Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
Bidadari Kecil Yang Hilang


__ADS_3

" Chip sudah ada pada Saya, malam ini saya akan berangkat."


" Kami akan menjemput kamu, tunggu tengah malam jam 00." Ucap Seseorang dari seberang.


Alvino menutup ponselnya, lalu mempersiapkan semuanya untuk nanti malam.


" Bang, Saya mohon jangan percaya pada orang yang menerima Chip itu, hati - hati Bang mereka bisa jadi musuh kita." Ucap Raihan.


" Saya tahu, semuanya sudah saya siapkan." Ucap Alvino.


" Karena Saya curiga mereka ingin merebutnya."


" Apakah yang kemarin mengejar kamu sama Niken mobil warna hitam? " Tanya Alvino.


" Iya Bang benar, mobil warna hitam." Jawab Raihan.


" Kenapa mereka mengejar kamu sama Niken, apakah mereka ingin menculik anak Saya sebagai jaminan?"


" Seperti nya iya Bang."


" Bang, hari ini pelajaran apa? " Tanya Raihan kembali.


" Pelajaran? " Ucap Alvino.


" Iya pelajaran olah raga bukan? " Ucap Raihan.


" Iya olah raga." Ucap Alvino.


Langsung Alvino menatap Raihan dan dengan segera meraka berdua lari dari ruangan.


" Kenapa Saya baru ingat Raihan, hari ini Jadwal olah raga renang mereka keluar." Ucap Alvino.


" Anak nggak ikut kan? " Tanya Raihan.


" Iya tidak ikut renang tapi tetap saja ikut ke kolam renang. " Jawab Alvino.


******


" Anak - anak semua bersiap ya." Ucap Guru Olah raga.


Sedangkan Niken tetap duduk di kursi tepi kolam renang sambil melihat teman - teman nya menjeburkan di kolam renang.


Saat Niken sedang duduk sambil menyedot minuman terlihat dua orang pria asing duduk di samping nya.


" Kenapa nggak ikut Renang? " Tanya Pria tersebut.


" Nggak Om Niken nggak boleh capek." Jawab Niken.


" Kenapa? " Tanya nya kembali.


" Saya hanya punya satu ginjal, kata Papah jangan ikut pelajaran olah raga yang berhubungan dengan fisik." Jawab Niken polos.


" Oh.. begitu."


Lalu teman salah satu orang tersebut berdiri di belakang Niken, Niken merasakan hal yang aneh karena kedua orang tersebut duduk memepetnya dan saat Niken menoleh sebuah sapu tangan melayang membekapnya.


" Cepat gotong."


Niken pun di gendong oleh seorang pria yang membius nya, saat tubuh Niken di angkat. Guru olah raga Niken melihat.


" Hey... mau di bawa kemana Niken." Teriak nya sontak karena saat itu kolam renang yang dalam ruangan di sewa untuk jam pelajaran olah raga sekolah dimana Niken bersekolah.


Dor

__ADS_1


Aaaaaaaaa


Satu tembakan di arah kan ke atas sehingga semua yang ada di kolam renang menjerit.


Guru Olah raga Niken pun lalu mengejar, dimana tembakan membabi buta di sekitar kolam renang hingga semua orang lari kocar kacir.


" Tolong... siswi Saya di culik...!!! " Namun teriakan guru olah raga Niken tak ada yang peduli karena penjahat tersebut mengacungkan senjata nya dan sesekali menembak ke sembarangan arah.


Motor Alvino dan Raihan sampai, terlihat suasana sangat kacau.


" Ada apa? " Tanya Raihan saat baru turun dari motor pada salah satu pengunjung.


" Ada penculik anak sambil membawa senjata api." Jawab pengunjung tersebut.


Alvino berlari ke arah berlawan dimana pengunjung berlari kesana kemari.


" Pak...!! " Panggil Alvino dengan jantung berdebar - debar.


" Pak Niken di culik, mereka bersenjata." Ucap guru Olah raga Niken.


Alvino pun lalu segera berlari mengejar penculik tersebut dengan segera menaiki motornya.


Raihan pun ikut mengejar mobil yang membawa Niken.


Motor mereka berdua saling mengejar dimana mobil yang membawa Niken semakin dekat. Alvino dan Raihan mencoba memepet mobil tersebut, namun mobil pun bergerak ke kanan dan ke kiri hingga motor mereka pun berjalan tak beraturan.


" Berhenti kalian...!!! " Terika Alvino.


Salah satu kaca mobil bagian belakang pintu terbuka dan sebuah senjata keluar.


Dor


Dor


Sebuah tembakan mengarahkan pada Alvino namun meleset.


Dor


Dor


Braaakkk


Motor kedua nya pun jatuh, hingga mobil yang membawa Niken jauh hingga tak terlihat.


" Niken.....!!! "


*****


Kabar penculikan Niken sudah sampai di Batalyon, semuanya menunggu kabar dari Alvino dan Raihan bahwa putri salah satu Anggota yang di culik.


Hiks.. hiks.. hiks..


Alena menangis saat mendengar kabar dari salah satu istri Anggota yang anaknya satu sekolah dengan Niken.


" Ya Allah Bu, bagaimana anak Saya hiks..hiks..."


" Semoga cepat tertangkap ya bu."


" Alena." Panggil Vidi.


" Bang.. hiks.. hiks... Niken di culik Bang hiks.. hiks... "


Alvino pun berlari masuk kedalam rumah nya yang sudah ramai.

__ADS_1


" Bang, bagaimana tertangkap tidak yang menculik Niken? " Tanya Alena dengan Mata sembabnya.


" Niken di bawa kabur, entah kemana Abang tak bisa selamat kan Niken." Jawab Alvino.


Hiks... hiks... hiks....


" Kasihan Niken Bang."


Alvino memeluk tubuh Alena, air Mata Alvino pun berderai.


" Abang akan cari Niken, Abang akan bawa Niken kembali karena dia hanya satu - satu nya harta yang dimiliki Abang." Ucap Alvino.


Hiks.. hiks.. hiks..


" Ini gara - gara Alena memohon sama Abang untuk bawa Niken, kalau Alena dan Abang melarang Niken tak mungkin di culik."


" Bukan salah siapa - siapa, Abang sudah tahu siapa yang membawa Niken."


" Jangan bergerak sendiri, Saya akan bantu kamu membebaskan putri kamu." Ucap Vidi.


******


" Papah.... hiks... hiks... hiks... "


" Diam anak manis jangan menangis, papah kamu akan segera kemari." Ucap salah satu penjahat.


Hiks... hiks... hiks....


" Papah.... !!


" Kamu kirim video anak nya, kita bikin dia semakin tersiksa."


" Baik Bos."


*******


Alvino memeluk boneka Milik Niken, air matanya tak henti menetes.


" Kalau sampai Niken terjadi sesuatu Saya tidak akan pernah bisa maafkan diri Saya seumur hidup." Ucap Alvino.


" Bang, Niken pasti baik - baik saja, Niken anak pintar." Ucap Alena.


" Kenapa masalah ini harus anak Saya juga terlibat, cukup libatkan Saya kenapa harus anak Kecil seperti dia." Ucap Alvino.


*****


Raihan diam tak berkutik di saat Vidi tengah mempersiapkan senjata nya.


" Kamu kenapa diam? " Tanya Vidi pada Raihan.


" Buat apa Abang siap kan semua nya? " Tanya Raihan.


" Saya akan membantu selamat kan anak Alvino." Jawab Vidi.


" Selamat kan atau mengirimnya ke jurang neraka."


" Maksud kamu apa hah...?? "


" Sudahlah Bang, mengaku saja kalau Bang Vidi itu bagian dari mereka. Dan mereka bisa tahu dimana Bang Alvino, dan tahu dia Ajudan Jendral pasti dari Abang. Jawab Bang...!!! "


Buuuugghhh


" Sekali lagi kamu katakan kalau Saya ikut terlibat, Saya jaminkan kepala kamu pada mereka." Bentak Vidi.

__ADS_1


" Lantas kenapa Abang bisa tahu tentang Chip, Bang Niko tidak mungkin akan katakan itu ke sembarang orang, dan kenapa Pak Hadi tidak memilih Abang untuk jadi suami anaknya tapi memilih Ajudan nya." Ucap Raihan.


" Kenapa Bang, kenapa diam kenapa semua beban di berikan kepada Bang Alvino, kenapa sampai anaknya yang jadi sasaran dan pernikahan mereka pasti Abang tahu hingga semuanya di rencanakan." Ucap Raihan kembali.


__ADS_2