Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
Tidak Seperti Itu


__ADS_3

Lestari membereskan meja kerja milik Alvino yang berada di sudut depan kamar nya. Tanpa sengaja tergeletak Laptop milik Alvino.


Lestari dengan sengaja ingin membuka Laptop tersebut menghilangkan rasa bete nya.


" Mending pinjam Laptop Bang Alvino, buat main game sama berselancar dunia maya kan enak lewat laptop."


Lestari pun membuka Laptop tersebut dan tanpa di password, Lestari dengan iseng mengotak atik Laptop milik Alvino dan melihat beberapa riwayat terakhir apa yang di buka oleh Alvino.


" Tante itu Laptop Papah?" Tanya Niken saat keluar dari kamar nya.


" Iya pinjam ya." Jawab Lestari.


" Itu Laptop yang biasa buat kerja Papah, kenapa nggak pinjam punya Niken saja di kamar, Papah suka marah kalau Niken pinjem Laptop nya."


" Ya nggak tahu orang ada di meja, lagian nggak ada yang penting."


" Memang Tante mau lihat apa? "


" Laptop nya nyambung WiFi kan? "


" Iya."


Lestari pun membuka situs yang ada di laptop milik Alvino bahkan penasaran dengan apa yang di buka oleh Alvino. Saat membuka satu - satu situs, Lestari kaget terdapat situs yang hanya untuk di lihat orang dewasa.


" Wah... nakal kamu Bang." ucap Lestari dalam hati tersenyum geli.


Saat membuka Mata Lestari membulat saat siapa yang ada di situs tersebut, dan dengan sengaja membuka sosmed milik Alenka.


" Jadi Alenka di luar negeri kerja nya seperti ini, artis plus - plus." Ucap Lestari tersenyum kemenangan.


" Luar biasa, Saya unduh saja ini dan Saya sebarkan." Ucap Lestari tersenyum kemenangan.


" Tante lihat apa sih sampai Niken nggak bisa lihat? "


" Ssssstttt.. rahasia."


Setelah selesai Lestari menaruh kembali Laptop nya di tempat semula dan pergi masuk kedalam kamar nya.


*******


" Bang terima kasih sudah di antar pulang." Ucap Alenka.


" Sama - sama." Ucap Alvino.


" Ehm... Bang, boleh tidak kalau libur atau hari lain Saya main ke rumah? " Ucap Alenka.


" Boleh, kalau mau main sama Niken tidak dengan saya."


" Kenapa? "


" Karena tujuan kamu mendekati Saya kan, coba kamu dekati anak Saya apa kamu bisa. Kalau bisa kamu boleh dekati Saya tapi itu tergantung hati Saya bagaimana, kalau tidak bisa hati Saya menyambut hal itu pun tak akan pernah bisa."


" Walau Abang sudah bertunangan bagi Saya nggak masalah sebelum janur kuning melengkung."

__ADS_1


" Sudah Saya pamit dulu."


" Hati - hati Bang."


Setelah kepergian Alvino, Alenka masuk kedalam rumah nya dan mendapati Nanny


sedang menyilang kan kedua tangan nya di dada.


" Duh yang di antar." Ledek Nanny.


" Saya terkena serangan jantung Nanny kalau dekat sama dia. Berdebar - debar oh... Bang Alvino." Ucap Alenka sambil duduk di atas sofa.


" Memang nya sudah jadian?" Tanya Nanny .


" Belum, hanya memperbolehkan sebatas dekat dengan Niken. Nggak apa - apa inti utama Saya harus dekati Niken."


" Semoga berhasil."


" Dia sih bilang begitu nggak bisa mencintai Saya, karena ingin fokus sama anak.Dan dia bilang Kalau bisa kamu boleh dekati Saya tapi itu tergantung hati Saya bagaimana, kalau tidak bisa hati Saya menyambut hal itu pun tak akan pernah bisa. Itu yang di katakan pada saya." Ucap Alenka.


" Berarti kamu harus deketi anaknya."


" Tapi Niken pernah bilang dia nggak ingin Papah nya menikah lagi karena takut kehilangan lagi. Dia seperti nya memiliki rasa trauma sehingga Bang Alvino tak di ijin kan menikah lagi."


" Ehmmm..." Ucap Nanny.


******


" Bang kopi." Ucap Lestari sambil memberikan secangkir kopi pada Alvino.


" Ehm... Bang menurut Abang Alenka sama nggak seperti Alena? " Tanya Lestari.


" Jelas beda lah." Jawab Alvino.


" Menurut Abang apakah Alenka tipe Abang?"


" Bukan tipe Saya."


" Oh.. ya.. terus kenapa mengijinkan dia untuk dekat sama Niken? "


" Kalau dekat apa salah nya sih, kamu saja di sini itu salah tapi karena kedua orang tua kita yang maksa."


" Bang Saya wanita terhormat tidak seperti Alenka berpendidikan tapi nggak terhormat."


" Definisi wanita terhormat itu seperti apa, Saya ingin tahu?"


" Menjaga tubuh nya, menjaga tingkah lauknya."


" Kamu tinggal sama pria disini terhormat nggak?"


" Saya kan tunangan Abang bukan orang lain dan terus disini ada Niken."


" Kalau nggak ada Niken berarti kamu akan bebas bersama Saya. Dan di dalam otak kamu berfantasi kita melakukan nya terus nikah, benar kan?" Ucap Alvino.

__ADS_1


" Kok Abang begitu sih bilang nya."


" Lestari, seharusnya kamu tidak usah melakukan ini, kamu juga sudah tahu jawaban nya."


" Saya akan dapat kan Abang."


*****


Alenka pun datang menjemput Niken, namun saat datang pandangan mata para istri Anggota menatap sinis ke arah Alenka.


Alenka tersenyum pada mereka namun senyuman nya seolah tersenyum terpaksa.


" Sudah siap? "Tanya Alenka.


" Sudah Tante." Jawab Niken.


" Maaf , lebih baik Niken sama mba Lestari saja karena bagaimana pun mba Lestari punya hubungan yang lebih dekat sama Niken. Sedang kan Ibu Alena bukan Mamah nya kasihan kalau Niken masih kecil dapat pengaruh buruk." Ucap Salah satu istri Anggota.


" Maksudnya apa ya bu, Saya nggak mengerti dan Saya berpengaruh buruk bagaimana ya?"


" Seharusnya kamu malu, memaksa mendekati suami saudara kamu, apalagi profesi kamu seperti apa."


" Maksudnya gimana ya? "


" Mba jadi perempuan punya harga diri dong, nggak pantas orang nggak suka malah maksa apa nggak ingat almarhumah Ibu Alena."


Lestari pun datang dengan tersenyum sinis, dan memutari tubuh Alenka.


" Seharusnya kamu ngaca mengejar yang tak pasti, seharusnya kamu mikir apa pantas seorang pe******ur bersanding dengan Bang Alvino." Ucap Lestari.


" Saya bukan pe******ur." Ucap Alenka.


" Sama aja mba, menjajakan tubuh nya sama pria banyak." celetuk salah satu istri Anggota.


" Tapi tidak seperti yang kalian kira, Saya tidak seperti itu."


" Ada apa ini, kok Niken belum berangkat? " Tanya Alvino.


" Pak jadi pria yang tegas dong apa tidak kasihan sama almarhumah istri Bapak, lihat ada perempuan yang kejar - kejar Bapak maksa diam saja apa lagi dia seorang pe*****ur."


" Raihan tolong antar Niken." Ucap Alvino pada Raihan saat itu dia datang bersama Raihan.


" Siap Bang, yuk berangkat."


Setelah melihat Niken berangkat di antar Raihan Alvino memandang kesal pada kedua istri Anggota tersebut dan Lestari.


" Katakan siapa yang mengatakan kembaran istri Saya seperti itu?" Tanya Alvino.


" Maaf Pak, adik Bapak sendiri mba Lestari." Jawab Ibu Wahyu.


" Terima kasih untuk tegurannya, dan siapa saja yang tahu informasi ini? " Tanya Alvino.


" Hanya kami berdua baru tahu tadi pagi." Jawab nya.

__ADS_1


" Sebaiknya sebelum jelas faktanya jangan asal menuduh apalagi di depan anak Saya. Dan kamu Lestari buat apa menyebar luas aib orang lain. Dan Saya minta Ibu berdua jangan katakan ke orang lain, kalau sampai tahu di telinga Saya, Saya akan berhadapan dengan suami Ibu paham."


" Paham Pak maaf kan kami."


__ADS_2