Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
Meminta Hati


__ADS_3

Dengan gaya nya yang super seksi, Alenka turun dari taksi online, tanpa rasa malu Alenka bersiul setiap ada Om Tentara yang lewat atau sekedar menyapa say hallo.


" kok wajah nya mirip sama istrinya Bang Alvino ya? " Ucap Salah satu Anggota


" Jangan - jangan hidup lagi? " Ucap Salah satu Tentara.


" Sssttt... sembarangan dia kembaran istrinya." Ucap Tentara satu nya lagi.


" Oh... pantas tapi yang ini super seksi."


" Jangan ngomong sembarang siapa tahu calon istrinya."


Alenka berjalan berlenggak lenggok dengan senyum nya menyapa semua yang dia temui. Dan sampai lah pada ruangan dimana sebelumnya dia tanya pada Vidi.


Tok.. Tok... Tok...


" Masuk." Ucap Alvino dari dalam.


" Dari dalam saja sudah seksi suara nya, ih.. apalagi kalau dekat telinga bikin merinding bulu roma." Ucap pelan Alenka lalu membuka pintu tersebut.


" Hallo... ganteng."


Alvino kaget saat siapa yang datang menemui nya, Alvino melihat penampilan Alenka yang hanya menggunakan dress seatas lutut dengan belahan dada yang sangat terlihat menonjol.


" Kok saya nggak di suruh duduk sih? " Ucap Alenka dengan nada manja.


" Silahkan duduk." Ucap Alvino.


" Thank you honey." Ucap Alenka sambil mengedipkan sebelah matanya.


" Ada perlu apa?" Tanya Alvino.


" Nggak ada perlu sih hanya saja Saya ingin bertemu sama Abang ganteng." Jawab Alenka.


" Ya ada perlu apa sama Saya? " Tanya Alvino.


" Kangen." Jawab Alenka.


Alvino tersenyum lantas tertawa terbahak - bahak.


" Kamu kangen sama Saya, kangen apanya kita saja baru bertemu kemarin."


" Saya jatuh cinta sama kamu karena kamu tampan."


" Kalau Saya tidak tampan berarti kamu tidak naksir Saya dong? "


Alenka tertawa lalu menatap ruangan Alvino yang ber Ac berniat akan menyalakan rokok.


" Ac nya nggak bisa di matikan ya, Saya ingin merokok." Ucap Alenka.


Alvino pun mematikan Ac ruangan nya lalu Alenka menyalakan rokok nya.


" Kamu suka rokok apa? " Tanya Alvino.


" Mild saya suka rokok suka minum." Jawab Alenka.


" Bagaimana kalian bisa menikah? "


" Menurut kamu? " Tanya Alvino.


" Pasti sesuatu terjadi." Jawab Alenka.


" Ya begitu lah cara kami menikah."


" Sangat beruntung Alena memiliki suami seperti kamu, saya juga mau dong. Jadi bagaimana kamu terima cinta saya? "


Hahahahaha


" Kamu ceritanya menembak Saya? " Ucap Alvino.

__ADS_1


" Iya bagaimana? "


" Maaf Saya nggak tertarik."


" Ok saya akan dekati anak kamu."


******


" Halo sayang." Sapa Alenka.


" Tante." Ucap Niken.


" Tadi Tante habis dari Papah kamu, katanya kamu ada di rumah, boleh Tante main? " Ucap Alenka.


" Boleh Tante." Ucap Niken sambil menyuruh Alenka masuk.


" Kamu tadi pulang sekolah sama siapa?" Tanya Alenka.


" Sendiri Tante sekarang sih, Tante ada apa ya kemari? "


" Tante kan ingin jenguk ponakan masa nggak boleh."


" Boleh Tante."


" Oh iya ehmmm... Tante to the point saja ya."


" Apa Tante? "


" Boleh nggak Tante dekat sama Papah Kamu?"


" Maksud Tante? "


" Ehm... Tante jadi Mamah kamu."


" Nggak boleh." Ucap Niken.


" Kenapa? "


" Sayang, Papah kamu kasihan tidur nya kedinginan."


" Ada selimut tebal kalau dingin dan Papah biasa tidur peluk Niken."


" Tapi kalau sudah besar Niken nggak boleh tidur bareng Papah sama pelukan." Ucap Alenka.


" Maaf Tante, Niken tidak mau Papah menikah lagi. Kalau Tante kemari hanya ingin mendaftar jadi Mamah Saya maaf Niken tidak setuju."


******


Aaaarrrrggghhh


" Itu anak Sambung Alena gemesin banget sih." Ucap Niken kesal.


" Kenapa Nona, pasti cinta di tolak." Ucap Nanny.


" Anak nya saja nggak mendukung Saya bagaimana Bapak nya yang tidak melirik Saya sama sekali." Ucap Alenka.


" Nona, menurut Saya Pak Tentara itu tidak mudah di taklukan menurut Saya dia pria sangat menantang."


" Justru itu Saya sangat tertarik sama dia."


" Jadi Nona harus bisa mendapatkan hati keduanya."


*****


" Niken tidak mau Papah nikah lagi." Ucap Niken kesal.


" Lagian siapa sih yang akan Papah nikahi, calon saja nggak ada." Ucap Alvino.


" Tuh kan berarti kalau ada Papah nikah lagi."

__ADS_1


" Sayang, Papah nggak akan nikah lagi. Papah akan fokus sama kamu, jaga kamu."


" Maksud Tante Alenka kemari ada apa coba, pasti Papah yang suruh."


" Benar dia tadi datang ke ruangan Papah, terus bilang ingin jadi istri Papah tapi Papah tolak sayang."


" Niken mohon Pah jangan nikah lagi, Niken takut punya Mamah terus meninggal lagi."


" Nggak sayang, hidup Papah sudah untuk Niken. "


******


" Jadi bagaimana Fatma kalau kita kembali mengikat mereka? " Tanya Ibu Husna.


" Apakah Lestari mau, setelah di campakkan?" Tanya Ibu Fatma.


" Bagaimana Lestari? " Tanya Ibu Husna.


" Kalau Saya tergantung anak nya saja gimana." Ucap Ibu Fatma.


" Kalau Lestari mau saja Bu, Lestari masih cinta sama Bang Alvino." Ucap Lestari.


" Nah kalau begitu langsung saja di nikahkan." Ucap Ibu Husna.


" Boleh saja, kita langsung saja laksanakan acara nya. " Ucap Ibu Fatma.


******


" Sudah 2 botol Nona ,sudah mabuk."


" Kamu tidak lihat Saya mabuk atau tidak hah. " Ucap Alenka sambil menghembuskan asap rokok nya.


" Ada masalah apa? " Tanya Nanny.


" Saya sedang memikirkan cara utuk mendapatkan hati nya." Jawab Alenka.


" Sudah lah Nona, jangan membuat sakit hati takut nya Nona akan kecewa berat."


" Saya ingin memiliki nya Nanny, entah dia tidak seperti pria lainnya. Dia tampan, seksi bahkan apa yang jarang di miliki pria, dia memiliki."


" Wajar kalau Ayah Nona pun memilih dia sebagai suami Nona Alena."


******


" Saya penasaran dia artis film dan model majalah dewasa seperti apa." Ucap Alvino sambil mencari berita tentang Alenka.


Lantas sebuah situs berbahasa asing memuat berita tentang Alenka. Ternyata film nya di Negara kelahiran nya di larang keras untuk tayang bahkan banyak adegan yang tak pantas. Dan Alvino pun melihat banyak photo Alenka yang di sensor tanpa sehelai benang pun.


" Astaghfirullah, dia model begituan bahkan main film begituan pantas saja penampilan sama pekerjaan tak jauh beda. Bagaimana tidak seorang Ayah bisa mengusir karena merasakan malu sampai di perlihatkan secara bebas."


Alvino memijat pelipisnya, dan langsung keluar dari situs khusus dewasa yang memberitakan tentang artis - artis dewasa.


******


" Papah."


" Ehm.. "


" Kata Tante Alenka, Papah harus menikah karena kalau tidak tidur nya kedinginan." Ucap Niken.


" Terus kamu bilang apa? " Ucap Alvino sambil memeluk tubuh Niken dengan mata terpejam.


" Niken bilang saja, ada selimut kalau dingin terus Niken selalu bobo sama Papah."


" Kalau ngomong macam - macam jangan di dengerin." Ucap Alvino.


" Nggak Pah, dia nya sih merayu Niken gitu biar bolehin Papah sama Tante Alenka."


" Dengerin Papah, sampai kapan pun Papah tidak akan pernah suka sama Tante Alenka."

__ADS_1


" Awas ya.. kalau Papah sampai suka sama dia."


__ADS_2