
Alvino melihat beberapa adegan, dan bayangan adegan yang ada di pikiran Alvino ternyata salah besar.
Istri nya bahkan tak melakukan hal - hal yang ada di otak Alvino.
" Cobalah Bang lihat istri Abang nggak melakukan nya bahkan mereka mengerti Alenka yang sekarang itu beda." Ucap Nanny.
" Ya bagaimana nggak punya pikiran yang tidak - tidak, istri sendiri mau di peluk di pegang sama pria lain, apa nggak panas nih hati." Ucap Alvino.
Alenka pun selesai menjalankan pekerjaan nya, dan terlihat Alenka bersalaman dengan para kru. Salam perpisahan dan ada beberapa yang bersedih saat melihat Alenka benar - benar pensiun.
Alenka berjalan mendekati Alvino dengan mata yang berkaca - kaca.
" Abang lihat kan mereka sudah seperti keluarga, pastinya merasakan sangat sedih."
" Maaf kan Abang ya."
" Abang nggak salah, memang dari awal Saya memutuskan untuk meninggalkan dunia yang membuat Saya terkenal."
" Jadi sudah tidak ada keterikatan kontrak kerja lagi kan? " Tanya Alvino.
" Iya Bang sudah tidak ada lagi." Jawab Alenka.
*****
Alenka memasukan pakaian yang membuat perkara antara Alvino dan dirinya. Pakaian tersebut di masukan kedalam kardus.
" Ini Saya serahkan sama Abang." Ucap Alenka.
" Terus, Abang mau buang kemana? " Tanya Alvino.
" Ya terserah Abang lah mau buang kemana lagian Alenka tidak akan pakai yang ini lagi." Jawab Alenka.
" Makasih sudah nurut sama Abang." Ucap Alvino.
" Maaf kan Alenka ya Bang sudah bikin Abang mendekati neraka."
" Iya sayang, Abang maafkan. Dan maafkan Abang juga kalau Abang keras sama kamu." Ucap Alvino sambil membelai rambut Alenka.
*****
" Mamah kapan sih dede nya lahir? " Tanya Niken sambil mengusap perut Alenk.
" Nanti kalau sudah usia 9 bulan nanti juga lahir." Jawab Alenka.
" Niken mau adik perempuan atau laki - laki?" Tanya Alvino.
" Apa saja Pah yang penting sehat." Jawab Niken.
" Amin...!!! "
*******
Alvino menciumi setiap celah inci tubuh Alenka, hingga badanya meliuk - liuk saat tangan sudah menari - nari di bagian tubuh Alenka.
__ADS_1
Suara merdu saat merasakan sampai puncak membuat Alvino semakin menghentak dan memaju mundur kan.
Aaaarrrrrgggh
Alvino pun melepaskan tembakannya, hingga terjatuh di atas tubuh Alenka dengan nafas yang naik turun.
" Maaf ya kalau tadi sakit." Ucap Alvino.
" Nggak apa - apa sayang, tadi Saya suka permainan Abang." Ucap Alenka.
" Masa sih? " Ucap Alvino sambil mencubit hidung Alenka.
" Iya sayang." Ucap Alenka dengan suara manja nya yang membuat Alvino semakin gemas.
" Lagi ya? " Ucap Alvino sambil menaik turun kan alisnya.
" Nggak capek? " Tanya Alenka.
" Nggak sayang." Jawab Alvino.
Setelah Alenka menyetujui mereka pun kembali bermain dengan Alvino yang memimpin secara pelan namun Pasti.
*****
" Papah, mamah mana? " Tanya Niken sambil melongok ke kamar saat Alvino keluar dari dalam kamar nya.
" Masih bobo." Jawab Alvino sambil menutup pintu kamarnya.
" Biar Papah saja yang kuncir rambut kamu."
" Nggak mau, ikat an rambut papah kurang kencang."
" Kata siapa, dulu sebelum ada mamah Alenka siapa yang ikat rambut Niken? "
Niken tersenyum sambil memperlihatkan deretan giginya yang putih.
" Papah..!! "
" Ya sudah kalau begitu sini Papah yang ikat rambut nya."
Alvino pun menyisir rambut Niken yang Panjang dan mengikatnya dengan model ekor kuda.
" Cantik." Ucap Alvino setelah selesai mengikat rambut Alenka.
" Makasih Papah." Ucap Niken sambil mencium kedua pipi Alvino.
" Sama - sama sayang."
********
" Bang semuanya sudah beres kan di gedung siapa yang pantau? " Tanya Alenka saat di rumah tengah sibuk mempersiapkan pernikahan Nanny dan Raihan.
" Ada Bang Vidi." Jawab Alvino.
__ADS_1
" Nona Abang kedua orang tua Bang Raihan sudah ada disini mereka katanya menginap hotel terus mereka ingin meluncur kemari." Ucap Nanny.
" Ya sudah, kita siapkan kue sama minuman." Ucap Alvino.
" Sudah Bang." Ucap Nanny.
" sudah kamu jangan urus ini itu, kamu kan mau menikah stop melakukan pekerjaan." Ucap Alenka.
" Terima kasih Nona, terima kasih Bang Alvino."
" Sama - sama." Ucap Alvino sambil menatap Nanny masuk ke kamar Niken.
" Alhamdulilah Bang, besok nggak menyangka Nanny akan melepas masa lajangnya." Ucap Alenka.
" Mas senang bisa membuat pernikahan mereka sangat megah."
" Jadi ingat dulu waktu kita mau nikah." Ucap Alenka.
" Sama sayang." Ucap Alvino.
******
" Aduh.. cantik nya lihat aslinya istri Raihan." Ucap Ibu Seruni, Ibu Raihan.
" Iya ya Bu nggak menyangka Raihan milih istri sampai cantik seperti ini." Ucap Pak Kamal.
" Terima kasih Bu Pak, Saya jadi malu." Ucap Nanny.
Nanny lantas menyapu pandangan nya mencari sosok pria yang besok akan jadi suami nya.
" Kamu cari siapa? " Tanya Alvino.
" Nggak cari siapa - siapa Bang." Jawab Nanny.
" Kamu cari Raihan? " Ucap Alvino.
Nanny mengangguk sambil tersenyum.
" Ada di hotel, dia nggak boleh ketemu sama kamu dulu sebelum besok." Ucap Alvino.
" Iya Nak, lagi di pingit." Ucap Ibu Seruni.
Dari luar Vidi sedang mengarahkan kamera video nya yang sedang memperlihatkan wajah Nanny yang sedang mengobrol dengan calon mertua nya.
" Bang, Saya ingin ngobrol sama Nanny." Ucap Raihan dari seberang.
" Ssstttt besok lagi, atau mau ngobrol serius sama Nanny japri saja jangan lewat saya." Ucap Vidi.
" Abang kan sedang melakukan panggilan video apa susahnya sih Saya mau say hallo." Ucap Raihan sambil memajukan bibir nya.
" Nggak mau..!!! "
" Bang Vidi...!!! " Ucap Raihan sambil merajuk seperti Niken pada Papah nya.
__ADS_1