Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
Hadir Nya Calon Buah Hati


__ADS_3

" Bang saya minta manisan mangga." Ucap Alenka saat baru bangun tidur.


" Yank, kamu kan habis muntah - muntah semalam sekarang sudah minta manisan mangga, nanti perut kamu tambah parah." Ucap Alvino.


" Tapi Bang Saya pengen manisan mangga." Rengek Alenka.


" Nggak..!!! " Alvino langsung keluar kamar setelah selesai memakai seragamnya.


" Bang....!!! " Alenka turun dari atas tempat tidur mengejar suaminya yang sedang memakai sepatu.


" Ayolah Bang, Saya pengen."


" Nona Mau apa, biar Saya yang cari? " Tanya Nanny.


" Saya Mau nya suami Saya Nanny yang beli bukan kamu." Jawab Alenka.


" Nanny, Nona kamu itu sudah tahu semalam muntah - muntah malah minta manisan mangga, apa kamu akan turuti? " Ucap Alvino.


" Nggak akan Bang." Ucap Nanny.


" Nah bag is Saya sepaham sama kamu."


" Akh... kalian nggak asik biar cari sendiri." Ucap Alenka yang langsung masuk kembali ke dalam kamar nya.


****


Setelah selesai mandi dan make up Alenka kembali merasakan mual, tak hanya mual tapi Kepala pun pusing.


Dengan langkah pelan Alenka berjalan sambil memegang Kepala nya.


" Nona baik - baik saja?" Tanya Nanny saat melihat keadaan Alenka sambil memegang Kepala nya.


Bruuughhhh


" Nona....!!! " Nanny dengan segera menompang tubuh Alenka.


" Nona bangun non bangun." Ucap Nanny sambil menepuk pipi Alenka.


" Tolong..... tolong....!!! " Teriak Nanny.


" Nanny, Alenka kenapa? " Tiba - tiba Alvino datang dengan membawa manisan mangga yang ada di dalam kantong kresek.


Alvino dengan segera mengangkat tubuh Alenka ke dalam kamar, lantas di rebahkan nya tubuh Alenka.

__ADS_1


Nanny memberikan minyak kayu putih pada Alvino lalu mendekatkan pada hidung Alenka. Mata Alenka membuka saat itu Alvino mengusap pipi nya dengan lembut.


" Kita ke rumah sakit ya, kamu tadi pingsan." Ucap Alvino.


" Pusing banget Bang, Saya nggak kuat kalau harus ke rumah sakit."


" Abang gendong sampai mobil."


" Nggak Bang, maul rasanya apa lagi naik mobil."


Alvino menatap ke arah Alenka dan baru mengingat sejak dua bulan menikah hanya sekali Alenka mengatakan sedang datang bulan terhitung sejak itu tak terlihat istri nya datang bulan lagi.


" Yank kamu belum datang bulan kan? " Tanya Alvino.


" Belum Bang, seharusnya sih sudah sekarang malah sudah mau sebulan Saya telat.' Jawab Alenka.


Alvino tersenyum ke arah Alenka, lalu mengusap perut Alenka yang masih rata dan terlihat perubahan pun di kedua benda yang ada di dadanya.


" Semoga saja ya Allah." Ucap Alvino.


" Semoga apa Bang? "


" Semoga kamu hamil sayang."


" Iya hamil tanda - tanda mirip waktu mamah nya Niken sayang." Ucap Alvino.


" Semoga ya Allah. "


" Kita coba suruh Nanny ke Apotek beli tespek." Ucap Alvino.


" Tolong Nanny ke Apotek depan belikan tespek ya." Ucap Alvino sambil mengeluarkan uang lembar biru pada Nanny.


" Baik Bang Saya ke Apotek depan dulu."Ucap Nanny lantas pergi ke Apotek.


Setelah menunggu hampir 15 menit,Nanny membawa apa yang di suruh dan Alenka pun beranjak menuju ke kamar mandi untuk mengecek hasilnya.


Setelah menunggu sekitar 5 menit, Alenka datang dengan wajah menunduk.


" Bagaimana yank? " Tanya Alvino.


Alenka menyodorkan alat tersebut pada Alvino, Alvino pun menerima nya Nanny pun ikut mengintip dan ternyata hasilnya dua garis merah.


Senyum ketiga nya terlihat bahagia, Alvino pun langsung memeluk tubuh Alenka dan mencium perut nya.

__ADS_1


" Alhamdullilah ya Allah, akhirnya kamu hadir sayang." Ucap Alvino.


" Saya akan jadi seorang ibu Bang." Ucap Alenka dengan mata yang berkaca - kaca.


" Benar sayang, kamu akan menjadi seorang Ibu. Niken akan mempunyai adik." Ucap Alvino.


" Selamat Nona, selamat Bang Alvino." Ucap Nanny.


" Terima kasih Nanny, terima kasih banyak." Ucap Alenka.


" Abang sampai lupa, pesanan kamu sudah Abang belikan manisan mangga."


" Benarkah Bang, mau Bang. " Ucap Alenka merasakan senang.


" Kita ke meja makan yuk." Ajak Alvino.


" Biar Saya siapkan." Ucap Nanny.


Alenka menikmati manisan mangga yang di belikan oleh Alvino, terlihat sangat menikmati nya.


" Enak sayang? " Tanya Alvino.


" Enak banget Bang, makasih ya." Jawab Alenka.


" Sama - sama, mulai sekarang jangan capek dan jaga kandungan nya, kalau ada apa - apa jangan lupa kasih tahu Abang."


" Ok Papah Alvino..!! "


*****


" Yeeeee... Niken mau punya adik..!!! " Ucap Niken sambil berlompat - lompat.


" Niken senang nggak? " Tanya Alenka.


" Niken senang dong Mamah." Jawab Niken sambil mengusap perut Alenka.


" Sekarang Niken sudah besar mau jadi Calon kakak, jadi Niken jangan nakal dan jangan suka nangis." Ucap Alvino.


" Nggak Papah, Niken janji Niken sekarang mau jadi anak yang pintar dan menurut sama Mamah Papah dan dewasa." Ucap Niken.


" Cakep, ini baru anak Papah."


Niken kembali mengusap perut Alenka dan mencium perut nya.

__ADS_1


__ADS_2