Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 22 Ketauan


__ADS_3

Laras pun pulang ke rumah Alex dengan hati senang sengaja Laras pulang malam karna tak ingin bertemu dengan Alex, saat dia membuka pintu kamar nya Alex ada di kamar nya dengan wajah marah.


"Tuan, ngapain disini." tanya Laras panik.


Alex langsung menarik tangan Laras masuk dan Alex menutup pintu kamar Laras dengan pelan.


"Dari mana saja kamu." ucap Alex seakan mengintrogasi.


"Saya habis mencari tempat KKN." jawab Laras dengan tegas.


"Ohh, besok kalo aku tau kamu berangkat duluan aku pastikan status kita akan di publikasi kan." ucap Alex dia melangkah pergi dari kamar Laras.


Dengan cepat Laras menutup kamar nya dan mengunci nya dengan cepat keesokan harinya Laras bangun seperti biasa tidak mendengarkan ucapan Alex karna dia malas melihat Lexa dan Alex.


"Bi, kemana Laras." tanya Alex karna Lexa belum datang.


"Neng Laras sudah pergi Tuan." ucap Bi iim.


Mendengar ucapan Bi iim, Alex kesal dia langsung pergi dari tempat makan menuju keluar disana Laras masih menunggu angkot dia seperti melihat lihat layar handphone.


Tiba tiba Seseorang merampas handphone nya betapa kaget sekali Laras saat yang merampas adalah Alex, dia langsung melihat handphone Layar yang murah itu Alex betapa marah nya dia melihat apa yang dilihat Laras.


"Kau masih mempunyai foto cowok lain." ucap Alex menatap tajam wajah Laras.


"Itu hak ku, kembali kan handphone ku." ucap Laras ingin meraih handphone nya.


Tapi Alex langsung membantingnya hingga pecah berantakan mata Laras menatap benda pipih itu dengan kaget Handphone baru beli kini di sudah rusak berantakan.


"Kamu apa apaan sih Lex." ucap Laras dia langsung mengambil handphone nya yang jatuh ke tanah.


Alex menarik tangan Laras supaya tidak mengambil nya tapi Laras bersikeras dengan hatinya dia berusaha melepas tangan nya dari Alex.


"Aku benci kamu." teriak Laras dia mendorong Alex dan masuk ke angkot Yang berhenti tepat di depan nya.


Alex yang melihat pun berteriak dengan kencang memanggil Laras, dari kejauhan sebuah mobil dari tadi memperhatikan mereka dengan wajah kaget.


Sementara Laras di dalam angkot menangisi handphone nya semua orang yang ada di angkot menatap nya dengan kasian.

__ADS_1


"Neng enggak apa apa." tanya seorang ibu di dekat Laras.


Laras mengeleng dia hanya merasa hidup ini tak adil bagi dirinya dengan cepat Laras mengapus air mata nya tidak mau membuat orang semakin memperhatikan nya.


Laras turun di kampus dengan lemas dia duduk di kursi depan kampus yang di sediain kampus Bayu datang dengan wajah marah dan mempunyai banyak pertanyaan kepada Laras.


"Laras, jadi selama ini kamu mau putus dengan ku karna kau berselingkuh dengan Alex." ucap Bayu marah menatap wajah Laras


Betapa kaget sekali Laras saat Bayu tau tentang dirinya tapi ucapan Bayu semua nya salah dirinya sama sekali tak berselingkuh.


"Kamu salah Bay, please jangan mengatakan seperti itu, itu membuat ku sakit Bay." ucap Laras sambil menangis air mata nya terjatuh.


"Lantas ini apa." ucap Bayu menunjukan Foto dirinya dengan Alex.


"Kau menjual tubuh mu hanya demi selembar uang." ucap Bayu lagi marah.


"Bahkan aku jijik sekali melihat mu. dan kamu bersikap sepolos mungkin untuk menutupi kelakuan bejat mu." ucap Bayu lagi kali ini Laras hanya bisa menangis entah harus mengatakan apa dia benar benar tak bisa berfikir.


"Bay, aku akan jelasin semua nya percaya sama aku Bay." cuma kata itu yang Laras bisa katakan.


Laras berusaha menahan Bayu tapi Bayu melepaskan nya dengan keras hingga Laras terjatuh Lexa saat itu melihat tersenyum dengan bahagia.


*I*ni yang aku mau. Lexa.


Laras menangis di depan kampus bahkan semua teman Laras yang mendengarkan pertengkaran Laras pun menatap bahagia dan benci dengan Laras.


Sonya yang melihat Laras juga terdiam tak mengerti dengan sahabat nya ini, tapi hatinya percaya Laras tak mungkin melakukan hal menjijikan itu untuk mendapat uang.


"Laras." ucap Sonya dia langsung memeluk Laras dengan erat sekali merasakan betapa hancur nya hati Laras saat ini.


"Sudah." ucap Sonya dia membawa Laras duduk kembali.


"Bayu benci aku Son." tangis Laras meledak.


Sonya hanya bisa menepuk nepuk bahu Laras menguatkan Laras supaya kuat menghadapi cobaan yang terus datang bertubi tubi.


"Aku punya alasan Son." ucap Laras lagi di sela sela tangis nya itu.

__ADS_1


Sonya ikut menangis karna tidak tahan dengan sahabat nya dia merasakan apa yang Laras rasakan.


"Kita bolos kuliah yuk." ajak Sonya, Laras pun mengangguk.


Mereka pergi dari situ dengan wajah sedih sementara dari jauh Alex merasa sangat bersalah sekali entah kenapa hati nya ikut sakit saat Laras di bentak seperti itu.


Sonya membawa Laras keluar dari kampus dia akan membuat sahabat nya senang walau pun sesaat melupakan masalah nya tapi yang penting hari ini Laras bahagia.


"Sonya kita kemana." tanya Laras di dalam angkot itu yang kini wajah nya mulai tak sedih.


"Kau tau Bakso Raksasa, sedang ada promo dan aku mau membawa kamu ke tempat itu, inget jangan protes." ucap Sonya dengan wajah di imut imutin.


Laras yang melihat Sonya seperti itu tersenyum dengan tingkah Laras yang menurut nya lucu sekali.


"Nan gitu dong senyum itu baru yang namanya Laras." ucap Sonya dia memeluk Laras dengan erat.


"Son, malam ini aku mau nginep yah." ucap Laras.


"Selamanya juga boleh, Laras pintu kosan ku selalu terbuka untuk mu, kapan pyn itu kau butuh aku.!!" ucap Sonya memegang tangan Laras dengan senyum.


"Ahh Sonya." Laras langsung memeluk Sonya.


Dirinya sangat beruntung sekali bisa memiliki sahabat seperti Sonya yang selalu ada di saat suka mau pun duka.


"Makasih juga sudah mau menjadi sahabat ku, meski aku bawel." ucap Sonya.


"Enggak kok, enggak bawel cuma gapan marah." ucap Laras dengan jari nya menunjukan tanda Pizz.


Sonya pun langsung mencubit Laras walau tak keras Laras pura pura ke sakitan, semua penumpang yang mendengarkan omongan Laras dan Sonya senyum senyum sendiri mereka entah memikirkan apa tentang dirinya.


Sementara yang di senyumin tak memperdulikan mereka, Sonya saat melihat kedai Bakso dia berhenti dengan cepat.


Angkot pun berhenti mendadak sementara mereka tidak sadar kalo mereka di ikutin oleh mobil di belakang tak lain itu Alex.


Alex sedari tadi mengikuti Laras karna dia sangat khawatir terjadi apa apa dengan Laras, mereka pun masuk ke kedai itu dengan senang pelayan pun menghampiri Laras dan Sonya


Setelah mereka pesan pun Laras dan Sonya memakan Bakso itu dengan lahap sekali ternyata rasa pedas itu bisa mengusir stress.

__ADS_1


__ADS_2