
" Kita mau kemana sih Bang? " Tanya Alenka saat berboncengan motor bersama Alvino.
" Ada deh pokoknya ke suatu tempat." Jawab Alvino.
" Iya tapi kemana Bang ini tempat apa sih sepi kayak gini, jangan - jangan kamu mau culik Saya terus kamu Bang habisi Saya dan terus Abang buang saya."
" Itu mulut kalau bicara nggak di saring kalau pun mau di habisi juga di ranjang mau? "
Awwwww
Alenka mencubit perut Alvino.
" Sudah nggak tahan ya Bang? " Bisik Alenka dengan menggoda tangan nya turun ke bawah tepat di bagian tengah.
" Yank, kamu lagi ngapain sih? "
" Katanya mau main di ranjang, apa tujuan Abang bawa ke tempat sepi akan mengajak Saya begituan? " Bisik Alenka kembali.
Motor pun Akhir nya sampai di sebuah rumah dengan konsep rumah pohon dimana di hiasi lampu kelap kelip di sekitar tangga bahkan terlihat sebuah kunang - kunang yang terbang kesana kemari.
" Bang indah sekali." Ucap Alenka.
Tangan Alvino meraih tangan Alenka menarik. untuk masuk ke dalam rumah pohon tersebut. Dan saat sudah masuk terlihat isi rumah tersebut sudah di sulap dengan lampu remang - remang kelap kelip dengan hiasan bunga - bunga.
" Bang ini indah banget." Ucap Alenka.
" Saya sengaja buat ini semua untuk kamu." Alvino memeluk tubuh Alenka dari belakang.
" Jujur Bang Saya belum pernah melihat hal seromantis begini."
Alvino membalik badan Alenka dan menarik pinggang nya hingga menempel pada tubuh Alvino.
" Ada sesuatu yang ingin Abang sampai kan, dan maaf Abang bukan pria yang romantis."
" Bukan romantis bagaimana, ini romantis banget."
Alvino merogo saku celananya lalu membuka kotak kecil dan terlihat sebuah cincin bertahta berlian.
" Malam ini Abang ingin melamar kamu, maaf mungkin ini terlalu cepat."
" Bang ini indah sekali."
" Apakah kamu mau, malam ini Abang lamar? "
" Mau Bang, Saya mau."
Alvino meraih jemari Alenka dan memasangkan cincin ya di jari manis Alenka.
" Terima kasih Bang, terima kasih."
" Abang akan menemui Pak Hadi untuk meminta restu sama dia."
Alenka menarik tengkuk leher Alvino dan mencium bibir Alvino. Dengan tersenyum Alvino membalas ciuman Alenka, saling membalas, saling ******* hingga saling meremas rambut.
Alvino menautkan kening nya pada kening Alenka setelah nafas mereka merasa habis.
" Abang ingin kamu menjadi wanita pelabuhan terakhir Saya, temani Saya sampai tua nanti."
" Saya akan menemani Abang baik suka duka dan akan menjadi Ibu untuk anak - anak Bang Alvino.
Alvino kembali mencium Alenka, kini ciuman mereka semakin menuntut hingga Alenka di Baringkan di sebuah karpet bulu.
Tangan Alvino tak tinggal diam, dan Alenka pun terbuai dengan permainan Alvino. Hingga Alvino membuka jacket dan kaos yang melekat di tubuh nya di lempar ke sembarang arah.
Tangan Alenka meraba dada bidang nya, Alvino kembali mencium hingga turun ke leher dengan tangan yang sudah membuka blazer dan menarik kaos ke atas yang di kenakan Alenka.
__ADS_1
Hingga terlihat dua bagian yang indah masih tertutup. Tangan Alvino kembali bertamasya, saat akan mengarah ke inti Alenka menahan nya.
" Kenapa?" Tanya Alvino dengan nafas yang berat.
" Niken Bang." Jawab Alvino.
" Kenapa dengan Niken? "
" Apa kita akan menghabiskan malam disini? "
" Saat akan pergi Abang hubungi Nanny untuk menemani dia, sebelum Nanny datang Niken di temani Raihan."
" Tapi.. "
" Tapi kenapa? "
" Apa kita akan melakukannya sekarang?"
Alvino melihat dirinya dan Alenka yang sudah berpenampilan acak - acak an. Lantas Alvino bangun atas tubuh Alenka. Dengan mengambil kaos milik Alenka yang dirinya buang ke samping.
" Pakailah maaf kan Abang ya tadi khilaf."
" Iya Bang." Ucap Alenka dengan mengenakan kaos nya.
" Ehmm.. Bang."
" Kenapa? "
" Kalau saat nanti malam pertama kita Abang kecewa sama Alenka, maaf kan Saya Bang."
Alvino tersenyum pada Alenka dengan mengusap kepala nya.
" Abang terima kamu apa adanya, Abang terima kamu dengan masa lalu itu. Dan setelah memutuskan melamar kamu, mulai hari ini tidak lagi ingin mengingat masa lalu kamu."
" Sama - sama."
****
Alvino berbaring dengan Alenka sambil berpelukan memandang indah bintang di atas yang kelap kelip.
" Bang, kita pulang yuk." Ajak Alenka.
" Kenapa minta pulang? " Tanya Alvino.
" Niken Bang pasti cari Abang belum pulang." Jawab Alenka.
" Nggak Mau, nyaman begini kita sampai pagi disini. Besok Abang libur."
" Abang nggak ingat anak apa? " Ucap Alenka langsung bangun.
" Ingat lah, Abang tinggal kan sama Nanny. Kamu coba hubungi Nanny." Alvino pun meraih ponselnya lalu menekan nomer ponsel Nanny dengan di loud speakers.
" Hallo. " Sapa Nanny dari seberang.
" Niken sedang apa? " Tanya Alvino.
" Sudah tidur Bang." Jawab Nanny.
" Tanya Saya nggak? "
" Nggak Bang, dia tahu pergi sama calon mamah nya."
" Ya sudah terima kasih soalnya Nona kamu khawatir."
" Tenang saja Niken aman sama saya."
__ADS_1
" Terima kasih."
Alvino pun mematikan ponselnya lalu menatap ke arah Alenka.
" Percaya kan? "
" Percaya."
" Ya sudah jangan di pikir kan makan nya Abang tenang."
" Jadi kita nginep? "
" Iya perjalanan pulang jauh dan sudah malam terus rawan." Ucap Alvino menarik tubuh Alenka kembali untuk berbaring.
" Tidur lah, Abang tidak akan lakukan yang seperti tadi sebelum kita sah."
Alenka memeluk erat tubuh Alvino dengan perfume yang wangi membuat Alenka terasa nyaman dengan posisi tidur nya.
Dengan perlahan mata mereka pun terpejam hingga kedua nya tertidur pulas dengan saling berpelukan.
******
" Pagi cantik." Sapa Nanny saat melihat Niken baru bangun tidur.
" Papah belum pulang Tante? " Tanya Niken.
" Belum sayang, mungkin siang baru sampai." Jawab Nanny.
" Mandi dulu ya terus sarapan." Ucap Nanny.
Niken pun menurut apa kata Nanny dan pergi ke kamar mandi.
*****
Alenka terbangun saat terkena sinar matahari dengan suara kicauan burung - burung. Alenka menatap wajah tampan yang masih tetidur pulas.
Tangan Alenka mengusap wajah Alvino lalu mata Alvino membuka.
" Kenapa Yank, Abang masih ngatuk." Ucap Alvino sambil menarik tubuh Alenka.
" Sudah siang Bang, nggak Mau pulang?"
" sebentar lagi ya masih ngantuk."
****
" Siang ternyata pemandangan nya indah ya? " Ucap Alenka.
" Makan nya Abang minta kita tidur disini sayang kita lewat kan pemandangan secantik ini."
" Kalau kayak gini sih Saya betah Bang nanti setelah menikah kita nginap disini ya hitung - hitung bulan madu."
" Siap calon nyonya Alvino."
" Makin Cinta deh sama Abang."
" Kamu makin gemes deh." Ucap Alvino sambil mencubit pipi Alenka.
******
" Tante Papah kok belum pulang sih, lama sekali." Ucap Niken kesal.
" Sabar sayang, Papah sama Tante Alenka sedang di perjalanan." Ucap Nanny.
" Dari tadi di jalan terus nggak sampai - sampai." Ucap Niken dengan cemberut dan wajah kesal.
__ADS_1