Bidadari Kecil Milik Pak Tentara

Bidadari Kecil Milik Pak Tentara
Cinta Adalah Cinta


__ADS_3

💖💖💖💖


Cinta...!!!


Saya begitu merasakan indahnya cinta, tidak hanya Saya tapi semuanya pun pernah merasakan apa itu cinta.


Kadang membuat kita tertawa, kadang membuat kita menangis dan kadang membuat kita cemburu.


Cinta itu indah, tapi kadang menyakitkan bilamana terjadi pengkhianatan. Cinta itu adalah Anugerah terindah di dunia, karena Cinta kita bisa bersatu.


Cinta itu tulus datang nya dari hati, di dalam tubuh kita mengalir akan nya Cinta, hanya perasaan serius dan tak main - main Cinta itu akan selalu indah, baik suka dan duka.


Tapi ingat Cinta tak selama nya indah...


💖💖💖💖


Acara syukuran dengan doa bersama berjalan dengan lancar, di hari bahagia Alvino dan Alenka mendapatkan banyak hadiah.


Senyum bahagia masih menghiasi Alenka dan Alvino, begitu pun juga putri semata wayang Alvino yang selalu lengket pada Alenka.


" Bu Alenka ternyata putri Pak Alvino lengket ya.. sama Ibu." Ucap Ibu Sarah.


" Alhamdulilah iya Bu, sejak awal sudah dekat jadi seperti anak sendiri." Ucap Alenka.


Alvino duduk bersama Vidi dan Raihan sambil menatap ke arah Alenka yang ternyata mudah akrab dengan yang lainnya.


" Alenka ternyata supel." Ucap Alvino.


" Memang Alenka supel, dia seperti Alena hanya saja Alenka lebih ekstrim dari Alena." Ucap Vidi.


" Saya bahagia Niken bisa menerima Alenka dan lihat saja dia, seperti sama Mamah nya sendiri."


" Kamu beruntung memiliki Alenka."


" Benar Saya sangat beruntung, apalagi dia mempertahankan berlian yang sangat mahal dan Saya yang mendapatkan yang pertama kali." Ucap Alvino sambil tersenyum.


Raihan tersenyum sambil menyedot air mineral gelas nya, sesekali menggunakan bahasa isyarat.


Alvino dan Vidi memperhatikan tingkah laku Raihan, dan ternyata sedang berinteraksi jarak jauh dengan Nanny.


Ekhem...


Raihan menoleh saat Alvino berdehem.


" kamu kalau niat serius sama Nanny maju, jangan ngobrol berani nya dari jauh." Sindir Alvino.


" Akh.. Abang, sok tahu." ucap Raihan.


" Hah.. apa sok tahu, memangnya Saya belum pernah merasakan kasmaran." Ucap Alvino.


" Begitu maksudnya Bang, hanya saja kita belum jadian."


" Hah.. belum jadian, terus kenapa tadi kayak itu? " Ucap Vidi.


" Hanya ngobrol, Nanny nya juga belum tentu suka sama saya."


" Kalau Abang lihat dia juga suka sama kamu, buktinya merespon." Ucap Vidi.


" Benar kata Bang Vidi, dia itu sama suka sama kamu."


" Masa sih Bang? " Ucap Raihan.


" Kamu lihat, setiap gerak gerik kamu dia juga sama memperhatikan kamu." Ucap Alvino.


" Gaskeun... Raihan." Ucap Vidi.


*****


" Nanny." Panggil Alvino.


" Ada Bang? " Ucap Nanny.


" Saya mau tanya sama kamu, sejak kapan kamu dekat sama Raihan? " Tanya Alvino.


Alenka langsung menatap Nanny, dan ikut duduk di samping Alvino.

__ADS_1


" Kamu benar dekat sama Raihan, sejak kapan?" Tanya Alenka.


" Sejak mengurus pernikahan Nona kita awal dekat. " Jawab Nanny.


" Raihan suka sama kamu, apa kamu suka? " Tanya Alenka.


" Saya nggak tahu Nona, Saya takut." Jawab Nanny.


" Takut kenapa? " Tanya Alvino.


" Trauma yang dulu." Jawab Nanny.


" Nanny tidak semua pria seperti itu, Saya yakin Raihan tidak seperti itu. " Ucap Alvino.


" Saya setuju kalau kamu dekat sama Raihan." Ucap Alenka.


" Untuk itu Saya pikir kan lagi."


" Tapi Saya lihat kamu juga suka, tapi tidak Mau mengakuinya." Ucap Alvino.


" Jujur benar Bang Saya masih trauma." Ucap Nanny.


" Nanny, belajarlah untuk membuka hati kamu, dan mencintai nya. Tidak semua pria seperti dia." Ucap Alenka.


" Saya masih takut Nona."


******


" Malam ini Niken ingin bobo bertiga sama Mamah Papah." Ucap Niken yang sudah berada di tengah antara Alvino dan Alenka.


" Sayang, masa tidur bertiga sesak dong." Ucap Alvino.


" Nggak Mau ini kan kasur besar Papah segini masih leluasa." Ucap Niken sambil memeluk tubuh Alenka dengan erat.


" Tapi kamu sudah besar sayang." Ucap Alvino.


" Nggak mau." Niken semakin mengencangkan pelukan nya pada Alenka.


" Ya sudah malam ini Niken tidur disini ya." Ucap Alenka sambil melirik ke arah Alvino.


" Malam ini Bang, hanya malam ini yang nggak ada jatah." Ucap Alvino.


" Malam ini."


Terlihat Niken sudah tertidur lelap dengan tangan sambil memeluk tubuh Mamah nya sangat erat.


" Bang." Panggil Alenka pelan.


" Kenapa? " Tanya Alvino.


" Mamah pegal nih, tangan Niken meluk terus." Jawab Alenka.


Dengan perlahan Alvino membetulkan posisi tidur Niken hingga terlentang.


" Yank."


" Apa Bang?? "


" Mau dong."


" Nggak, ada Niken."


" Di tempat lain."


" Nggak mau."


" Kamar mandi yuk."


" Idih.. nggak akh, ada Nanny kalau lihat bagaimana."


" Abang pengen."


" Nggak ya Bang untuk malam ini libur."


" Ya udah lah tidur saja." Ucap Alvino langsung memejamkan matanya.

__ADS_1


Alenka yang melihat nya hanya terkekeh geli.


******


" Tante Nanny makasih ya sudah antar Niken sekolah."


" Sama - sama sayang."


Saat sedang berjalan sebuah motor berhenti tepat di depan Niken dan Nanny.


" Naik yuk, kenapa jalan kaki apa Bang Alvino tidak kasih kamu motor." Ucap Raihan .


" Loh kok Abang bisa disini, mau kemana? " Tanya Nanny.


" Saya Sengaja mengikuti kalian, walau sekolah nya dekat tapi kan capek." Jawab Raihan.


" Motor nya rusak Om jadi jalan kaki." Ucap Niken.


" Sudah Naik buruan."


Nanny pun duduk di belakang sedang kan Niken di depan dan saat itu Raihan menggunakan motor matic.


Setelah sampai di depan sekolah Niken, dan melihat Niken hingga masuk Raihan pun melajukan motor nya namun bukan arah pulang tapi ke lain arah.


" Bang ini mau kemana? " Tanya Nanny.


" Abang ingin ngajak kamu." Jawab Raihan.


Motor pun melaju sangat kencang dan sampailah di suatu tempat seperti danau dimana rimbun pepohonan.


" Kita duduk dulu." Ucap Raihan.


" Abang nggak Dinas? " Tanya Nanny.


" Dinas, memang kenapa? " Ucap Raihan.


" Nggak apa - apa sih."


" Abang ijin sebentar karena ada hal yang ingin Abang bicara kan sama kamu."


" Apa Bang? "


" Sebenarnya Abang suka sama kamu."


" Tapi Bang.. "


" Nggak perlu di jawab sekarang yang penting Saya sudah jujur sama kamu."


" Maaf Bang Saya tidak bisa."


" Kenapa, apa Saya nggak ganteng atau Saya bukan orang kaya? " Ucap Raihan.


" Bukan begitu Bang, Saya masih takut di khianati lagi. Saya trauma kenapa Saya memilih untuk menutup hati."


" Apa kamu nggak ingin mencoba bersama Saya, insya Allah Saya akan bahagia kan kamu." Raihan memegang tangan Nanny.


" Dari bahasa tubuh kamu Saya yakin kamu mencintai Saya, dan lihat lah saat saya genggam tangan kamu, apa kamu menolaknya."


Reflek Nanny menyingkirkan tangan Raihan, hingga membuat Raihan tersenyum.


" Saya akan tunggu jawaban dari apa pun itu jawaban nya.


" Terima kasih Bang Raihan sudah mencintai saya." Ucap Nanny.


" Jujur saat pertama lihat kamu Saya sudah jatuh hati sama kamu Nanny, Cinta pada pandangan pertama. Saya pun memiliki masa lalu yang sakit sama seperti kamu di khianati oleh kekasih Saya. Semoga kita cocok dan bisa saling memahami satu sama lain."


" Kisah itu sangat sakit Bang, dimana seminggu lagi kami menikah Saya dapat dia tidur dengan wanita lain. "


" Kok sama sih, Saya juga begitu atau jangan - jangan pasangan kita tertukar." Ucap Raihan.


❤❤❤


Ku gores kan berbagai kata - kata indah di alas yang putih ini. Kata - kata yang akan mengena di hati.


Mencari sesuatu sudut pandang yang berbeda, menyatukan segala perbedaan.

__ADS_1


Tak tahu arah kemana akan melangkah, dengan goresan kata - kata warna hitam dengan jamari yang menari indah membuat kata - kata apa yang keluar dari pemikiran kita.


Semua apa isi hati ini , ku tuangkan pada sebuah puisi indah, puisi yang mewakili perasaan yang sedang Aku alami.


__ADS_2