Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
Rasa Sebenarnya


__ADS_3

" Apa Bu hak asuh Niken sama mereka? " Ucap Alvino saat menerima telepon dari Ibu Husna.


" Karena kamu tidak mau menikah sama Lestari jadi Niken akan mereka ambil, mereka tidak mau Niken di asuh oleh istri baru kamu." Ucap Ibu Husna.


" Bu lagian siapa yang akan menikah lagi, Saya sudah memutuskan untuk sendiri saja dan Mengasuh Niken."


" Kamu makan nya harus menuruti apa kata kami, tinggal bilang mau melanjutkan apa susahnya sih. Ini gara - gara kamu menikah sama Alena, jadi seperti ini. Waktu belum menikah dengan nya kamu baik - baik saja."


" Bu dari situ Saya menyadari Saya tidak bisa mencintai Lestari."


" Cinta bisa datang sendiri , yang penting ada buat Niken kasih sayang yang lengkap."


" Maaf Bu tidak bisa."


" Baik kalau tidak bisa, hak asuh Niken akan di ambil oleh mereka."


" Niken tak akan mau bu."


" Apa boleh buat kami akan men jemput Niken."


Tuuuutttt


" Aaaarrrrrggg ada saja." Ucap Alvino kesal.


Alvino mendekati Niken yang sedang mewarnai gambarnya.


" Sayang."


" Ada apa Pah? "


" Kamu senang ikut sama Papah atau Ikut sama Keluarga Mamah Wulan?" Tanya Alvino.


" Niken lebih suka sama Papah sekarang." Jawab Niken sambil melanjutkan mewarnai.


" Papah tidak akan melepaskan kamu Niken, papah tidak akan memberikan hak asuh pada mereka."


******


" Sudah masuk semua tidak ada yang tertinggal?" Tanya Alenka saat akan kembali pulang dari rumah sakit.


" Sudah Nona, ada waktu 2 hari sebelum kita tinggal kan negara ini." Ucap Nanny.


" Nona apakah Kita terbang dulu menemui Pak Hadi dan Bang Niko?" Ucap Nanny kembali.


" Iya kita temui mereka."


******


" Mau kemana? " Tanya Alvino saat Vidi akan masuk kedalam mobil nya.


" Mau jemput Alenka keluar dari rumah sakit." Jawab Vidi.


" Sini Saya saja yang jemput." Ucap Alvino.


" Serius kamu?" Ucap Vidi .


" Memangnya muka Saya tidak menyakinkan." Ucap Alvino sambil menyambar kunci mobil milik Vidi.


*****


Alvino pun turun dari mobil nya dan berjalan menuju ke kamar rawat Alenka. Saat sampai pintu sedikit terbuka dan melihat Alenka dan Nanny sedang duduk.


" Sudah siap? " Tanya Alvino


" Bang Vidi mana? " Ucap Alenka bertanya.

__ADS_1


" Dia nggak bisa tiba - tiba ada halangan." Jawab Alvino bohong.


" Yasudah yuk kita pulang." Ucap Nanny.


Alvino membawa tas pakaian milik Alenka dan Nanny, Alenka yang duduk di dorong kursi roda hingga depan pintu keluar rumah sakit."


Saat di perjalanan hanya diam tak ada percakapan dimana Alenka duduk di samping Alvino.


" Bang terima kasih ya." Ucap Alenka memulai percakapan.


" Sama - sama." Ucap Alvino .


" Kamu jaga kesehatan nanti di Sana, bergayalah hidup sehat jangan seperti ini lagi. Sayangi lah tubuh kamu." Ucap Alvino kembali.


" Iya Bang insya Allah Saya akan berubah sedikit demi sedikit." Ucap Alenka sambil tersenyum.


*******


Alenka dan Alvino duduk berdampingan di ruang tamu, Nanny yang sengaja memilih meninggal kan mereka berdua agar lebih leluasa untuk mengobrol.


" Kamu jadi pergi? " Tanya Alvino.


" Jadi kan Tiket sudah di pesan." Jawab Alenka.


" Saya kira nggak jadi." Ucap Alvino.


Alenka menoleh ke arah Alvino yang sedang tertunduk.


" Apa kalau saya nggak jadi pergi, Bang Alvino akan mencintai Saya? "


Alvino menoleh ke arah Alenka lalu tersenyum ke arah nya.


" Saya bingung dengan perasaan Saya saat ini, di saat seperti ini rasa berbeda di saat mendengar kamu akan pergi jauh rasa nya kehilangan."


" Terima kasih ya, maaf kan Saya kalau selama ini Saya banyak salah."


" Sama - sama Bang, maaf kalau Saya memaksa Abang untuk mencintai Saya atau Saya telah mencintai Abang."


******


Alvino berhenti di tengah - tengah perjalanan, di dalam mobil dirinya menyandarkan kepalanya.


" Ya Allah Saya bingung dengan hati ini, Saya tak ingin membuka hati tapi sakit dan rasa Saya tak rela." Ucap Alvino sambil memejamkan matanya.


*****


Alenka duduk bersandar di kepala ranjang sambil memperhatikan Nanny yang sedang memasukan pakaian.


" Nanny apa tidak bisa nanti malam saja kita berangkat? " Ucap Alenka seketika membuat Nanny berhenti melakukan pekerjaan nya.


" Kita lusa baru berangkat." Ucap Nanny.


" Saya ingin nanti malam, pesan kan Tiket nya."


Nanny pun menuruti keinginan Alenka dan memulai mencari informasi jadwal pesawat yang akan terbang ke negara tujuan Alenka dan Nanny.


" Nona untuk nanti malam tidak ada, besok jam 12 siang ada, lebih baik lusa saja nona."


Hiks... hiks.. hiks...


" Nona kenapa menangis? " Nanny mendekati Alenka yang tiba - tiba menangis.


" Sakit Nanny kalau Saya masih terus melihatnya, dia sendiri saja sudah jelas dengan perasaan nya."


" Kata kan jujur pada Saya, apakah Nona merasakan berat melupakan nya? "

__ADS_1


" Benar Nanny Saya terlalu mencintai nya, dan Saya semakin melupakan nya semakin sakit Nanny hiks... hiks.. hiks... "


******


" Bagaimana tadi keadaan Alenka?" Tanya Vidi.


" Kalau sudah boleh pulang ya sudah baikan." Jawab Alvino.


" Kamu kenapa nggak jujur saja kalau kamu suka juga sama dia." Ucap Vidi tiba - tiba.


" Maksud kamu? " Ucap Alvino.


" Sudah lah jangan mengelak, dari sikap kamu Saya sudah tahu kamu itu suka sama Alenka."


" Saya bingung yang sedang Saya rasa kan."


" Bingung nya, Saya intinya berat sama Niken. Saya pilih Alenka Niken akan di ambil, Saya mencintai Alenka Niken tak ingin sosok seorang ibu."


" Jadi benar kamu suka? "


" Lebih baik Saya buang jauh - jauh, Saya tak ingin kehilangan putri kecil Saya."


*******


" Nona apakah hari ini anda tidak ingin bertemu untuk terakhir kali nya bersama Bang Alvino dan Niken? "


" Tidak Nanny, Saya ingin belajar melupakan dari sekarang. "


" Nona yakin?"


" Sangat yakin."


******


" Papah kok nggak di makan? " Tanya Niken saat sedang sarapan pagi.


" Ini papah makan." Jawab Alvino sambil memasukan sendok yang berisi nasi kedalam mulutnya.


" Papah hari ini Tante Alenka berangkat ya?" Ucap Niken .


" Mungkin sekarang sudah di Bandara." Ucap Alvino.


" Papah kalau sayang sama Tante Alenka, Papah boleh temui dia."


Alvino langsung menatap Niken.


" Maksud Niken? "


" Gara - gara Niken yang egois tidak mementingkan kebahagian Papah."


" Siapa yang egois, Niken nggak egois. Kalau pun Papah menolak karena Papah tidak ingin kehilangan Niken."


" Niken nggak akan pergi kemana - mana Pah."


" Nenek fatmah ingin kamu ikut sama mereka sayang, Papah berat melepaskan kamu untuk dalam asuhan mereka."


" Niken akan tetap sama Papah, kejar Tante Alenka Pah bawa kemari."


" Kamu serius nak? "


" Iya Pah bawa Tante Alenka, Niken mau Papah bawa Tante Alenka sebagai mamah Niken."


" Papah akan jemput Tante Alenka untuk tidak pergi."


" Karena Niken nggak mau Papah tidak bahagia, Niken ingin kita sama - sama Bahagia."

__ADS_1


__ADS_2