
" Makasih Bang." Ucap Nanny saat turun dari motor yang dikendarai Raihan.
" Saya tunggu jawaban kamu." Ucap Raihan lalu langsung menancapkan gas nya meninggal kan Nanny yang masih memandangi dirinya.
Saat hendak berbalik Nanny melihat Alenka sudah melipatkan kedua tangan nya.
" Nona. " Ucap Nanny.
" Yang tadi Saya lihat apa ya? " Ucap Alenka.
" Yang tadi Nona lihat Saya turun dari motor yang di kendarai Bang Raihan."
" Oh.. Bang Raihan kok bisa? "
" Ehm... tadi dia mengantarkan kami sampai sekolah nya Niken. "
" Oh.. begitu ya ceritanya."
" Akh... sudah lah Nona jangan bahas masalah itu."
" Nanny apa kamu akan Menerima nya? "
" Apa Nona mendengar tadi? "
" Jelas lah dengar memangnya Saya nggak dengar."
" Sudah lah Nona jangan di bahas."
" Saran Saya, terima lah dia karena dia pria yang sempurna."
" Kita kan belum tahu Nona."
" Tapi dia berbeda dengan nya."
*******
" Papah boleh ya? " Rengek Niken.
" Nggak Niken, Papah nggak akan beli kan Niken ponsel keluar an terbaru." Ucap Alvino tegas.
__ADS_1
" Tapi teman - teman Niken pada bicara kan ponsel itu Pah, malah untuk game nya bagus."
" Niken, Papah kan akan beli kan kamu barang - barang yang tidak bermanfaat paham."
" Papah nggak sayang Niken, benar yang di katakan Nenek Fatma Papah sudah nggak sayang Niken sejak Papah Menikah sama Mamah Alenka."
" Niken...!!! " Bentak Alvino.
Hiks... hiks... hiks...
" Abang...!!! " Teriak Alenka.
" Abang kenapa bentak Niken? " Tanya Alenka sambil memeluk tubuh Niken yang menangis.
" Siapa yang ajarin kamu bicara seperti itu, apa selama ini Papah nggak pernah menuruti kemauan kamu. Papah bukan nya nggak sayang sama kamu Niken, buat apa beli barang mahal punya kamu saja masih bagus kondisi nya." Ucap Alvino .
" Niken minta apa? " Tanya Alenka.
Hiks.. hiks.. hiks..
" Niken hiks.. hiks.. hanya ingin minta ponsel baru yang baru keluar." Jawab Niken sambil sesenggukkan.
" Tapi Niken ingin punya seperti teman - teman lainnya yang di beli kan sama Mamah Papah nya."
" Boleh beli tapi nanti ya, Niken belajar yang rajin dan kalau ingin sesuatu coba lah untuk belajar menabung. Niken menabung sedikit demi sedikit lama - lama akan banyak."
Alvino masih tetap menatap ke arah Alvino, sedangkan Niken menundukkan kepala nya tak berani menatap Alvino karena tahu Papah nya sedang marah sama dirinya.
" Coba lihat, Mamah kamu itu baik Papah nggak suka kalau kamu bilang seperti tadi. Papah nggak akan pernah berubah sedikit pun sama kamu. Kalau pun Mamah Alenka hamil dan melahirkan anak dari Papah, kasih sayang Papah nggak akan pernah berhenti Niken. Sampai Papah menutup mata kasih sayang Papah akan tetap selalu ada untuk kamu. Jadi Papah nggak mau lagi mendengar apapun untuk menjadi alasan kamu meminta sesuatu. Kalau kamu seperti itu lagi Papah pulang kan kamu." Ucap Alvino langsung beranjak bangun dari duduknya, namun saat hendak melangkah Niken memegang kaki Alvino dengan air mata yang terus keluar.
" Maaf kan Niken Papah, jangan pulang kan Niken hiks... hiks.. hiks. . maaf kan Niken."
Alvino tersenyum dan mengusap kedua air mata putri kecilnya.
" Papah nggak akan pernah berubah, Papah melarang memiliki alasan tersendiri. Kamu masih kecil belum tahu semuanya."
" Niken janji tidak akan pernah bilang seperti itu lagi, Niken janji nggak akan meminta sesuatu yang nggak begitu penting."
" Papah maaf kan Niken, kamu adalah bidadari kecil milik Papah, Cinta Papah sama Niken tak akan pernah luntur oleh waktu."
__ADS_1
Alenka tersenyum dengan mata yang berkaca - kaca, Niken pun menoleh ke arah Alenka dan berjalan mendekati nya.
" Maaf kan Niken ya mah." Niken memeluk tubuh Alenka.
" Mamah maaf kan Niken, mamah juga sayang sama Niken, dan tidak akan pernah mamah berubah bila suatu saat nanti ada adik lahir ke dunia ini."
Alenka mencium kedua pipi Niken dan mengusap sisa air matanya.
*****
" Maaf kan Anak Abang ya." Ucap Alvino sambil duduk berdampingan bersama Alenka.
" Namanya juga anak - anak Bang." Ucap Alenka dengan tersenyum.
" Niken masih bisa terpengaruh dengan hal - hal yang belum dia bisa saring Mana yang buruk dan Mana yang benar. Saya tidak pernah mengajari nya tentang perbedaan, Saya hanya mengajari nya kalau kita itu sama dan saling menyayangi. Apa yang dia lihat dan tangkap sesuatu yang tidak pantas, Saya salah membiarkan dia mendengar dan melihat nya."
" Suatu saat Niken akan mengerti Bang, dia juga suatu saat akan bisa menilai sendiri. Memang cap seperti itu banyak di jatuhi pada orang yang memiliki posisi yang sama seperti Saya, walau tidak semuanya seperti itu. Tapi Saya terima ungkapan seperti itu, biar mereka yang menilai mau seperti apa karena meraka hanya tahu bungkus nya saja."
" Terima kasih sudah menjadi istri Abang, terima kasih sudah mau menerima Niken di kehidupan kamu."
" Saya juga berterima kasih sama Abang sudah menerima masa lalu Saya yang buruk, terima kasih semuanya."
******
" Nanny." Panggil Raihan.
" Ada apa Bang Saya Mau jemput Niken." Ucap Nanny sambil duduk di atas motor.
" Bagaimana jawaban nya? " Tanya Raihan.
" Apa penting ya Bang? " Jawab Nanny kembali bertanya.
" Sangat penting karena menyangkut masa depan saya." Jawab Raihan.
" Saya akan jawab pertanyaan Abang, setelah Saya jemput Niken dari sekolah." Ucap Nanny langsung menancapkan gas nya pergi meninggal kan Raihan yang masih berdiri mematung.
" Semoga jawaban kamu memuaskan hati saya." Ucap Raihan langsung pergi.
🌺🌺🌺🌺
__ADS_1
Setiap Salam Ku titipkan pada angin yang datang untuk membawa nya sampai Sana. Setiap penantian kan Ku tunggu dengan waktu yang telah di tentukan. Dan setiap pertanyaan akan selalu Ku tunggu jawaban tersebut dan akan selalu di ingat apa itu jawaban nya.