Abang sendiri ngapain pulang jam segini? " Jawab Raihan kembali bertanya.


" Lah.. suka - suka Saya Mau pulang urusan Saya."


" Saya juga suka - suka Saya."


" Raihan...!!! "


" Siap Bang maaf. "


" Saya tanya sedang apa di depan rumah Saya, apakah istri Saya minta penjagaan? "


" Siap tidak Bang."


" Terus sedang apa disini? "


" Saya menunggu Nanny Bang."


" Menunggu Nanny? "


" Menunggu jawaban masa depan Saya."


" Masa depan? "


" Saya menunggu dia menerima cinta Saya atau tidak karena dia bilang akan memberikan jawaban setelah pulang menjemput Niken pulang sekolah."


" Oh.. " Ucap Alvino lalu datanglah Nanny bersama Niken.


Niken lalu mencium punggung tangan Alvino dan Raihan.


" Papah kok sudah pulang? " Tanya Niken.


" Papah mau ambil sesuatu, yuk masuk ganti pakaian nya terus makan sama Mamah." Jawab Alvino sambil mengajak Niken masuk meninggalkan Nanny dan Raihan.


" Abang nggak masuk? " Tanya Nanny.


" Abang menunggu kamu sesuai apa yang kamu bilang tadi pagi." Jawab Raihan.


" Hmmm... Saya.. " Ucap Nanny menunduk.


" Jawab lah Nanny, Saya tunggu jawaban kamu sekarang. Saya akan terima apapun jawaban nya nanti." Ucap Raihan.


" Sebenarnya jujur Bang, Saya suka sama Abang, Saya cinta sama Abang tapi Saya takut Bang."


Raihan tersenyum dan memiliki perasaan lega jawaban nya di terima dan tidak bertepuk sebelah kanan.

__ADS_1


" Takut kenapa? " Tanya Raihan.


" Saya takut gagal Bang, takut di tinggal pergi sama seperti yang dulu." Jawab Nanny.


" Insya Allah Abang bukan seperti dia, kamu percaya sama Abang. Dan Abang janji Kan selalu setia Sama kamu." Raihan memegang kedua tangan Nanny.


" Apakah perkataan Abang bisa di percaya? "


" Kamu pegang kata - kata Abang, jadi bagaimana? "


Nanny memejamkan matanya dan meremas tangan Raihan.


" Bismillah Bang, Saya menerima Abang." Ucap Nanny tersenyum.


" Alhamdullilah, terima kasih Nanny. Terima kasih sayang kamu sudah menerima Abang."


Dari dalam rumah Alenka dan Alvino melihat Nanny bersama Raihan. Senyum bahagia pun terpancar pada Alenka dan Alvino.


" Alhamdullilah, akhirnya kamu membuka hati juga Nanny. Semoga dia akan menjadi pendamping hidup kamu dunia akhirat." Ucap Alenka.


" Amin.. semoga Raihan dan Nanny tempat pelabuhan terakhir cinta mereka berdua." Ucap Alvino sambil merangkul pinggang Alenka.


" Seperti cinta Abang sama saya." Ucap Alenka.


*****


" Yes..wuhuuuu.. " Ucap Raihan bahagia di depan Vidi dan Alvino.


" Kenapa dia, kena sawan?" Tanya Vidi.


" Lagi kasmaran cinta nya tidak bertepuk sebelah kanan." Jawab Alvino.


" Sekian purnama Saya jomblo akhirnya Saya memiliki kekasih." Ucap Raihan.


" Selamat ya, terus kapan kamu akan melamar Nanny karena Nanny tidak memiliki keluarga hanya keluarga jauh dan tidak memiliki hubungan darah. Jadi Saya sama istri Saya yang sekarang bertanggung jawab. Jadi kalau kamu ingin melamar Nanny hadapi Saya." Ucap Alvino.


" Yang penting jangan di persulit." Ucap Raihan.


" Ya terserah Saya dong mau nya bagaimana. Dan ingat bawa kedua orang tua kamu saat acara lamaran resmi."


" Baik Bang."


" Jangan lupa, saat sudah menjalin hubungan sama Nanny jangan kamu sakiti dia, karena Nanny sudah seperti saudara sendiri. Berarti Nanny juga saudara Saya juga." Ucap Alvino.


*****


" Abang sama istri Saya akan menjadi bagian keluarga kamu saat acara pernikahan kamu dengan Raihan. Bahkan acara lamaran pun kami yang akan menerima kedatangan keluarga Raihan." Ucap Alvino.


" Dan kalau ada apa - apa kami berdua yang akan memantau, dan jangan membuat saling mengecewakan." Ucap Alenka.


" Baik Nona, terima kasih Nona Alenka Bang Alvino." Ucap Nanny.


******


" Papah rasanya kok aneh? " Ucap Niken saat mencicipe nasi goreng buatan Alvino.


" Masa sih." Ucap Alvino sambil mencicipi nasi goreng milik Niken.

__ADS_1


" Aneh kan? " Tanya Niken.


" Asin nggak, hambar nggak. Rasa apa ya? " Ucap Alvino.


" Ini kebanyakan micin Papah."


" Akh.. benar nak, Papah menaruh micin nya kebanyakan tadi sempat lupa sudah di kasih micin apa belum dan ternyata double micinya." Ucap Alvino langsung meminum air minum satu gelas besar sampai habis.


" Kalau begitu Papah bikin lagi nasi goreng nya." Ucap Alvino.


" Tapi yang enak Pah jangan seperti tadi." Ucap Niken.


" Ok sayang."


*****


Alenka langsung berlari masuk ke kamar mandi saat sedang makan malam bersama. Terdengar oleh Alvino dan Niken Alenka muntah. Alvino pun menyusul Alenka ke kamar mandi, dengan memijat tengkuk leher istri nya hingga membantu memuntahkan semua isi dari dalam perut.


" Gimana sudah enakan?" Tanya Alvino.


Alenka langsung membasuh mulutnya, namun masih terasa sedikit mual.


" Bang mual banget, nggak kuat" Jawab Alenka.


" Minum teh manis hangat ya biar mengurangi mualnya."


" Nggak Bang nggak mau, Saya ingin rebahan di tempat tidur." Ucap Alenka.


" Abang antar ke kamar." Ucap Alvino sambil memapah Alenka.


" Mamah kenapa Pah? " Tanya Niken.


" Mamah sakit." Jawab Alvino.


Alenka langsung berbaring di atas tempat tidur dan langsung memejamkan matanya.


" Bang, minta minyak kayu putih." Pinta Alenka.


" Tunggu sebentar." Ucap Alvino yang langsung mengambil di meja rias.


Alenka pun lalu menghirup minyak kayu putih tersebut, sehingga meringankan rasa mual


" Mamah Niken pijat kakinya." Niken pun memijat kaki Alenka yang kini tengah berbaring di atas tempat tidur.


" Terima kasih anak pinter." Ucap Alenka.


" Kalau besok masih mual nanti ke Dokter." Ucap Alvino.


" Masuk angin ini Bang."


" Tapi kalau kamu nya Masih seperti ini kita terpaksa ke rumah sakit besok." Ucap Alvino.


***


" Nona kenapa malam - malam dari tadi keluar masuk kamar mandi di temani Bang Alvino." Ucap Nanny saat tepat berada di depan tv.


" Nona kenapa? " Tanya Nanny saat melihat Alenka sangat begitu lemas.

__ADS_1


" Sejak makan malam sampai sekarang muntah terus Nanny."


__ADS_2