
Pagi pagi Laras pergi dari kosan nya sementara Sonya dia tidak berpamitan dengan nya.
Mobil pun membawa Laras ke sebuah apartemen mewah di kota macet ini Alex sudah menyiapkan nya.
Laras memakai gaun warna putih senada dengan jas nya Alex mereka melangsungkan pernikahan tidak banyak orang yang tau pernikahan nya.
Hari ini adalah hari dimana Laras akan di penjara selama lamanya bahkan kebebasan Laras pun tidak dia dapatkan, mungkin hanya menangis dan menangis yang ia rasakan nanti.
Acara pun selesai Alex membawa Laras ke villa yang dulu Laras culik wajah Laras menatap ruangan itu, ruangan yang mengrengut kesucian nya dan kini orang yang merengut nya menjadi suami nya, yah suami di kertas.
Alex menatap tubuh Laras dia sangat seksi dan cantik memakai gaun pengantin itu membuat Alex bergairah saja.
"Lepas." ucap Laras.
Saat Alex memeluk tubuhnya.
"Aku hanya pembantu, jadi tolong jaga sikap anda Tuan." ucap Laras.
Alex pun kesal dengan jawaban Laras banyak sekali perempuan yang melempar tubuhnya tapi Alex tidak sama sekali tertarik tapi saat merasakan nya di Laras dia berbeda entah apa itu yang membedakanya.
"Besok kamu akan ku bawa ke rumah ku, bersikap lah layak nya pembantu karna hari ini awal dari penderitaan mu." ucap Alex keluar.
Sementara Sonya dia menatap foto bersama Laras, entah kenapa dia sangat merindukan sekali sahabat nya.
"Laras, kamu sedang apa." ucap Sonya.
Malam yang sangat panjang bagi Laras dia sama sekali tidak bisa tidur di kamar ini, kamar yang sangat menyakitkan sekali tiba tiba pintu kamar terbuka lebar.
Alex datang memakai kaos putih dan celana dia seperti habis minum alkohol bau nya tercium sangat tercium jelas, mata Laras menatap Alex.
"Kamu ngapain disini." ucap Laras dia hendak bangun dari tidur nya.
Tapi Alex menahan nya dia tersenyum sangat lebar, Laras mendorong tubuh Alex hingga terjatuh sepertinya pengaruh Alkohol.
Laras pun keluar dari kamar itu Alex berusaha mengejar nya tapi dia terjatuh lagi seperti tidak bisa menyeimbangi tubuhnya.
Laras keluar masih mengenakan baju pengantin dia berlari entah kemana pintu rumah gede ini saat masih berlari dia menabrak seseorang mereka pun jatuh posisi mereka Laras diatas lelaki itu.
Alex yang melihat nya tiba tiba tersadar dia menatap Vando penuh amarah dia berjalan tegak kembali dengan langkah cepat sekali sementara Laras bangun dari tubuh lelaki itu dia meminta maaf karna tidak sengaja menabrak nya, Vando pun juga.
"Maaf Nona, saya tidak melihat Nona." ucap Vando.
Belum sempat Laras menjawab Alex meninju Vando sampai terjatuh ke lantai Laras yang melihat nya kaget dia langsung membantu Vando.
"Alex, kamu apa apaan." ucap Laras marah dia tidak habis fikir dengan pria ini.
Vando menunduk dia tidak berani menatap Tuannya, dia tau kebiasaan Tuan nya kalo marah seperti ini.
__ADS_1
"Dasar perempuan murahan, sudah menikah masih saja mencari cari kesempatan." ucap Alex menatap Kesal Laras.
Kini Laras yang heran menatap Alex dia sampai bingung sekali dengan pria ini entah kenapa dia bisa seperti itu.
"Ikut dan kamu Van, Aku akan menghukum mu karna kamu sudah lancang sekali." ucap Alex melangkah dia menghampiri Laras.
Lalu menarik tangan Laras kasar sekali Laras mengikuti langkah Alex yang cepat padahal gaun nya susah sekali untuk berjalan.
"Hey, berhenti kaki ku sakit." ucap Laras.
Alex berhenti menatap Laras yang terduduk Kakinya berdarah Alex pun mengendong tubuh Laras dia pun membawa nya ke sofa lalu mengambil P3K.
Laras menatap Alex, dia heran sekali dengan sikap nya tadi perasan Alex mabuk karna kebanyakan minum tapi sekarang dia bahkan seratus persen sadar.
"Kamu pura pura mabuk." ucap Laras.
Alex seperti ketahuan hanya diam tak menjawab mata nya fokus pada luka Laras sementara Laras menatap nya bingung sekali.
"Kamu, lebih baik tidur." ucap Alex.
Dia pun mengendong Laras membuat Laras terkejut dengan sikap Alex itu dia berusaha untuk tidak di gendong.
"Aku bisa jalan sendiri, turunkan aku." ucap Laras.
Tapi Alex tak meladeni dia membawa Laras ke kamar nya dan menaruh nya hati hati dia pun lalu keluar.
Alex melangkah menuju ruang tamu di sana Vando berdiri menunggu hukuman Tuanya dia berfikir seperti nya ini akhir segalanya.
"Tuan, maafkan saya." ucap Vando.
"Kenapa, kau sengaja mau merebut nya dari ku." ucap Alex tatapan mata nya sudah ingin menerkam Vando.
"Maaf Tuan." ucap Vando menunduk.
"Sekali lagi kau menyetuh nya, akan ku buat kuburan buat mu." ucap Alex melangkah pergi dari Vando kesal sekali.
Tuan, apa anda sudah menaruh hati pada Nona. Vando.
Alex pun masuk ke kamar nya dengan emosi sekali kurang ajar sekali bawahan nya.
"Awas kamu Vando." ucap Alex.
Dering handphone Alex, mengalihkan mata Alex dia melihat layar nya, dia pun mengangkat telfon nya.
"Abang kapan pulang." ucap Lexa di sana Lexa sambil menangis.
"Kamu kenapa Lex." ucap Alex khawatir.
__ADS_1
"Abang." tangis Lexa terdengar dengan keras.
Alex langsung mematikan handphone nya dia mengambil jaket nya dan keluar dari kamar itu dengan berlari kencang Vando yang melihat nya langsung mengikuti nya dari belakang.
"Tuan." panggil Vando.
"Cepat ambil mobil." ucap Alex marah.
Dengan cepat Vando mengambil mobil dibagasi dia pun menuju Tuan nya Alex masuk ke mobil dengan perasaan gelisah.
"Pulang sekarang." ucap Alex.
Vando menjalankan mobilnya dengan cepat dia tahu pasti Non Lexa sedang ada masalah, karna sambil mengebut mobil pun sampai di rumah Alex.
Alex berlari mencari Lexa saat bertanya pada Bi Iim, dia bilang Nona sedang di taman menangis, Alex pun berlari menuju taman disana Lexa menangis sendiri Alex yang melihat nya pun langsung memeluk Lexa.
"Lexa, ada apa." ucap Alex khawatir.
Lexa langsung memeluk Abang nya dia menangis dengan kencang Alex membelai kepala nya lembut menenangkan nya.
"Ini semua gara gara perempuan itu." maki Lexa keras sambil menangis.
"Bahkan Bayu, Bayu membenci Lexa Bang." tangis Lexa pecah dia memukul mukul Alex.
"Apa salah Bang, Lexa mencintainya." ucap Lexa lagi.
Alex memeluk nya erat menenangkan Lexa sementara Vando berdiri tak jauh dari mereka hatinya begitu sakit sekali melihat Lexa menangis seperti itu.
"Sudah de." ucap Alex mengapus air mata Lexa.
Lexa menatap Abang nya baru kali ini dia memanggilnya Ade, biasanya dia terus menjahilinya.
"Abang." panggil Lexa menatap wajah Abang nya.
"Yah Lex." jawab Alex.
"Abang berubah sebenarnya ada apa Bang." ucap Lexa dia tidak lagi menangis.
"Besok Abang bawa perempuan itu, seterah kamu mau ngapain dia, tapi cuma satu pinta Abang berhenti menangis." ucap Alex.
"Perempuan Maksud Abang apa." ucap Lexa Lagi.
"Laras, Dia akan menjadi pembantu disini jadi lakukan sesuka hati mu." ucap Alex.
Wajah Lexa berbinar seperti menemukan mainan baru dia pun memeluk Abang Alex nya, Alex pub membelai rambut nya dengan lembut.
"Makasih Bang." ucap Lexa.
__ADS_1
Alex tersenyum sementara Vando dia menatap Alex aneh, kenapa dia tega melakukan hal itu pada orang yang dia sendiri cintai.