Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
Awal Baru


__ADS_3

Nanny pun kini berada di dalam kamar hotel yang dimana kamar tersebut bersebelahan dengan keluarga Raihan.


Nanny menunggu Raihan yang masih belum juga masuk kedalam kamar. Hingga Nanny memutuskan untuk langsung membersihkan tubuhnya yang sudah lengket.


Saat Nanny keluar dari kamar mandi yang hanya mengenakan jubah mandi, Raihan sudah berdiri di depan pintu kamar mandi.


Mata mereka saling beradu pandang, sehingga membuat kedua nya sangat gugup.


" Abang mau mandi? " Tanya Nanny.


Raihan menatap terus ke arah Nanny, hingga akhir nya Raihan menarik tengkuk leher Nanny dengan mencium bibir nya.


Raihan terus mencium bibir Nanny, hingga Nanny pun sama - sama terbuai hingga kedua tangan Nanny di kalungkan nya pada leher Raihan.


Tangan Raihan sudah bertamasya ria ke setiap celah hingga Jubah mandi yang di kenakan Nanny sudah terlepas.


Raihan mengangkat tubuh Nanny dengan masih saling berciuman. Dan di rebahkan nya tubuh Nanny, kini Raihan pun melucuti pakaian nya hingga sama - sama tak tersisa.


Nanny melihat milik Raihan yang kini telah berdiri tegak.


" Bang..!! " Ucap Nanny sambil menggigit bibir bawahnya.


" Abang akan pelan - pelan sayang."


Nanny pun mengangguk kan kepalanya dan dengan perlahan Nanny memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya saat Raihan mengarahkan senjatanya. Hingga dengan perlahan tapi pasti milik Raihan pun masuk dengan perlahan.


Raihan mencium bibir Nanny untuk mengurangi rasa sakit nya karena ulah dirinya. Dorongan maju mundur yang awalnya pelan kini sedikit semakin kencang, Nanny yang awalnya merasakan sangat sakit kini sudah menguasai dan tidak merasakan sakit namun merasakan sensasi yang berbeda.


Mereka berdua pun saling menikmati hingga sama - sama mencapai puncak, Raihan menembakkan isinya tepat sasaran hingga berkali - kali.


Ciuman terakhir mendarat di kening dan bibir mereka pun saling menautkan kening nya.


" Makasih sayang." Ucap Raihan.


" Saya sangat senang sekali Bang, bisa memberikan nya pada Abang di malam pertama kita." Ucap Nanny.

__ADS_1


" Abang pun sama senang, terima kasih sayang kini kamu milik Abang seutuhnya."


******


" Berapa total nya? " Tanya Alvino saat orang bengkel mengantarkan Mobil nya.


" Total nya 10 juta Pak, masalah nya mesin nya sudah nggak layak ini banyak yang di ganti, ya lumayan lah bisa jalan lagi dan lebih baik yang sekarang dari pada yang kemarin." Jawab tukang bengkel.


" Kalau di jual laku berapa mobil tua begini?"


" Paling berkisar 25 juta lah Pak."


" Nggak 30 juta ke atas."


" Tahun nya saja tua, apalagi surat - surat nya kadaluarsa semua."


" Oh ya sudah, nanti Saya transfer makasih ya."


" Sama - sama Pak."


Saat tukang bengkel sudah pergi, Alenka mendekati Alvino yang sedang mengecek Mobil nya.


" Seperti nya untuk jarak jauh nggak berani." Jawab Alvino.


" Terus itu mobil buat kemana? "


" Paling antar jemput Niken, kalau nggak buat jalan - jalan sekitaran kota ini saja."


" Anak kamu Saja Bang sudah trauma dia, mana mau naik lagi. Pasti minta naik motor." Ucap Alenka sambil duduk di kursi teras depan rumah nya.


" Di jual juga hanya laku 25 juta katanya, rugi besar ini mah." Ucap Alvino.


" Nama nya juga di jual harga pasti turun dari kita beli, pasti rugi lah." Ucap Alenka.


" Ya sudah lah, nanti juga laku." Ucap Alvino langsung masuk kedalam rumah nya.

__ADS_1


*****


" Bang nanti kita jadi tinggal di rumah Dinas dekat sama Nona kan? " Tanya Nanny pada Raihan saat sedang bersiap - siap akan keluar dari kamar hotel.


" Iya kemarin sudah minta di bersih kan, Abang kan ngertiin kamu. Kalau kamu itu nggak mau jauh sama Nona kamu." Ucap Raihan.


" Makasih sayang sudah jadi suami yang pengertian banget sih."


" Sama - sama sayang."


" I love you."


" Iove you too."


Raihan mengecup pucuk kepala Nanny, Nanny pun membalasnya dengan memeluk tubuh Raihan.


******


" Kak, nanti jalan - jalan yuk." Ajak Alvino .


" Kemana Pah? " Tanya Niken.


" Ke Mall aja belanja, kita shopping Mah." Jawab Alvino.


" Boleh nih, kapan sekarang? " Ucap Alenka.


" Iya sekarang buruan siap - siap."


" Ok..!! " Ucap Niken antusias.


Saat sudah berada di dalam mobil Niken hanya cemberut karena Ac mobil nya mati. Kaca mobil pun di turunkan semua, dan Alenka pun mendengus kesal saat tahu tak hanya Ac mobil yang mati tapi lampu Sen pun sama.


" 10 juta Bang, apa nya yang di betulin. Tahu habis segitu kita puas belanja sama Niken. Benar nggak sayang? " Ucap Alenka kesal.


" Iya tuh Papah." Ucap Niken.

__ADS_1


" Lah kok Papah yang di salah kan sih, ini mah tukang bengkel nya saja nggak teliti." Ucap Alvino.


" Terus balik lagi kesana komplain, uang lagi keluar. Terus saja habis buat betulin mobil, sudah tahu awal - awal mobil sudah harus di museum kan malah mau saja." Ucap Alenka kesal.


__ADS_2