Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
Ikhlas


__ADS_3

Pak Hadi dan Niko di amankan karena mereka berdua menyerahkan diri karena bagaimana pun ikut terlibat, dan Vidi pun ikut menjadi sebagai saksi.


Alvino ikut kedalam mobil Ambulance yang membawa Jenzah Alena, Niken pun memeluk tubuh Alvino sambil menangis.


Alvino menatap tubuh Alena yang tertutup rapat Kain putih, kini tubuh nya telah kaku dan tak lagi bergerak.


" Papah... Mamah.. hiks... hiks... " Ucap Niken.


" Mamah sudah tenang sayang di Surga, Mamah sudah bahagia disana." Ucap Alvino.


*****


" Pak apakah sudah siap? " Tanya seorang Dokter yang akan memindahkan ginjal Alena pada Niken.


" Boleh Saya meminta waktu sebentar untuk melihat Jenazah istri Saya yang terakhir kalinya? " Ucap Alvino.


" Silahkan Pak."


Alvino mendekati tubuh Alena yang kini terbaring di dalam kamar Jenzah. Alvino membuka penutup yang menutupi wajah nya. Terlihat tampak tersenyum dan bersinar, kini senyum dan celotehnya tak lagi bisa di dengar.


Hiks... hiks... hiks...


" Begitu singkat kita bertemu, begitu singkat kita memulai suatu hubungan. Hiks... hiks.. hik... Saya merasakan sangat kehilangan kamu Alena. Hiks.. hiks... "


Alvino mengusap wajah Alena dan mencium kening nya.


" Selamat jalan sayang, terima kasih kamu sudah memberikan kedua ginjal kamu untuk Niken. Kami tidak akan pernah lupa sama kamu, kehadiran kamu walau sebentar tapi tetap akan selalu di simpan di hati."


******


Alvino duduk di depan kamar operasi bersama Raihan setelah dirinya mendapatkan penanganan akibat luka tembak.


Alvino hanya memejamkan matanya, menahan sesak di dada karena kehilangan dua wanita yang di cintainya.


" Baru kemarin Saya sama dia memulai suatu hubungan. Dan hari ini Saya harus ikhlas melepaskan nya untuk selamanya." Ucap Alvino.


" Sabar Bang, suatu saat kalian akan di pertemukan kembali." Ucap Raihan.


" Saya menyesal belum bisa bahagia kan dia sebagai istri Saya, karena hati kami masih ada pada masa lalu."


" Alena juga mengerti Bang, tapi setidaknya kalian sudah saling jujur bahwa kalian memiliki suatu perasaan yang sama."


" Dia wanita berhati mulia sampai dia sudah meninggal pun memberikan kehidupan yang sempurna pada Niken. Saya tidak bisa membalasnya hiks.. hiks... hiks... bahkan cinta Saya untuk dia belum merasakan bagaimana cara Saya mencintainya." Ucap Alvino.


Raihan menepuk pundak Alvino, Raihan pun merasakan bagaimana yang di rasakan senior nya.


****

__ADS_1


" Alhamdullilah Pak operasi nya berjalan lancar." Ucap Dokter yang menangani operasi transplantasi Ginjal.


" Alvino hanya tersenyum, dan melihat dua brankar keluar pertama Niken yang akan di pindah ke ruang observasi dan kedua Alena yang tubuh nya tertutup semua Kain warna putih.


" Jenazah nya akan langsung di proses di Mandi kan dan langsung di kafani." Ucap Dokter.


" Ya Dok, kalau sudah siap kami akan segera membawa pulang." Ucap Raihan.


Alvino menatap tubuh Alena yang menjauh menuju kamar mayat.


****


Sedang kan di rumah Dinas Alvino sudah berkumpul teman - teman Alvino dan Para Itu Persit yang melayat.


Jenazah Alena yang sudah di Mandikan dan di shalat kan langsung menuju ke pemakaman. Dimana para pelayat langsung menuju ke pemakaman.


Pak Hadi dan Niko pun sudah hadir dimana ketiga nya bersama Alvino turun kebawah liang lahat menaruh Jenazah Alena. Alvino pun meng adzan kan Jenazah Alena.


Tubuh yang terbalut Kain kapan kini sudah tertutup tanah dan taburan bunga - bunga. Dimana Alvino terus memanjatkan Doa untuk istrinya dan mencium nisan yang bertuliskan nama Alena.


" Selamat jalan sayang, Surga untukmu. Sampai bertemu kita sampai di keabadian."


" Alvino."


Alvino pun berdiri dan menatap dengan senyuman pada Pak Hadi dan Niko.


" Saya belum menjadi suami yang sempurna Ayah, masih belum saling merasakan." Ucap Alvino.


" Terima kasih sudah menjaganya." Ucap Niko.


" Sama - sama Bang."


******


Hiks... hiks... hiks...


" Niken sayang kenapa menangis? " Tanya Alvino saat baru pulang dari pemakaman.


" Gara - gara Niken Mamah meninggal." Jawab Niken.


" Nggak sayang, Mamah meninggal bukan karena Niken. Ini sudah takdir sayang, dan Mamah malah sayang sama kamu untuk Niken menjalani hidup normal dan sehat seperti anak - anak seumuran Niken. Saking sayang nya, mamah memberikan kedua ginjal nya pada Niken." Ucap Alvino sambil membelai rambut Niken.


" Papah."


" Iya nak? "


" Mulai sekarang Niken tidak mau memiliki Mamah lagi."

__ADS_1


" Kenapa? "


" Niken sudah dua kali kehilangan Mamah, sekarang Niken tidak mau kehilangan untuk ketiga kali nya. Dan Papah jangan tinggal kan Niken seperti Mamah Wulan dan Mamah Alena."


Alvino memeluk tubuh Niken, mencium pucuk kepalanya.


" Mamah Wulan dan Mamah Alena tidak pergi meninggal kan kamu sayang, mereka berdua ada di hati Niken apalagi Ginjal Mamah Alena ada pada tubuh Niken, ikatan kalian pun menjadi dekat. Sering - sering kirim doa untuk Mamah Wulan dan Mamah Alena."


" Niken Nggak mau kehilangan Papah juga."


******


Acara doa bersama pun telah usai, satu persatu tamu pun pulang. Alvino pun masuk kedalam kamar nya masih terasa perfume milik Alena yang masih tercium. Bahkan bantal pun masih meninggal kan jejak wanginya.


" Ternyata Saya benar - benar cinta sama kamu, baru sekarang Saya merasakan kehilangan." Ucap Alvino sambil mengusap bantal yang biasa di tiduri Alena."


****


" Alvino."


" Bang Vidi."


" Saya turut berduka cita."


" Terima kasih Bang, minta doa untuk Alena."


" Kita sama - sama mencintai wanita yang sama, kita berdoa untuk dia disana." Ucap Vidi.


" Bang, maaf kan Saya." Ucap Alvino.


" Saya sudah memaafkan kamu saat Alena memilih kamu. Terima kasih sudah menjaga Alena."


" Saya belum bisa menjaga Alena Bang, dia meninggal dunia dan baru akan kami mulai tapi Alena sudah pergi duluan."


" Dia yang minta ingin ikut, dia tidak ingin membiarkan kamu sendiri membebaskan Niken, seandainya Alena tak ikut mungkin hari ini dia masih tetap ada bersama kita."


" Iya Bang."


******


Niken tertidur pulas, Alvino merapikan selimut yang menutupi sebagian tubuh nya.


" Sayang, Papah nggak akan tinggalin kamu kecuali Papah dapat tugas yang jauh atau ikut perang. Kamu sekarang teman hidup Papah saat ini, kamu bidadari kecil milik Papah."


Alvino mencium kening Alena, dan ikut naik keatas tempat tidur sambil memeluk tubuh Niken.


Niken membuka matanya saat merasakan tubuh nya di peluk.

__ADS_1


" Niken mulai sekarang akan mendampingi Papah, Niken akan membuat Papah tetap mencintai Niken tidak untuk yang lain. Niken tidak mau kehilangan Mamah untuk kedua kalinya.Niken hanya ingin bersama Papah." Ucap Niken dalam hati dan memejamkan matanya kembali.


__ADS_2