Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 48 Datang nya Nessa.


__ADS_3

Lexa yang sudah masuk kedalam langsung duduk dengan wajah pucat sekali setelah mendengar suara Bayu, Laras yang melihat Lexa pun langsung menghampiri nya dan menenangkan nya.


"Lexa, minum ini." Laras menyerahkan air putih ke tangan Lexa.


Lexa pun dengan gemetar mengambil gelas yang ada di tangan Laras, melihat wajah Lexa yang tampak ketakutan sekali Laras merasa sangat kasian sekali apalagi sekarang Lexa sedang mengandung.


Tak lama Alex dan Vando datang, Alex menatap adik tersayang nya tangan Alex mengempal dengan erat sakit sekali melihat Lexa seperti itu.


"Abang." panggil Lexa.


Sedikit berlari kecil Lexa langsung memeluk Alex, Lexa pun menangis di pelukan Alex sungguh tangisan menyayat hati Alex.


"Duduk dulu Lex." Alex membimbing Lexa duduk.


Vando berdiri di belakang Alex dia tak henti henti nya menatap Lexa yang masih pucat sementara Laras masih berdiri menatap kedua kakak beradik itu ada perasaan aneh yang menyelimuti hatinya tapi Laras berusaha menepis nya.


"Abang." ucap Lexa sambil memeluk Alex dengan air mata terus mengalir.


"Maafin Abang yang tak bisa menjaga kamu." ucap Alex berusaha sekuat tenaga supaya tidak menangis.


Lexa masih terus menangis, betapa lemah dirinya ini bahkan untuk menyelesaikan masalah nya sendiri pun Lexa tidak bisa hanya tangis yang bisa Lexa lakukan.


Sementara Bayu kembali ke rumah nya dengan marah sekali dia melempar semua benda yang ada di hadapan nya itu.


"Aku tidak akan pernah menceraikan mu ingat itu." ucap Bayu memaki maki foto Lexa dan dirinya.


Bayu pun mengambil foto itu dan melemparkan nya ke lantai hingga pecah setelah amarah nya reda Bayu pergi masuk ke kamar nya.


Setelah kejadian itu kini Alex lebih ketat lagi menjaga Lexa bahkan Alex pun memberikan sebuah rumah mungil yang hanya Alex yang tau dan Bi Iim pun yang mengurus keperluan Lexa.


"Non." ucap Bi iim yang melihat Lexa hanya terpaku menatap ilalang yang bergoyang di depan nya.


"Ehhh Bi Iim." ucap Lexa seakan dia baru tersadar dari lamunan panjang nya.


Bi Iim pun menyerahkan segelas susu Bumil di depan meja Lexa dan buah buahan untuk Lexa.


"Non di minum dulu keburu dingin." ucap Bi Iim yang masih berdiri di belakang Lexa.


"Ehhh iyah Bi, makasih." ucap Lexa mengambil gelas di depan nya.


Bi Iim pun duduk di samping Lexa dengan hati sedih sekali dulu Bi Iim sewaktu melihat Lexa pertama kali dia tampak bahagia sekali tapi kini berubah.

__ADS_1


"Lexa." panggil sebuah suara yang tak asing bagi Lexa.


"Nessa." panggil Lexa.


Mereka berdua pun berhambur saling memeluk satu sama lain, Lexa sangat merindukan sahabatnya ini begitu juga dengan Nessa.


"Kapan kamu pulang." ucap Lexa menatap sahabatnya ini.


"Saat kamu sakit, Kak Alex memberi tau ku keadaan mu Lex. dan aku sangat marah sekali pada Bayu, kenapa kamu selama ini berbohong Lex." ucap Nessa sambil memegang bahu Lexa.


"Kenapa kamu tidak bilang kalo selama ini Bayu selalu menyakiti mu." ucap Nessa lagi.


Lexa terdiam menatap Nessa yang sangat peduli pada dirinya sahabat kecil nya ini selalu menjadi semangat ketika Lexa sedih begitu juga Nessa dia sudah menganggap Lexa seperti saudara kandung.


"Maaf." ucap Lexa air mata nya mulai jatuh bukan karna ucapan Nessa tetapi dirinya terlalu lemah menghadapi semua ini.


"Untuk apa, Lexa kamu tau kan aku sangat peduli kepadamu tapi kenapa kamu membohongi perasaan mu dan menutupi semua luka itu." ucap Nessa yang kini sudah duduk di bangku tadi.


"Kamu anggap aku apa Lexa, tapi ya sudahlah sekarang bagaimana keadaan kamu." tanya Nessa kali ini menatap dengan lembut.


"Aku baik baik saja." ucap Lexa dengan senyum manis nya.


Makasih Ness sudah menghibur Lexa walaupun sebentar. Alex.


Laras yang datang bersama Alex kini berdiri menatap wajah Alex dengan bingung Laras pun melihat yang di lihat Alex.


Hembusan nafas kasar dari hidung Laras terdengar oleh dirinya sendiri, saat Laras hendak melangkah Alex baru menyadari.


"Maaf." ucap Alex kini mata mereka beradu.


"Untuk apa." ucap Laras.


"Jika selama ini aku terlalu mengabaikan mu, kamu tau kan Lexa sangat berarti bagi ku." ucap Alex mencoba menjelaskan.


"Ohh aku kira kenapa, Alex aku sama sekali tidak merasakan kamu mengabaikan ku. jadi berhenti lah menyalahkan diri sendiri." ucap Laras dengan tersenyum.


Alex pun langsung memeluk Laras dengan erat sekali karna Laras sudah mengerti dirinya sementara Laras juga berusaha menerima keadaan.


"Abang." panggil Lexa saat melihat Alex di belakang nya.


Alex pun melepaskan pelukan nya dan tersenyum ke arah Lexa yang menyuruh nya ke sana, Alex mengandeng tangan Laras dan membawa nya menuju Lexa.

__ADS_1


Sesampainya di sana Nessa menatap Laras dengan senyum manis di bibir nya Laras pun juga ikut tersenyum.


"Makasih yah Ness." ucap Alex saat sudah dekat.


"Santai aja Kak, lagian aku dan Lexa sudah sahabatan dari kecil jadi wajar lah saling bahu membahu." ucap Nessa sambil tersenyum.


"Abang, inget gak waktu Nessa jatuh ke kolam itu." tunjuk Lexa menatap kolam usang nya.


"Hahahaha, iyah lucu sekali seperti Gurita kepanasan." ucap Alex mengingat memori dulu.


"Apaan sih Kak Alex, Lexa kamu yah." ucap Nessa pura pura cemberut.


Sementara Laras hanya mematung mendengar kan candaan mereka yang sama sekali Laras tidak mengerti karna tidak ada di tempat kejadian.


"Kak Alex." panggil Nessa.


"Iyah Ness." ucap Alex memandangi Nessa.


"Kak Bima minggu depan pulang dari Amerika katanya dia mau main kesini." ucap Nessa lagi.


"Aku tunggu kedatangan nya yah Ness, bilangin ke Bima bawa oleh oleh buat Bumil." ucap Alex meledek Lexa yang hanya diam.


"Iihh Abang nie." ucap Lexa manja.


Alex dan Nessa pun tertawa dengan sikap manja Lexa, Laras hanya diam memandangi danau yang tampak tenang sekali.


"Ohh iyah Kak, aku mau foto dong nanti aku kirim ke Kak Bima." ucap Nessa dengan senyum manis nya.


"Ohh yah." ucap Alex kini mata Alex memandang Laras.


"Sayang ayo ikut." ucap Alex memanggil Laras.


"Biar aku yang foto aja." ucap Laras dengan senyum menutupi rasa sesak di hatinya.


"Tapi." ucap Alex seakan ragu.


"Biar Kak Laras aja yang fotoin." ucap Nessa dengan senyum.


Cekrek, Cekrek, Cekrek.


Sudah lebih dari lima kali Laras memfotoi mereka sementara mereka tersenyum dengan sangat bahagia sekali seperti tak perduli dengan kehadiran nya.

__ADS_1


__ADS_2