
" Ayah Abang, Saya berniat bersama Nanny ingin pergi berkeliling dunia. Setelah memutuskan untuk berhenti. Saya ingin cari jati diri." Ucap Alenka.
" Jati diri apa? " Tanya Pak Hadi.
" Saya ingin.. " Jawab Alenka terputus.
" Kata kan sama kami, kamu memiliki suatu masalah?" Tanya Niko.
" Saya pertama datang kemari menemui Bang Alvino dan Saya jatuh cinta sama dia. Tapi cinta Saya bertepuk sebelah tangan, Saya terus kejar tapi tak bersambut. Dan rasa lelah itu muncul, Saya putuskan untuk tinggal kan negara ini melupakan kisah buruk ini." Jawab Alenka.
" Alvino itu tak mudah jatuh cinta, dia setiap pada cinta masa lalu nya sama waktu sama Alena namun kisah mereka baru saja di mulai tapi sudah terpisahkan oleh Takdir." Ucap Niko.
" Saya baru seperti ini, dan baru melihat pria tak tertarik dengan tubuh Saya. Selama Saya kenal pria banyak yang hanya menginginkan tubuh Saya bukan cinta tapi keinginan sesaat."
" Dek, apa kamu masih memiliki rasa itu untuk Alvino? " Tanya Niko.
" Sangat besar Bang, tapi Saya mundur." Jawab Alena.
" Nak kamu mencintai Alvino Ayah sama Abang kamu setuju saja, dia pria baik." Ucap Pak Hadi.
" Apakah pantas Saya mengejar pria, merebutkan pria seperti Bang Alvino saja seperti Saya nggak punya harga diri." Ucap Alenka.
" Kamu berebut?" Ucap Niko.
" Iya sama wanita yang sama yang sudah di jodoh kan sejak dulu sebelum menikah sama Alena." Ucap Alenka.
Setelah menemui Ayah dan Abang nya Alenka menemui Nanny yang masih setia menunggu.
" Nona masih ada 3 jam lagi, kita masih punya banyak waktu untuk perjalanan ke Bandara."
" Ayo kita ke Bandara." Ucap Alenka.
Namun tiba - tiba ponsel Alenka berbunyi terlihat nama Vidi memanggil.
" Siapa? " Tanya Nanny.
" Bang Vidi." Jawab Alenka tak menjawabnya.
" Kenapan tak di jawab, siapa tahu penting." Ucap Nanny.
" Nanti saja kalau sudah sampai Sana, paling tanya sampai mana." Ucap Alenka.
******
" Nggak di jawab." Ucap Vidi.
" Coba sini nomer ponselnya Saya minta." Ucap Alvino.
Vidi pun memberikan nomer ponsel Alenka dan lalu menyimpan nya di dalam ponselnya.
Alvino mencoba menekan nomer ponsel Alenka namun tak di angkat.
" Tak di respon." Ucap Vidi.
" Mungkin sedang transit dia jalan - jalan dulu." Ucap Vidi.
Alvino pun lalu mengirimkan sebuah pesan pada Alenka.
__ADS_1
Teruntuk hati yang telah kecewa terhadap Saya, apa kabar dengan hati kamu saat ini?
Saya menyesal telah melepaskan hati yang tulus mencintai Saya. Saya menyesal baru sekarang Saya merasakan getaran yang sama seperti kamu.
Dimana pun kamu sekarang berada, kamu harus tahu Saya sangat mencintai kamu. Semoga Tuhan mempertemukan kita dengan hati yang masih sama.
Alvino pun mengirimkan pesan tersebut pada Alenka, namun hingga beberapa menit tak kunjung di balas.
****
Alvino menunggu balasan Chat namun hingga sampa 1 jam lebih tak kunjung di baca atau di balas.
" Apa Alenka tak baca pesan karena nomer asing kali ya? " Ucap Alvino.
Alvino mencoba menghubungi Alenka kembali namun tak kunjung di jawab, hingga Alvino mencoba mengirim pesan kembali.
Kalau kamu masih memiliki rasa, tolong balas pesan Saya. Kalau tidak abaikan saja.
Pesan pun terkirim, dan masih berharap pesan nya di balas.
*****
" Papah kenapa dari tadi melihat ponsel terus sih? " Tanya Niken.
" Sudah 2 jam tak di baca dan tak di balas." Jawab Alvino.
" Siapa sih Pah? "
" Calon pendamping masa depan."
" Sudah lah jangan di bahas."
Alvino merebahkan tubuh nya dengan kepala berbaring di atas kedua paha Niken.
" Papah berat." Rengek Niken.
Alvino lalu bangun dan kembali duduk.
" Nak."
" Iya pah."
" Kamu waktu Papah nggak pulang - pulang, suka kangen nggak sama Papah?"
" Nggak."
" Kenapa? " Tanya Alvino menatap tajam ke arah Niken.
" Kan setiap hari kita video call an Pah, kangen nya terobati." Jawab Niken.
" Berarti kalau di balas long distance dong seperti Papah sama Niken."
" Memangnya kita pacaran? "
" Iya dong, kamu kan kekasih nya Papah. Bidadari kecil milik Papah. Cinta pertama kamu sayang."
" Cinta pertama itu apa sih?"
__ADS_1
" Kamu sekarang sedang merasakan Cinta pertama. Yaitu Cinta pertama seorang anak perempuan adalah sama Papah nya."
' Niken saking sayang nya nggak mau kehilangan Papah, Niken sayang sama Papah."
*****
" Mba, kamu wanita yang sangat beruntung bisa memiliki Bang Alvino. Tidak dengan Saya, tidak bisa memiliki nya. Seandainya dulu Saya tidak mengenalkan dia sama Mba mungkin dia sudah jadi suami Saya, karena kita dekat sejak dulu. Namun malah mba bilang suka, dan Bang Alvino membalasnya." Ucap Lestari sambil memandang photo Wulan.
Photo Wulan lalu dia masukan kedalam laci, dan terlihat ada sebuah photo pernikahan Alvino dan Wulan. Dengan penuh emosi Lestari membuka balik figura tersebut lalu mengambil photo tersebut dan merobeknya.
" Ini semua masa lalu sudah tak pantas untuk di simpan."
*****
" Berapa menit lagi? " Tanya Alenka.
" 40 menit lagi." Jawab Nanny.
Panggilan untuk para penumpang pesawat pun terdengar dan langsung Alenka dan Nanny berjalan menuju ke arah pesawat.
******
" Sudah jelas kamu tidak membacanya bahkan tak membalasnya. Ucap Alvino.
" Saya sadar, begini rasanya mengejar Cinta seperti kamu mengejar Cinta Saya. Kita impas apa yang kamu rasa kan Saya rasa kan juga."
*****
" Kamu pintar pilih tempat duduk dekat jendela" Ucap Alenka.
" Iya dong perjalanan panjang harus tahu pemandangan yang kita lewati." Ucap Nanny.
" Kita akan menempuh perjalanan selama kurang lebih 11 jam." Ucap Alenka.
" Nona pernah kesana? "
" Belum ini yang pertama kali."
" Apakah ada niat nanti akan menetap di suatu negara yang akan kita kunjungi?"
" Mungkin kita akan lakukan itu, dan kita cari kerja disana."
" Kerja apa? "
" Tenang saja, ada kenalan di beberapa negara Saya akan jadi model lagi tapi model yang biasa bukan model seperti yang sudah - sudah."
" Ok tidak masalah, Saya akan selalu mendampingi Nona."
" Thank's Nanny, kamu memang sahabat plus asisten yang sangat baik dan selalu ada di saat Saya membutuhkan kamu."
" Saya sudah berjanji seumur hidup Saya akan mengabdi pada Nona. Bagaimana pun Saya masih ingat Keluarga Nona sangat baik terhadap Keluarga Saya sebelum akhirnya kedua orang tua saya karena kecelakaan meninggal dunia. Dari kejadian itu Pak Hadi men sekolah kan Saya dari SD sampai kuliah."
" Saya masih ingat itu Nanny."
******
" Benar - benar tidak balas atau kamu sedang kemana." Ucap Alvino yang masih menunggu jawaban dari Alenka.
__ADS_1