Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
Kecewa


__ADS_3

" Eh.. sedang pada ngapain nih? " Sapa Alenka yang baru pulang.


" Dari mana Mah, pergi nggak pamit ponsel nggak di bawa. Papah khawatir sedang hamil muda takut kenapa - napa." Tanya Alvino.


" Maaf tadi buru - buru, Mamah ganti pakaian dulu ya." Jawab Alenka.


Alenka pun masuk kedalam kamarnya, dan langsung memasukan pakaian yang dia kenakan di keranjang kotor.


Alenka memijat kakinya, dan terlihat tumitnya yang lecet dan kakinya bengkak. Nanny masuk kedalam kamar Alenka dan melihat ada beberapa pakaian kotor yang tak pernah di pakai lagi oleh Alenka kini di pakai.


" Nona coba jelaskan? " Tanya Nanny.


" Suami Saya nggak akan memeriksa cucian kotor dia langsung berikan ke loundry besok. Jadi Saya tahu kapan dia akan mencuci pakaian di rumah. Selama Saya hamil kan dia yang cuci pakaian." Jawab Alenka.


" Nona tanda tangani kontrak itu? " Tanya Nanny.


" Ini yang terakhir hanya untuk menaikan lagi omset perusahaan MR X." Jawab Alenka.


" Naik, setelah Nona hengkang turun lagi, lama -lama di minta kembali."


" Saya Sundah menyeleksi siapa yang pantas menggantikan Saya. Dia tadi beradu akting sama saya dan berbagai pemotretan."


" Bang Alvino akan Marah besar."


" Dia tidak akan pernah tahu."


" Tapi Nona..??"

__ADS_1


" Kamu nggak banyak bicara beres kan? "


*****


" Yank, kulit kamu kok kayak pada merah seperti orang habis berjemur? " Tanya Alvino melihat punggung Alenka memerah.


" Oh ini sudah Saya kasih salep, sehari dua hari nanti juga normal lagi." Jawab Alenka.


" Oh.. gitu." Ucap Alvino.


Namun saat Alvino membuka ponsel ya, mata Alvino membulat melihat sebuah postingan salah satu warganet.


Mata Alvino membulat lebar dan melihat berbagai slide photo.


" Tadi siang kamu ke mana? " Tanya Alvino.


" Punggung kamu terbakar sinar matahari bagaimana ceritanya? " Tanya Alvino.


" Oh itu mungkin kena keringat di garuk terus memerah." Ucap Alenka tanpa menatap ke arah Alenka.


Praaakkk


" Abang....!!! " Teriak Alenka saat melihat ponsel milik Alvino melayang ke arah tembok.


" Sejak kapan kamu berbohong sama suami kamu? " Bentak Alvino.


" Maksud Abang apa sih? " Ucap Alenka.

__ADS_1


" Kamu kerja lagi seperti dulu, dan punggung kamu itu karena kamu shooting di sebuah kolam renang. " Ucap Alvino dan lantas menumpahkan keranjang pakaian yang penuh dengan pakaian nya Alenka.


" Ini apa?? " Ucap Alvino saat memperlihatkan pakaian Alenka yang kurang bahan.


" I - itu mau Saya cuci Bang, lama di lemari jadi kena jamur."


" Oh kena jamur." Alvino membuka lemari pakaian nya, dan mengacak seluruh isi lemari hingga menemukan pakaian super ketat milik Alenka.


Sreeeeet


Sreeeettt


" Abang...!!! "


" Kenapa, kamu takut tidak bisa kerja? " Ucap Alvino.


" Bu - bukan begitu."


" Saya kecewa sama kamu, ternyata omongan kamu di awal itu bohong untuk menerima Saya apa ada nya. Apa kamu merasa kurang secara finansial hah... benarkan sehingg kamu lakukan itu? "


" Nggak Bang dengarin penjelasan Saya. Memang Saya kembali dan semua nya di kerjakan disini. Tapi ada alasannya." Ucap Alenka.


" Mau di jelaskan bagaimana, sudah jelas." Ucap Alvino meninggalkan Alenka yang masih berada mematung.


Saat Alvino melangkah keluar kamar, Alvino berpapasan dengan Nanny.


" Kenapa kamu diam tak jujur sama Saya hah..!!" Ucap Alvino.

__ADS_1


" Ma - maaf Bang Saya ingin katakan tapi Abang saat itu sedang sibuk." Ucap Alenka.


__ADS_2