Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 19 Kau milik ku.!!


__ADS_3

Laras pun masuk ke kamar nya dia langsung buka lemari dan mengambil tas nya air mata nya mengalir saja dia menangis.


Saat itu Bi Iim mendengar tangisan Laras dia pun langsung menuju kamar nya dengan perasaan khawatir.


"Neng Laras, kamu kenapa." tanya Bi iim, dia langsung menghampiri Laras yang menangis di depan lemari sambil memasukan baju nya di tas.


Sementara Laras yang melihat Bi iim langsung memeluk nya dengan erat dia menangis di pelukan Bi iim, Alex yang merasa sangat bersalah karna telah berbicara sangat kasar dia pergi ke kamar Laras.


"Bi, maafin Laras yah." ucap Laras dia melepaskan pelukan nya.


"Neng mau kemana malem malem gini." ucap Bi iim seakan berat sekali mengatakan jangan pergi.


Alex melihat dari balik pintu itu wajah nya benar benar bersalah sekali, bahkan tangan ini sudah menampar nya.


'Tuan." ucap Bi iim saat melihat Alex yang berdiri mematung di pintu kamar Laras.


Sementara Laras dia menatap benci wajah Alex, Alex menyuruh Bi iim untuk ke kamar nya karna ia ingin mengobrol dengan Laras sebentar.


Alex masuk ke kamar Laras, sementara Laras tak menatap nya sama sekali dia buang muka karna benci sekali dengan Alex.


"Jangan pergi, aku tadi kebawah emosi." ucap Alex.


"Aku minta maaf tak akan lagi melakukan hal itu." ucap Alex masih berdiri di belakang Laras.


"Buat apa minta maaf hidup ku sudah hancur karna mu, bahkan orang miskin seperti aku tak pantas di cintai." ucap Laras menatap tajam Alex.


Entah kenapa ucapan Laras begitu menyakitkan dirinya, Alex menarik tangan Laras mau tidak mau Laras pun menatap Alex.


"Aku hanya boneka. dari manusia yang tidak punya hati seperti kalian, dan kenapa hidup sial sekali setelah bertemu dengan mu." ucap Laras lagi dia sudah tidak tahan dengan semua ini.


"Karna aku punya alasan untuk melakukan itu pada mu." ucap Alex tak mau kalah.


"Yah, Lexa lebih penting di banding aku karna aku miskin dan anak panti." ucap Laras.


Sementara mereka tidak sadar kalo Bi Iim mendengarkan pertengkaran mereka Bi iim yang mendengar semua perkataan Laras ikut menangis merasakan.


Sebenarnya Neng Laras dan Tuan Alex, ada hubungan apa. Bi iim.


"Karna kau istri ku, jadi kau tanggung jawab ku." ucap Alex menatap Laras.


"Seorang istri, ada seorang istri memperlakukan nya sebagai pembantu." ucap Laras.

__ADS_1


Sementara Bi iim yang mendengar pertengkaran mereka kembali terkejut dengan ucapan Alex.


Istri. Bi iim.


Bi iim menyenggol vas bunga di dekat kamar Laras, Mereka pun yang sedang berantem hebat kaget dan langsung berhambur keluar dari kamar Laras, disana Bi iim tampak pucat sekali terduduk di lantai dengan lemas.


"Bi iim." ucap Laras diam kaget.


Bi iim memandangi mereka dengan wajah pucat itu dia pun berusaha berdiri dan menundukan kepala takut sekali Tuan Alex marah karna sudah berani menguping.


Sorot mata Alex tajam dia benar benar marah sekali pada Bi iim, Alex melangkah mendekati Bi iim yang tampak ketakutan itu bahkan kakinya bergetar ingin berlari dari tempat ini.


"Aku sudah bilang, kenapa kamu masih disini." ucap Alex dia masih berbicara agak lembut tapi intonasi nya menakutkan untuk di dengar.


Bi iim dia menunduk kan kepala mulut nya terasa di kunci berat sekali mengatakan nya.


"JAWAB." bentak Alex.


Laras sampai kaget dia melihat Alex dia bahkan tidak punya perasaan kasihan sama sekali pada orang tua seperti Bi Iim ini.


"Ma maaf Tuan." ucap Bi iim berusaha tidak gugup.


"Lancang sekali. kamu benar benar menguji kesabaran ku." ucap Alex masih menatap tajam Bi iim.


"Kalo kamu berani melangkah lagi, aku pastikan pernikahan kita tersebar." ucap Alex.


Laras menyuruh Bi iim pergi tapi dia diam tak bergeming sementara Alex menatap Laras.


"Kamu tutup mulut mu, awas kalo Lexa tau hubungan ku dengan Laras, aku tak segan segan membunuh mu." ucap Alex dia maju melangkah menarik tangan Laras.


Laras pun yang di tarik Alex mau tidak mau mengikuti nya sesampainya di kamar Laras, Alex melepaskan tangan nya.


"Dan untuk kau, jika sekali lagi kamu pergi dari rumah ini atau coba coba kabur aku akan menyebarkan foto kamu." Alex mengeluarkan handphone nya.


Dia menunjukan foto Laras yang sedang berselimut dengan lelaki sementara lelaki itu menutupi wajah nya, Laras tau siapa lelaki ini dia Alex.


"Kau." ucap Laras hampir merampas handphone di tangan Alex tapi Alex memasukan kembali ke kantong nya.


"Turuti apa yang aku mau." ucap Alex.


Laras pun menatap benci pada Alex, dia ingin sekali merobek mulut nya yang seenak nya saja berbicara.

__ADS_1


"Karna Lexa tidak ada disini, dan kamu terlihat menganggur." ucap Alex.


Dia mendekati Laras sementara Laras mundur ke belakang entah kenapa dia benar benar takut dengan perkataan Alex barusan.


"Lepas." ucap Laras.


"Pantes saja Bayu tergila gila dengan wanita miskin kayak kamu, ternyata kamu cantik yah kalo lagi marah." ucap Alex dia sudah dekat sekali dengan muka Laras itu.


"Dasar gila." ucap Laras dia menginjak kan kakinya di kaki Alex, Alex ke sakitan Laras pun mendorong nya dan kabur dari kamar nya.


Laras keluar dari rumah Alex, dengan berlari sekencang nya sementara Alex mengejar nya dengan cepat dan berhasil meraih tangan Laras di depan gerbang rumahnya.


"Kau mau kemana.." ucap Alex marah sekali.


"Lepas, aku bilang lepas." ucap Laras.


Tapi Alex membopong nya masuk ke dalam rumah dia pun masuk ke kamar nya sementara Laras berusaha memberontak.


"Kalo kamu menolak melayani ku, sekarang juga aku akan telvon Bayu dan mengatakan sebenar nya." ancam Laras.


Omongan Alex barusan membuat Laras terdiam, dia tidak ingin Bayu mengetahui nya dirinya yang kotor.


Alex pun menghabiskan malam panas nya dengan Laras, sementara Laras diam tak menolak senyum Alex mengembang dia memeluk tubuh Laras yang indah itu.


Pagi hari Alex bangun melihat dirinya masih bertelanjang, sementara Laras dia tidak ada di kamar nya, Alex mengusap rambut nya dia bahkan bangun terlambat karna lelah semalaman.


Kau hanya milik ku sampai kapan pun kau milik ku. Alex.


Sementara Laras dia menangis di kamar mandi dia membersihkan tubuhnya yang sangat kotor sekali, air mata nya menetes semalaman sudah dua jam Laras mandi dia bahkan tak berani menatap Bayu.


Alex sudah rapih dengan pakaian nya dia menuju tempat makan disana Bi iim sudah menyiapkan sarapan untuk nya.


Alex mencari Laras tapi tidak ada didapur nya dia pun menatap Bi iim yang berdiri tak jauh dari nya.


"Laras kemana." ucap Alex kepada Bi iim.


"Neng Laras sudah pergi ke kuliah Tuan." ucap Bi iim berbohong, semalam dia tau apa yang di lakukan mereka.


Bi iim kasihan sekali pada Laras, dia bahkan menangis di kamar mandi suara tangisan Laras itu membuat Bi Iim sangat kasihan.


"Kau tidak lagi berbohong." ucap Alex seakan tau gelagat wajah Bi iim.

__ADS_1


Dengan cepat Bi iim mengeleng, Alex pun makan dengan cepat dia tadinya ingin mengajak Laras sarapan, selesai sarapan Alex pergi ke kantor nya.


__ADS_2