
" Ini Papah sudah Mau pulang sayang." Ucap Alvino saat menerima telepon dari Niken.
" Tunggu Papah ya nak, sudah dulu Papah mau jalan pulang." Alvino pun mematikan Sambungan telepon nya dan menyalakan mesin motornya.
" Niken kan tanyain? " Ucap Alenka.h
" Iya, langsung pulang kan nggak mampir kemana lagi? "
" Pulang lah Bang, mungkin beli apa untuk Niken di jalan."
" Ya udah nanti kita cari di jalan."
Alvino pun melajukan motor nya dan meninggal tempat yang mereka menginap semalam.
******
" Hey kok cemberut duduk di teras sendirian." Raihan duduk di samping Niken yang sedang memegang ponselnya.
" Nungguin Papah pulang lama." Ucap Ketus Niken.
" Lagi di jalan."
" Tadi telepon barusan mau jalan pulang, tahu lama Niken ikut saja tadi."
" Kan Papah sama Tante Alenka ada keperluan sayang."
" Harus berdua ya nggak boleh ajak Niken?'
" Iya dong, ada saat nya nanti pergi sama - sama Niken."
" Memangnya kalau orang dewasa mau otw menikah seperti itu Om? "
" Iya begitu banyak hal yang harus disiapkan."
" Tapi Niken takut kalau pergi jalan - jalan nggak di ajak Om."
" Ya nggak lah, masa nggak di ajak. Papah nggak kayak gitu."
****
" Niken sayang." Alvino datang langsung memeluk tubuh Niken yang masih cemberut.
" Kenapa anak Papah hem...? "
" Lama, kenapa lama baru pulang? "
" Maaf kan Papah ya sayang, tadi Papah ada keperluan dulu, tanya saja sama Tante Alenka." Ucap Alvino pada Niken.
" Benar Tante tadi ada keperluan? " Tanya Niken.
" Iya sayang benar, maaf kan kami ya pulang nya telat." Jawab Alenka.
" Nggak bohong kan? " Ucap Niken.
" Nggak bohong sayang." Ucap Alenka.
" Masih nggak percaya? " Tanya Alvino.
" Biar minta ganti Niken ingin jalan sepuasnya di mini market seberang jalan." Jawab Niken.
" Siap komandan yuk kita belanja sepuasnya." Ucap Alvino lalu pergi berdua bersama Niken dengan berboncengan motor.
Nanny menarik tangan Alenka mengarahkan duduk di sofa.
__ADS_1
" Kalian habis ngapain? " Tanya Nanny.
" Hmm... habis ngapain ya? " Jawab Alenka.
" Nona cepat kata kan."
Alenka menunjukkan jarinya dan mata Nanny berbinar saat melihat sebuah cincin yang terselip di jari manisnya.
" Nona di lamar? "
" Benar Nanny dia melamar Saya, dan kamu harus tahu tadi malam itu sangat romantis."
" Terus kalian kan nggak pulang pasti habis itu kan? " Ucap Nanny penasaran.
" Hampir Nanny."
" Jadi nggak melakukannya? "
" Tidak Nanny, katanya nanti saja."
" Oh my god, pasti nanti akan menjadi kejutan luar biasa."
" Saya ingin cepat - cepat menikah Nanny, dia per lakukan Saya dengan lembut."
" Selamat Nona, Nona telah menemukan pria yang tepat."
" Ah.... Nanny saya sangat bahagia."
******
" Kalau Papah seperti itu lagi, Niken nggak segan - segan hukum Papah seperti ini lagi." Ucap Niken pada Alvino yang menenteng 5 kresek belanjaan putri kecilnya.
" Ampun deh sayang, Papah nyesel asal kamu nggak marah terus sama Papah apa saja Papah akan lakukan."
" Satu supermarket dia beli Yank." Jawab Alvino.
" Karena ini hukuman buat Papah yang lama meninggal Niken." Ucap Niken.
" Memangnya Niken beli apa saja? " Tanya Alenka sambil membuka barang belanjaan milik Niken.
" Niken beli berbagai macam cemilan semuanya yang Niken suka." Ucap Niken.
" Tante nggak di beliin sayang? " Tanya Alenka.
" Ini." Niken memberikan sebuah cokelat pada Alenka.
" Wah... makasih sayang." Alenka menerima cokelat yang di berikan oleh Niken.
" Papah nggak di ambilin apa gitu secara Papah sudah tekor banyak sayang."
" Ini hukuman buat Papah, Tante Alenka nggak salah karena semuanya berawal dari Papah."
" Ok... kalau begitu, Papah ngaku salah."
" Makan nya Bang harus pintar ngerayu anak Jangan bisanya ngerayu saya." Ucap Alenka sambil tersenyum dengan tangan nya sibuk membuka bungkus cokelat.
" Kalau kamu beda dengan jurus andalan langsung klepek - klepek beda sama yang ini nih berbagai macam jurus susah." Ucap Alvino sambil melirik ke arah Niken yang tengah memakan chiki Favorite nya.
*******
Hiks... hiks.. hiks....
" Ternyata kamu benar - benar memilih dia Bang, sakit rasanya melihat posting an kamu bersama dia dengan cincin yang kamu berikan untuk dia. Hiks... hiks.. hiks.. seharusnya saya yang harus di samping kamu Bang hiks... hiks.. seharusnya saya...!!! "
__ADS_1
Lestari menangis sambil memeluk bantal guling di Kamar nya setelah melihat posting an milik Alvino yang banyak Meng upload photo - photo kebersamaan dengan Alenka.
*****
" Bang saya sama Nanny pulang dulu ya." Ucap Alenka.
" Naik apa, Abang antar ya pake mobil Bang Vidi." Ucap Alvino.
" Nggak deh Bang makasih Naik taksi online saja, Abang pesanin ya."
" Ya sudah Abang pesanin ya." Ucap Alvino sambil membuka aplikasi memesan taksi Online.
Alenka pun membuka ponselnya dan melihat sebuah pesan masuk, dengan serius Alenka membaca isi pesan tersebut dan membalasnya.
" Sedang chat sama siapa sih? " Tanya Alvino.
" Ini dari PH yang menaungi saya di sana." Jawab Alenka.
" Kamu mau balik lagi kesana? " Tanya Alvino.
" Nggak Bang, kan saya sudah janji nggak bakalan balik lagi kesana. Hanya... " Jawab Alenka.
" Hanya apa? " Ucap Alvino dengan nada tegas.
" Mereka meminta saya kembali dengan iming - iming dengan kontrak yang sangat besar dan agency model saya juga seperti itu."
" Berapa mereka berani gaji kamu? "
" Sekali pemotretan untuk sebuah majalah dewasa sekitar 250 juta dan untuk film sekitar 300 juta per episode."
" Wow.. mahal juga ya bayaran kamu, saya nggak sanggup menafkahi kamu Segitu. Bisa kasih makan kamu saja sudah beruntung."
" Kan saya sudah memutuskan Bang saya tolak."
" Tapi mereka setiap hari kan hubungi kamu?"
" Iya sih Bang setiap hari, dengan gaji Segitu memang lumayan makan nya saya di sana bisa beli ini itu, bahkan sekarang masih ada sisa tabungan nya."
" Kalau saya tidak jujur tentang perasaan ini apakah kamu akan kembali? "
" Saya kan memutuskan untuk berkeliling dunia."
" Berkeliling dunia lama - lama uang habis apa kamu mau kerja yang gaji nya kecil biasa menerima gaji besar."
" Abang kok seperti nya menyudutkan saya sih, Abang jangan lihat saya dari luar nya dong saya juga masih punya pemikiran yang nggak buntu."
" Abang hanya takut kamu nggak biasa nanti pegang uang sedikit."
" Sudah lah Bang jangan bahas masalah ini, jadi kesal saya." Ucap Alenka langsung berdiri.
" Mau kemana? " Tanya Alvino sambil memegang tangan Alenka.
" Mau ke depan nunggu jemputan." Jawab Alenka kesal.
" Kalau sudah datang nanti juga Nanny kesini."
" Nggak akh saya malas." Ucap Alenka melepaskan tangan Alvino yang memegang tangan nya.
" Yank..!! " Alvino bangun dari duduknya mengejar Alenka.
Taksi online pun tiba dengan rasa masih kesal Alenka langsung masuk kedalam taksi.
" Pak saya yang bayar." Ucap Alvino pada supir taksi.
__ADS_1