Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
Panji Mahesa Bagaskara


__ADS_3

Alvino masih menunggu di depan ruang operasi, saat istri nya sedang berjuang di dalam. Perasaan Alvino sangat tak menentu untuk saat ini.


Terdengar suara Niken berlari di temani Nanny dan Raihan yang berjalan di bekangnya.


" Papah adek bayinya sudah lahir? " Tanya Niken.


" Belum sayang, masih di dalam ruang operasi." Jawab Alvino.


" Niken merengek minta kemari." Ucap Raihan.


Sedang kan Nanny langsung duduk di kursi tunggu pasien.


" Kamu ikut kesini? " Tanya Alvino yang melihat Nanny dengan lesu.


" Nggak apa - apa Bang, Saya di rumah pusing mending kemari siapa tahu nggak pusing banget." Jawab Nanny.


" Maaf ya Niken merepotkan."


" Nggak apa - apa Bang." Ucap Nanny.


Saat sedang duduk menunggu di depan ruang operasi, Dokter pun keluar dan dengan segera Alvino menghampiri nya.


" Dokter." Sapa Alvino.


" Suami Ibu Alenka? " Tanya nya.


" Bagaimana Dokter istri Saya dan anak Saya? "Tanya Alvino.


" Alhamdulilah pak selamat ya anak bapak lahir dengan selamat berjenis kelamin laki - laki, dan istri Bapak juga baik - baik saja." Jawab Dokter.


" Alhamdulilah." Ucap Alvino sambil mendekap. Niken.

__ADS_1


Saat sedang masih di depan ruang operasi terlihat suster mendorong box bayi, Semuanya terlihat bahagia saat melihat bayi laki - laki yang masih merah.


*****


" Sayang, makasih sudah berjuang. Anak kita lahir dengan selamat." Ucap Alvino sambil mengecup kening Alenka.


Alenka yang masih terbaring di atas tempat tidur yang sudah merasakan nyeri bekas operasi hanya tersenyum.


" Mamah tadi Niken lihat dedek nya lucu." Ucap Niken.


" Mirip siapa? " Tanya Alenka.


" Mirip Papah." Jawab Niken dan di senyumi oleh Alvino.


" Selamat Nona, akhir nya menjadi seorang Ibu dan menjadi wanita yang sempurna." Ucap Nanny.


" Kamu juga calon Ibu, sebentar lagi akan merasakan." Ucap Alenka.


" Iya sayang, 6 bulan lagi kita menanti kelahirannya." Ucap Raihan.


******


Bayi laki - laki tersebut kini sedang di gendong Alvino, wajah nya yang sangat mirip papah nya bahkan mata dan hidung nya tak lepas dari photo copy an Alvino.


" Semuanya persis kaya Abang, nggak ada mirip Mamah nya sama sekali." Ucap Alenka.


" Berati kata mitos itu kamu nya lebih cinta saja Abang." Ucap Alvino.


" Ah.. bisa saja." Ucap Alenka.


" Mamah Papah, dedek nya belum di kasih nama ya? " Tanya Niken.

__ADS_1


" Sayang punya nama yang bagus? " Tanya Alenka.


" Ada Niken sudah siapakan." Jawab Niken.


" Siapa sayang, biar nanti Papah yang nambahin nama? " Tanya Alvino.


" Panji Papah nama panggilannya." Jawab Niken.


" Papah kasih nama Panji Mahesa Bagaskara." Ucap Alvino.


" Yeeeeee... nama yang cakep." Ucap Niken.


" Semoga kelak kamu menjadi pria yang tangguh seperti Papah kamu sayang." Ucap Alenka.


******


Setelah pulang dari rumah sakit, segala keperluan Panji mulai dari mandi, memakai kan pakaian dan lain - lain Alvino yang membantu melakukan, karena sang istri masih tahap pemulihan setelah operasi cesar.


" Lahap ya nak. " Ucap Alvino saat melihat Panji dengan lahap menyedot ASI langsung dari Alenka.


" Anak pintar nggak rewel, setiap malam waktu tidur nya juga tidur nya teratur hanya ke bangung ingin minum susu saja sama ingin ganti pampers. " Ucap Alenka.


" Lengakap sudah ke bahagia an kita sayang, kita mempunyai sepasang, anak laki - laki sama perempuan." Ucap Alvino.


Alenka dan Alvino menatap bahagia putra mereka, begitu pun Niken yang selalu gemas melihat adik laki - laki nya.


🌼🌼🌼🌼🌼


Untuk Reader's sahabat Puspa, Saya ucap kan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, minal aidin walfaidzin mohon maaf lahir bathin πŸ™πŸ™.


Jangan lupa, yang belum mampir di karya terbaru mampir ya... jadi kan Favorite di rak baca kalian...πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2