Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
Untuk Menjauh


__ADS_3

" Nona kita ke rumah sakit saja ya, sejak pagi demam nya tidak turun - turun." Ucap Nanny.


" Besok juga saya sembuh Nanny kamu jangan khawatir." Ucap pelan Alenka.


" Tapi sudah minum obat tetap saja seperti ini kondisi Nona."


" Kamu jangan panik Nanny, tenang saja."


Alenka kembali memejamkan matanya, dan Nanny merasakan sangat panik luar biasa.


******


" Sakit?? " Ucap Vidi saat menerima panggilan teleponnya


" Tunggu saya akan kesana." Ucap Vidi menutup Sambungan teleponnya.


" Alvino, Alenka sakit." Ucap Vidi.


" Terus...?? " Ucap Alvino.


" Antar saya kesana mau bawa dia ke rumah sakit." Ucap Vidi.


*****


Dokter pun memeriksa kondisi Alenka, terlihat Alenka yang terpasang infus di tangan nya.


" Kondisi dia bagaimana Dok?" Tanya Vidi.


" Demam nya di picu karena kurang istirahat dan dia seperti nya stress dan sangat tertekan. Dan seperti nya pasien konsumsi obat penenang berlebih ya? " Tanya Dokter yang menangani Alenka.


" Benar Dok hampir setiap hari, dia juga peminun aktif." Jawab Nanny.


" Seperti harus di hentikan karena tidak baik untuk jantung dan liver nya."


" Iya Dok saya akan coba bicara sama dia." Ucap Nanny.


Alvino melihat Alenka yang sedang tetidur, rasa nya sangat sakit melihat keadaan Alenka yang terbaring lemah.


" Alvino kamu tunggu Alenka disini, saya sama Nanny mau ambil perlengkapan milik Alenka.


" Iya."


Alvino pun duduk di sofa sambil terus memandang Alena yang tertidur. Wajahnya nampak pucat.


****


" Kemana tuh orang sudah 2 jam belum juga kembali, apa ambil nya ke luar negeri." Ucap Alvino kesal.


Alenka terbangun dan dan melihat Alvino yang sedang berdiri di depan pintu.


" Bang." Ucap Alenka.


" Kamu sudah bangun." Ucap Alvino.


" Mana Nanny? "


" Bilang nya mau ambil perlengkapan kamu sudah 2 jam nggak pulang - pulang."


" Abang mau pulang?"


" Tadi nya sih."


" Nggak apa - apa Bang pulang saja, Alenka nggak apa - apa di tinggal sendiri."


" Nanti kalau kamu butuh sesuatu bagaimana?" Tanya Alvino bingung.


" Saya bukan anak kecil Bang, pergilah nggak apa - apa saya sendirian." Jawab Alenka.


Alvino mendekati Alenka, dan duduk di sisi tempat tidur.


" Maaf kan saya." Ucap Alvino.


" Maaf untuk apa, abang tidak memiliki salah." Ucap Alenka.


" Maaf kan Abang kalau selama ini punya salah, dulu saya juga memiliki salah yang sama seperti saya lakukan sama kamu. Alenka, Saya banyak salah Sama dia."


" Mmm Bang, setelah Saya kelur dari rumah sakit Saya pamit. Maaf kalau selama ini Saya juga banyak salah."

__ADS_1


" Pamit, mau kemana?"


" Entah lah, mungkin mencari jati diri."


" Apa kamu nanti tidak akan kembali?"


" Nggak tahu dan mungkin."


********


" Kamu lama sekali sama Bang Vidi?" Tanya Alenka setelah Alvino pulang bersama Vidi.


" Maaf kan Saya Nona, kita sengaja agar Nona dan Bang Alvino banyak bicara." Jawab Nanny.


" Setelah keluar dari rumah sakit kita pergi dari sini."


" Kita akan kemana? "


" Kamu mau negara mana yang pertama kita tuju?"


" Benua Afrika."


" Ok .. siap kan tiket kita berangkat setelah 2 hari Saya kembali dari rumah sakit."


" Nona, kata Dokter berhenti lah untuk tidak konsumsi obat penenang dan berhenti lah minum, Dokter khawatir terjadi sesuatu pada jantung dan liver anda.'


" Siapa yang akan peduli Saya sakit atau tidak, sampai nafas ini berhenti apakah ada yang peduli."


" Saya peduli sama Nona, jadi Saya mohon."


" Hanya kamu Nanny yang mengerti saya."


******


" Ini tiket, penerbangan pertama besok ." Ucap Alvino menaruh Tiket pesawat di atas meja makan.


" Abang mengusir saya?" Ucap Lestari kesal.


" Iya Saya usir kamu." Ucap Alvino.


" Tega kamu Bang."


" Tapi Saya jangan di usir Bang." Ucap Lestari memohon.


" Nggak, Saya tetap menyuruh kamu pulang."


" Apa yang nanti akan Saya kata kan sama mereka? "


" Kata kan saja sesuai kenyataan, saya sudah tidak takut dengan segala ancaman." Ucap Alvino lalu pergi meninggal kan Lestari.


******


" Pah, apa benar Tante Alenka tidak lagi akan mengantar jemput Niken?" Tanya Niken.


" Iya sayang." Jawab Alvino.


" Apa karena hal kemarin?"


" Tidak sayang, Tante Alenka kan memang punya pekerjaan di luar negeri." Ucap Alvino bohong.


" Tante Alenka baik Pah orang nya, dia selalu menghibur Niken."


" Kamu pasti kehilangan?"


" Banget Pah."


" Niken, dimana Papah akan di tempat kan apakah Niken akan ikut sayang?"


" Iya Pah asal sama Papah, Niken akan ikut kemana Papah bertugas."


" Seandainya Papah gugur bagaimana?"


" Niken selalu berdoa sepanjang malam untuk Papah selalu di beri umur panjang."


Alvino memeluk tubuh Niken mengusap punggung putri kecil nya.


*******

__ADS_1


" Tante beneran pulang?" Tanya Niken saat melihat Lestari mengemas pakaian nya.


" Benar sayang Tante pulang dulu ya." Jawab Lestari.


" Tante kemari lagi?"


" Nggak sayang, Tante nggak akan kemari lagi."


" Nanti Raihan akan antar kamu ke Bandara dan ini uang untuk di perjalanan."


Alvino menyerahkan amplop pada Lestari.


" Terima kasih. " Ucap Lestari sambil menarik kopernya.


Raihan pun telah sampai dan langsung mengambil koper milik Lestari.


" Maaf kan saya Lestari kalau Saya harus tegas sama Kamu." Ucap Alvino.


" Iya Bang, tapi kalau kedua orang tua kita marah jangan salah kan Lestari."


" Saya akan hadapi."


******


Raihan mengemudikan mobil, sepanjang perjalanan hanya diam antara Lestari dan Raihan.


" Ehmm... jangan sedih, mencintai sebelah pihak itu sakit." Ucap Raihan memulai percakapan.


" Sok tahu." Ucap Lestari.


" Apa Saya tidak bisa merasakan apa yang kamu rasa kan."


" Abang juga pernah mengalami nya?


" Dulu pernah, rasa nya sakit sekali. Dan lebih baik pergi jauh rasa sakit itu akan hilang dengan sendirinya."


******


" Kenapa Nona? "


" Mual Nanny."


Alenka merebahkan tubuh nya dengan mengusap perutnya.


" Saya panggil Dokter ya? "


" Nggak usah Nanny kalau Dokter tahu Saya banyak keluhan nanti Saya nggak pulang - pulang."


" Tapi kondisi Nona seperti ini."


" Kamu jangan cerewet Nanny."


" Baik lah kalau sakit nya semakin parah Saya tidak akan tinggal diam."


******


Alvino menutup kembali laptop nya, pikirannya tertuju pada Alenka yang sedang sakit sekarang.


" Kenapa tiba - tiba Saya nggak fokus begini, kenapa terus memikirkan Alenka."


Alvino mencoba mencari kontak Alenka dan Alvino baru ingat bahwa dirinya tak memiliki kontak Alenka.


" Kamu kenapa Alvino, dia bukan apa - apa nya kamu." Ucap nya sendiri.


******


" Dokter tolong Nona merasakan mual terus dan muntah - muntah." Ucap Nanny panik.


Dokter memeriksa kondisi Alenka, dan terlihat Alenka semakin pucat.


" Bagaimana Dok?"


" Ibu Alenka memiliki maag kronis lambung nya kena. Nanti Saya akan kasih obat nya."


" Terima kasih Dokter."


Setelah Dokter pergi, Nanny menatap tajam ke arah Alenka.

__ADS_1


" Apa hanya minuman dan rokok yang membuat Nona kenyang?"


__ADS_2