Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
Pelabuhan Terakhir


__ADS_3

Keluarga Alvino pun telah sampai di gedung untuk menghadiri pesta pernikahan Nanny dan Raihan. Niken yang sibuk sendiri karena make up nya luntur merajuk pada Mamah nya untuk di rias kembali.


" Ini Mamah poles bedak sama lipstick, Niken jangan cemberut terus." Ucap Alenka.


" Gara - gara Papah, Mobil nya mogok. Beli mobil, mobil second jadi nya di dorong. Tadi naik mobil Om Vidi enak bagus, Ac nya nggak ngadat." Ucap Niken kesal.


" Sabar cantik, ini kan sementara nanti kalau uang nya cukup Papah beli cash Papah nggak mau kredit." Ucap Alvino.


" Bohong itu Niken, Papah kamu itu banyak uang nya dasar pelit. " Ledek Vidi.


" Eh.. nih Abang tua - tua ngajarin anak Saya nggak bener." Ucap Alvino.


" Abang sih beli mobil yang sudah kena komplikasi Kaya gitu, bukan nya beli yang rada sedeng kek yang gimana." Ucap Alenka.


" Ya itu kemarin ada salah satu warga dia kan punya bengkel butuh uang minta mobil nya di jual yaudah Abang beli, dia nya butuh banget niat mah pinjam, Abang lihat ada mobil yaudah di beli saja mobil nya. "


" Nah terus, perkara mobil mogok sekarang masuk bengkel sudah jelas habis berapa. Mobil tuh beli yang bagus buat nanti kita mudik, Sapa tahu ingin naik kapal, Kaya gini sih tetap saja mudik mobil di sini, terus misal pindah Dinas terpaksa mobil di tawar - tawarin." Ucap Alenka kesal sambil mempoles kembali wajah Niken.


" Iya Abang salah, nanti Abang beli yang mendingan dikit."


Terlihat Raihan dari jauh duduk dengan gugup, saat MC memulai acara. Nanny pun datang yang di dampingi oleh Alenka dan Niken.


Senyum mengembang Raihan terlihat jelas saat melihat calon istri nya berjalan mendekati nya.

__ADS_1


Nanny pun berdiri berhadapan dengan Raihan, prosesi acara adat pun di mulai. Serangkaian acara adat berjalan dengan lancar, dan Raihan bersama Nanny duduk berhadapan dengan penghulu.


SAH


Raihan dan Nanny resmi menjadi sepasang suami istri, senyum bahagia terlihat oleh kedua nya.


" Selamat Nanny akhir nya kamu sekarang menikah juga." Ucap Alenka sambil memeluk Nanny.


" Terima kasih Nona, terima kasih perjalanan Panjang kita kini berakhir pada cinta sejati kita.' Ucap Nanny.


" Semoga kita tetap menjadi sahabat dan saudara." Ucap Alenka.


" Pasti Nona, Saya akan tetap menjadi Sahabat dan saudara untuk Nona." Ucap Nanny.


" Saya akan bahagia kan Nanny, Saya janji tidak akan menyakiti nya." Ucap Raihan.


" Jadi lah pria yang bertanggung jawab, jagalah bidadari yang sekarang ada di samping kamu." Ucap Alvino.


" Pasti Bang, Saya akan jaga bidadari cantik ini." Ucap Raihan.


" Selamat, sekarang Saya nggak punya teman jomblo." Ucap Vidi.


" Cepat cari Bang, disini banyak cewek - cewek." Ucap Raihan.

__ADS_1


" Belum ada tanda - tanda panah tepat sasaran." Ucap Vidi.


Hahahahah


" Bisa saja." Ucap Raihan.


" Selamat Nanny, ingat kalau Raihan jahatin kamu Abang siap jadi pelabuhan kamu." Ucap Vidi dan di senyumin oleh Nanny.


" Pasti Bang, orang yang pertama Saya datangi adalah Abang." Ucap Nanny.


" Apaan sih Bang." Ucap Raihan sambil melirik tajam ke arah Nanny yang masih tersenyum.


*****


Hiks.. hiks... hiks...


" Sudah sayang kamu jangan nangis terus." Ucap Alvino pada Alenka yang tengah menangis setelah pulang dari acara pernikahan Nanny dan Raihan.


" Saya sedih Yank, hiks... hiks.. Nanny sudah lama sama Saya, suka duka selalu bersama. Mulai dari nol kita sama - sama. Dan sudah tahu watak masing - masing." Ucap Alenka yang terus masih menangis.


" Kamu harus ikhlas, tidak selama nya kalian begini terus. Ini kan sudah terjadi sama kalian, karena sekarang sudah memiliki jalan sendiri - sendiri dan karena kamu dan Nanny memiliki masa depan sendiri. Kamu masa depan dengan Abang, Nanny bersama Raihan. Insya Allah kita masih akan terus menjalin silahturahmi." Ucap Alvino sambil mengusap air mata Alenka.


" Iya Bang, Saya paham."

__ADS_1


__ADS_2