
Alenka membawa makanan yang dia masak di. rumah mertuanya, dengan langkah santai Alenka memasuki kamar rawat inap Niken.
Namun saat masuk terlihat Lestari tengah berbaring di atas tempat tidur bersama Niken yang tertidur lelap, sedangkan Alvino di kursi sedang bermain game.
" Yank sudah pulang." Sapa Alvino.
" Iya Bang tadi Saya masak." Ucap Alenka melihat ada bekas rantang kosong dan sendok.
" Eh Alenka maaf ya, tadi Saya Mau pulang nggak boleh sama Niken nya malah suruh temenin tidur.
" Iya nggak apa - apa kok."
" Kamu masak, tadi kami bertiga habis makan." Ucap Lestari.
" Oh ya.. terima kasih."Ucap Alenka.
" Kamu masak apa sayang? " Tanya Alvino membuka rantang yang di bawa Alenka.
" Tadi Saya masak sambal goreng ati, sayur ayam kuning sama tahu walik." Jawab Alenka.
" Enak dong, Abang coba ya." Ucap Alvino.
" Katanya Abang sudah makan? " Tanya Alenka.
" Itu kan tadi, sekarang sudah turun lagi." Jawab Alvino yang tahu perasaan Alenka saat ini.
Lestari membereskan rantang nya dan menyusun nya kembali.
" Terima kasih ya Lestari, untuk makan siang nya." Ucap Alenka.
" Iya sama - sama, Alenka maaf kalau boleh saran Bang Alvino nggak suka hati dia nggak akan makan." Ucap Lestari.
" Oh.. iya Bang maaf Saya nggak tahu." Ucap Alenka.
" Nanti Abang makan, Abang doyan kok." Ucap Alvino.
" Sejak kapan Abang doyan Hati sapi atau Hati Ayam? " Tanya Lestari.
" Sejak sekarang." Jawab Alvino.
" Biar nanti sambal goreng nya Saya yang makan." Ucap Alenka.
" Kalau begitu Saya pamit dulu ya." Ucap Lestari.
" Hati - hati di jalan terima kasih." Ucap Alvino.
Lestari pun tersenyum dan pergi meninggal kan kamar rawat Niken. Alenka dengan wajah cemberut nya mengambil nasi dan menaruh lauk nya di atas piring plastik yang dia bawa dari rumah.
" Kirain Abang sama Niken belum pada makan, niat hati dari rumah ingin makan sama - sama ternyata sudah pada makan." Ucap Alenka sambil makan semua sambal goreng Hati sapi yang dia bikin.
Alvino mengambil piring yang ada di tangan Alenka dan memakan sambal goreng Hati yang memang tidak disukai.
" Katanya Abang nggak suka kenapa di makan?"
__ADS_1
" Sayang sudah kamu masak capek - capek, masa Abang nggak hargai masakan istri."
" Maaf Bang, Saya belum tahu mana yang Abang sukai dan mana yang Abang tidak suka. Lestari kan sudah lama kenal Abang mungkin Saya akan banyak tanya Sama dia."
" Buat apa tanya sama dia, tanya langsung saja sama orang nya yang sedang duduk di samping kamu." Ucap Alvino sambil mengunyah makanan nya.
" Tadi Abang bicara apa saja sama Lestari, nggak mungkin kan di tinggal lama diam saja." Tanya Alenka.
" Kamu cemburu ya? " Tanya Alvino kembali bertanya.
" Nggak cemburu ngapain cemburu." Jawab Alenka.
" Sudah ngaku saja, cemburu juga nggak apa - apa." Ledek Alvino.
" Iya Saya cemburu, bagaimana nggak cemburu ada wanita dewasa di kamar ini walau bersama Niken."
" Sayang, Abang tadi bicara seperlunya saja sama Lestari kamu tahu saat kamu masuk tadi Abang sedang bermain game. Dari tadi Lestari sama Niken, kalau nggak percaya tanya saja Niken nya kalau sudah bangun."
" Saya percaya kok Bang."
" Kamu tenang saja Yank, suami. kamu ini bukan tipe orang seperti itu. Abang nggak akan mengkhianati kamu." Ucap Alvino yang sudah selesai makan menghabiskan semua nya.
" Abang habis? " Alvino tersenyum ke arah Alenka.
" Enak masakan nya, makasih."
Alenka tersenyum kecut saat mengatakan masakan nya enak.
" Kenapa? "
" Astaghfirullah sayang, beneran enak yang nggak suka malah jadi Abang suka."
" Nggak bohong? "
" Nggak sayang, beneran Abang nggak bohong."
******"
" Kamu dari mana Lestari? " Tanya Ibu Fatma.
" Dari rumah sakit." Jawab Lestari sambil menaruh rantang di atas meja.
" Itu masakan kamu di makan semua? "
" Tadi kita makan bertiga Bu."
" Bertiga? "
" Alenka saat itu sedang pulang, baru datang sehabis dzuhur." Ucap Lestari.
" Jadi kamu banyak kesempatan dekat dong sama Alvino."
" Nggak juga sih Bu, bicara seperlunya saja. Saya banyak mengobrol sama Niken."
__ADS_1
" Jadi kamu dari pagi sampai siang baru pulang nggak deketin Alvino? " Tanya Ibu Fatma kesal.
" Sudah lah Bu, jangan bahas itu lagi. Lestari nggak mau jadi pelakor loh Bu." Jawab Lestari.
" Lestari, kamu lihat banyak yang rumah tangga nya berantakan itu karena memang belum jodoh. Alvino juga siapa tahu jodoh kamu hanya dengan cara seperti ini dulu."
" Ibu ini ya lama - lama ngawur kata - katanya, ngajarin Saya seperti ini."
" Lah memangnya kenapa, salah seorang Ibu ingin anak nya bahagia. Ibu tahu kamu suka dari dulu sama Alvino hanya saja Almarhum. kakak kamu yang mendapatkan nya."
" Belum jodoh Bu."
" Lestari, Ibu ingin apa yang kamu ingin kan, Ibu ingin terwujud nak. Apa yang harus jadi milik kamu seharusnya itu kamu dapatkan."
" Bu tolong stop berharap, Bang Alvino sudah menikah jangan merusak rumah tangga mereka. Seandainya rumah tangga Lestari seperti itu apa Ibu tega melihat anak Ibu pernikahan nya hancur. Nggak kan bu, makannya Saya nggak mau sebuah balasan terjadi pada Saya. Jadi mohon Bu jangan berharap terus dan jangan menyuruh Lestari untuk berbuat jahat terus. Lestari mohon Bu, ikhlas kan Bang Alvino dengan pasangan nya yang sekarang. Lestari mohon sama Ibu."
" Tapi nak, sampai saat ini kamu belum mendapatkan jodoh."
" Untuk itu Lestari santai Bu, kalau sudah bertemu juga pasti nggak akan lari.Ibu doa kan saja supaya Saya cepat dapat jodoh lebih dari Bang Alvino."
Ibu Fatma memeluk tubuh Lestari, begitu pun juga Lestari yang membalas pelukan Ibu nya.
" Doa seorang Ibu yang baik untuk anak nya, insya Allah terkabulkan Bu." Ucap Lestari.
******
" Papah Tante Lestari mana? " Tanya Niken saat bangun tidur.
" Sudah pulang sayang dari tadi." Jawab Alvino.
" Niken haus." Ucap Niken.
Alenka pun mengambil air minum yang sudah tersedia di gelas.
" Makasih mah." Ucap Niken setelah minum.
" Mau makan sayang, Mamah masak." Ucap Alenka.
" Mau mah." Ucap Niken.
" Mamah suapin ya."
Alenka pun lalu menyuapi Niken, dengan lahapnya Niken makan masakan Alenka.
*****
" Niken sudah boleh pulang Bapak Ibu, karena kondisi nya sudah pulih." Ucap Dokter anak yang memeriksa Niken.
" Alhamdulilah, sayang kamu pulang hari ini." Ucap Alenka.
" Dokter, apakah anak Saya bisa langsung perjalanan jauh karena kami harus kembali? " Tanya Alvino.
" Lebih baik menunda dulu 1 atau 2 hari Pak, karena takut sampai sana drop lagi." Jawab Dokter anak.
__ADS_1
" Baik Dok Saya akan ikuti saran Dokter." Ucap Alvino.
" Kalau begitu Saya permisi dulu."