
" Yank kalau kayak gini terus Abang nggak kuat?"
" Maksudnya? "
" Kamu itu sudah menggoda Abang bahkan kamu sudah seperti candu." Ucap Alvino sambil ******* bibir Alenka.
" Bang udah ih." Ucap Alenka merasa risih karena Alvino selalu membuat nya sedikit tersengat.
" Mau kemana? "
" Ngatuk Bang ingin tidur, kalau mau pulang tutup Bang pintu nya."
" Apa Abang akan biarkan itu pintu nggak di kunci terus kamu sedang tidur lalu ada yang masuk bagaimana?"
" Kan Kamar Alenka ada kuncinya."
" Ya sudah Abang pulang, kamu kunci pintu rumah dan Kamar. "
Alenka memeluk tubuh Alvino dan Alvino membalas pelukan Alenka.
" Abang pulang ya? "
" Saya tidur biasa sama Nanny kadang - kadang sekarang sendirian."
" Terus Abang mesti menginap hem..? "
" Niken sama siapa? "
" Niken malam ini di jaga sama Vidi yang sedang main catur di depan rumah sama Anggota lain."
"Ya sudah Sana pulang, nggak enak di titipin sama orang."
" Kalau tidur di rumah Abang bagaimana? "
" Nggak akh Bang nggak enak saya."
" Kapan kamu siap ketemu sama Ayah ajak Abang? "
" Abang serius? "
" Serius sayang, dari pada kita kayak gini terus."
" Tapi Nanny belum datang, Niken bagaimana? "
" Kita kesana bawa Niken, sambil bertemu keluarga Abang."
" Ehm... " Alenka menundukkan wajahnya.
" Kenapa? "
" Alenka takut kedua orang tua Abang tidak menyetujui hubungan kita. Abang kan sudah di jodohkan sama Lestari."
" Apapun yang terjadi Abang akan pertahankan semuanya."
" Terima kasih Bang."
" Bang."
" Iya? "
" Nanti kita menikah dimana?"
" Kamu Mau nya dimana? "
" Rumah di sana bagaimana? "
" Rumah kamu? "
" Iya? "
" Masih ada, dan kosong kenapa? "
__ADS_1
" Saya ingin menikah di sana dimana Saya tumbuh besar di sana walau saat itu Saya harus pergi."
" Abang akan suruh orang membersihkan rumah di sana dan dari Sana kita akan mulai hubungan ini."
******
" Saya mau mengajukan cuti Bang, Saya ingin pulang kampung dan pergi menemui Pak Hadi dan Bang Niko ingin meminta restu." Ucap Alvino.
" Akhirnya menuju tahap serius." Ucap Vidi.
" Alenka ingin menikah di sana, di rumah nya nanti Bang Vidi datang ya sebagai wakil dari keluarga Alenka. '
" Pasti Saya akan hadir."
******
" Sayang nanti kita pulang kampung ya." Ucap Alvino.
" Kapan Papah? "
" Ayah baru Mau mengajukan cuti, Papah ingin bicara sesuatu sama Niken."
" Bicara apa? "
" Ehm... Papah mau menikahi Tante Alenka, Niken setuju kan? "
" Niken setuju Pah, Niken mau Tante Alenka jadi Mamah Niken."
" Alhamdulilah makasih sayang."
Alvino memeluk tubuh Niken, tangan mungil Niken pun membalasnya.
******
" kita berangkat lusa." Ucap Alvino pada Alenka dan Niken saat sedang Jalan bersama di sebuah taman.
" Serius Bang? " Ucap Niken.
" Saya jadi nggak sabar Bang ingin cepat sampai di rumah."
" Abang sudah suruh orang, dia tukang kebun Ayah kebetulan saat kejadian semua asisten rumah tangga tukang kebun semuanya di pulang kan seperti sudah tahu hal buruk akan terjadi. Tadi mulai hari ini langsung di bersihkan. Dan nanti sampai Sana kamu bisa tinggal di rumah kamu." Ucap Alvino.
" Terima kasih Bang, terima kasih.
" Sama - sama."
" Papah nanti Niken nggak di tinggal di sana kan? " Tanya Niken.
" Ya nggak lah, Niken kan bakalan ikut kemana Papah dapat tugas Dinas." Jawab Alvino.
Gadis kecil itu tersenyum dan pergi bermain di tengah - tengah taman sambil mengejar kupu - kupu.
" Ehm... Alenka."
" Iya Bang? "
" Lebih baik Abang cerita sekarang sama kamu."
" Cerita apa Bang? "
" Sebenarnya keluarga almarhumah Mamah nya Niken bilang kalau Abang tidak menikah dengan Lestari, mereka ingin mengambil hak asuh Niken, mereka meminta Niken, kalau tak ingin jauh dari Niken Abang harus menikah sama Lestari."
" Lantas bagaimana? "
" Abang jujur, tak Mau dan Abang akan tetap memilih kamu Sayang."
" Saya akan mencintai Niken Bang seperti Lestari mencintai Niken."
" Terima kasih sayang, apapun terjadi di sana kita hadapi sama - sama." Ucap Alvino sambil menggenggam tangan Alenka.
Alenka sambil bersandar di bahu Alvino sambil mengawasi Alenka yang masih berlari kesana kemari."
__ADS_1
******
Alenka, Alvino dan Niken sudah berada di dalam pesawat, mereka akan berkunjung di kambung halaman.
Alvino memejamkan matanya teringat saat bersama Alena saat itu terakhir bersama Niken dan kini pergi dengan wajah yang sama namun berbeda.
" Bang ngatuk? " Tanya Alenka.
" Nggak hanya capek saja." Jawab Alvino.
" Bang, di sana banyak berubah nggak rumah, seperti pohon mangga masih kah? "
" Pohon mangga belakang rumah? "
" Iya."
" Masih ada berdiri kokoh."
" Saya masih ingat, di bawah pohon mangga itu Saya dan Alena menghabiskan waktu bersama dengan bermain masak - masakan."
Alvino membayangkan rumah tersebut dimana dia akan mengingat saat mengucap janji suci bersama Alena dan hal itu akan terjadi lagi bersama Alenka.
****
Perjalana yang mengesankan bagi Alenka kini telah sampai dimana dia melihat rumah yang telah lama dia tinggal kan. Senyum mengembang dimana Alenka mengingat saat - saat indah bersama Niko, Alena dan Ayah nya.
" Yuk masuk." Ajak Alvino.
" Ini rumah siapa Pah? " Tanya Niken.
" Ini rumah Tante Alenka dan Mamah Alena." Jawab Alvino.
" Besar sekali Pah? "
" Rumah pribadi keluarga Tante memang besar sayang, kamu nanti bisa sepuasnya bermain disini."
" Pak Alvino." Sapa Mamg Udin.
" Mang apa kabar? " Ucap Alvino sambil berjabat tangan.
" Alhamdulilah baik." Ucap Mang Udin sambil menatap wajah Alenka.
" Nona Alenka? "
" Mang Udin." Ucap Alenka.
" Ya Allah Nona apa kabar? "
" Alhamdulilah baik Mang."
" Biar Mamang yang bawa barang kalian, lebih baik istirahat dulu sudah Mamang bersihkan." Ucap Mang Udin.
" Terima kasih Mang." Ucap Alvino.
Saat memasuki rumah, dimana Alvino mengingat sebelum kejadian tersebut. Dimana di ruang tengah dia mengucap kan janji suci bersama Alena.
" Bang saya masuk ke dalam kamar saya dulu ya kangen sama kamar saya." Ucap Alenka.
" Abang Mau keliling dulu." Ucap Alvino.
" Sayang kita ke kamar yuk." Ajak Alenka pada Niken.
" Ayok." Ucap Niken.
Alvino berjalan menuju kamar Alena, saat membuka pintu kamar Alena, Alvino memejamkan matanya dan saat sudah berada di dalam kamar Alena kedua kaki Alvino sangat lemas. Lantas dia segera duduk di atas tempat tidur.
Bayangan dirinya dan Alena masih teringat, saat pertama kali memasuki Kamar nya dan saat dimana kejadian tersebut di mulai.
" Ya Allah kenapa nyesek begini, saya pergi dengan Alena, kini kembali dengan saudara kembarnya dimana di rumah ini akan di mulai lagi dengan wanita yang berbeda namun wajah yang sama. " Alvino mengusap wajahnya dengan mata yang berkaca - kaca.
Mata Alvino melihat sebuah photo pernikahan dirinya bersama Alena, entah siapa yang memphoto. Photo tersebut berada di atas meja rias Alena.
__ADS_1