
" Nona kita ke rumah sakit saja ya, sejak pagi demam nya tidak turun - turun." Ucap Nanny.
" Besok juga saya sembuh Nanny kamu jangan khawatir." Ucap pelan Alenka.
" Tapi sudah minum obat tetap saja seperti ini kondisi Nona."
" Kamu jangan panik Nanny, tenang saja."
Alenka kembali memejamkan matanya, dan Nanny merasakan sangat panik luar biasa.
******
" Sakit?? " Ucap Vidi saat menerima panggilan teleponnya
" Tunggu saya akan kesana." Ucap Vidi menutup Sambungan teleponnya.
" Alvino, Alenka sakit." Ucap Vidi.
" Terus...?? " Ucap Alvino.
" Antar saya kesana mau bawa dia ke rumah sakit." Ucap Vidi.
*****
Dokter pun memeriksa kondisi Alenka, terlihat Alenka yang terpasang infus di tangan nya.
" Kondisi dia bagaimana Dok?" Tanya Vidi.
" Demam nya di picu karena kurang istirahat dan dia seperti nya stress dan sangat tertekan. Dan seperti nya pasien konsumsi obat penenang berlebih ya? " Tanya Dokter yang menangani Alenka.
" Benar Dok hampir setiap hari, dia juga peminun aktif." Jawab Nanny.
" Seperti harus di hentikan karena tidak baik untuk jantung dan liver nya."
" Iya Dok saya akan coba bicara sama dia." Ucap Nanny.
Alvino melihat Alenka yang sedang tetidur, rasa nya sangat sakit melihat keadaan Alenka yang terbaring lemah.
" Alvino kamu tunggu Alenka disini, saya sama Nanny mau ambil perlengkapan milik Alenka.
" Iya."
Alvino pun duduk di sofa sambil terus memandang Alena yang tertidur. Wajahnya nampak pucat.
****
" Kemana tuh orang sudah 2 jam belum juga kembali, apa ambil nya ke luar negeri." Ucap Alvino kesal.
Alenka terbangun dan dan melihat Alvino yang sedang berdiri di depan pintu.
" Bang." Ucap Alenka.
" Kamu sudah bangun." Ucap Alvino.
" Mana Nanny? "
" Bilang nya mau ambil perlengkapan kamu sudah 2 jam nggak pulang - pulang."
" Abang mau pulang?"
" Tadi nya sih."
" Nggak apa - apa Bang pulang saja, Alenka nggak apa - apa di tinggal sendiri."
" Nanti kalau kamu butuh sesuatu bagaimana?" Tanya Alvino bingung.
" Saya bukan anak kecil Bang, pergilah nggak apa - apa saya sendirian." Jawab Alenka.
Alvino mendekati Alenka, dan duduk di sisi tempat tidur.
" Maaf kan saya." Ucap Alvino.
" Maaf untuk apa, abang tidak memiliki salah." Ucap Alenka.
" Maaf kan Abang kalau selama ini punya salah, dulu saya juga memiliki salah yang sama seperti saya lakukan sama kamu. Alenka, Saya banyak salah Sama dia."
" Mmm Bang, setelah Saya kelur dari rumah sakit Saya pamit. Maaf kalau selama ini Saya juga banyak salah."
__ADS_1
" Pamit, mau kemana?"
" Entah lah, mungkin mencari jati diri."
" Apa kamu nanti tidak akan kembali?"
" Nggak tahu dan mungkin."
********
" Kamu lama sekali sama Bang Vidi?" Tanya Alenka setelah Alvino pulang bersama Vidi.
" Maaf kan Saya Nona, kita sengaja agar Nona dan Bang Alvino banyak bicara." Jawab Nanny.
" Setelah keluar dari rumah sakit kita pergi dari sini."
" Kita akan kemana? "
" Kamu mau negara mana yang pertama kita tuju?"
" Benua Afrika."
" Ok .. siap kan tiket kita berangkat setelah 2 hari Saya kembali dari rumah sakit."
" Nona, kata Dokter berhenti lah untuk tidak konsumsi obat penenang dan berhenti lah minum, Dokter khawatir terjadi sesuatu pada jantung dan liver anda.'
" Siapa yang akan peduli Saya sakit atau tidak, sampai nafas ini berhenti apakah ada yang peduli."
" Saya peduli sama Nona, jadi Saya mohon."
" Hanya kamu Nanny yang mengerti saya."
******
" Ini tiket, penerbangan pertama besok ." Ucap Alvino menaruh Tiket pesawat di atas meja makan.
" Abang mengusir saya?" Ucap Lestari kesal.
" Iya Saya usir kamu." Ucap Alvino.
" Tega kamu Bang."
" Tapi Saya jangan di usir Bang." Ucap Lestari memohon.
" Nggak, Saya tetap menyuruh kamu pulang."
" Apa yang nanti akan Saya kata kan sama mereka? "
" Kata kan saja sesuai kenyataan, saya sudah tidak takut dengan segala ancaman." Ucap Alvino lalu pergi meninggal kan Lestari.
******
" Pah, apa benar Tante Alenka tidak lagi akan mengantar jemput Niken?" Tanya Niken.
" Iya sayang." Jawab Alvino.
" Apa karena hal kemarin?"
" Tidak sayang, Tante Alenka kan memang punya pekerjaan di luar negeri." Ucap Alvino bohong.
" Tante Alenka baik Pah orang nya, dia selalu menghibur Niken."
" Kamu pasti kehilangan?"
" Banget Pah."
" Niken, dimana Papah akan di tempat kan apakah Niken akan ikut sayang?"
" Iya Pah asal sama Papah, Niken akan ikut kemana Papah bertugas."
" Seandainya Papah gugur bagaimana?"
" Niken selalu berdoa sepanjang malam untuk Papah selalu di beri umur panjang."
Alvino memeluk tubuh Niken mengusap punggung putri kecil nya.
*******
__ADS_1
" Tante beneran pulang?" Tanya Niken saat melihat Lestari mengemas pakaian nya.
" Benar sayang Tante pulang dulu ya." Jawab Lestari.
" Tante kemari lagi?"
" Nggak sayang, Tante nggak akan kemari lagi."
" Nanti Raihan akan antar kamu ke Bandara dan ini uang untuk di perjalanan."
Alvino menyerahkan amplop pada Lestari.
" Terima kasih. " Ucap Lestari sambil menarik kopernya.
Raihan pun telah sampai dan langsung mengambil koper milik Lestari.
" Maaf kan saya Lestari kalau Saya harus tegas sama Kamu." Ucap Alvino.
" Iya Bang, tapi kalau kedua orang tua kita marah jangan salah kan Lestari."
" Saya akan hadapi."
******
Raihan mengemudikan mobil, sepanjang perjalanan hanya diam antara Lestari dan Raihan.
" Ehmm... jangan sedih, mencintai sebelah pihak itu sakit." Ucap Raihan memulai percakapan.
" Sok tahu." Ucap Lestari.
" Apa Saya tidak bisa merasakan apa yang kamu rasa kan."
" Abang juga pernah mengalami nya?
" Dulu pernah, rasa nya sakit sekali. Dan lebih baik pergi jauh rasa sakit itu akan hilang dengan sendirinya."
******
" Kenapa Nona? "
" Mual Nanny."
Alenka merebahkan tubuh nya dengan mengusap perutnya.
" Saya panggil Dokter ya? "
" Nggak usah Nanny kalau Dokter tahu Saya banyak keluhan nanti Saya nggak pulang - pulang."
" Tapi kondisi Nona seperti ini."
" Kamu jangan cerewet Nanny."
" Baik lah kalau sakit nya semakin parah Saya tidak akan tinggal diam."
******
Alvino menutup kembali laptop nya, pikirannya tertuju pada Alenka yang sedang sakit sekarang.
" Kenapa tiba - tiba Saya nggak fokus begini, kenapa terus memikirkan Alenka."
Alvino mencoba mencari kontak Alenka dan Alvino baru ingat bahwa dirinya tak memiliki kontak Alenka.
" Kamu kenapa Alvino, dia bukan apa - apa nya kamu." Ucap nya sendiri.
******
" Dokter tolong Nona merasakan mual terus dan muntah - muntah." Ucap Nanny panik.
Dokter memeriksa kondisi Alenka, dan terlihat Alenka semakin pucat.
" Bagaimana Dok?"
" Ibu Alenka memiliki maag kronis lambung nya kena. Nanti Saya akan kasih obat nya."
" Terima kasih Dokter."
Setelah Dokter pergi, Nanny menatap tajam ke arah Alenka.
__ADS_1
" Apa hanya minuman dan rokok yang membuat Nona kenyang?"