
Malam ini Laras benar benar bahagia sekali dia bisa berada di kosan Sonya merasa dirinya kembali lagi seperti dulu saat dimana dirinya bahagia walau ke kurangan.
Tok. tok. tok.
Suara ketukan pintu diluar membangunkan Sonya sementara Laras dia masih terlelap tidur dengan pelan Sonya keluar dia bertanya tanya malam malam seperti ini siapa yang bertamu.
Sonya membuka pintu dengan mata masih mengantuk sekali tapi saat melihat orang yang bersamamu itu mata Sonya kembali terbuka kantuk pun hilang entah pergi ke mana.
"Maaf anda mencari siapa." ucap Sonya tidak mengenali pria di depan nya.
"Laras ada disini." tanya Alex.
"Kamu siapa." tanya Sonya kembali tak menjawab omongan pria di depan nya.
"Aku suami nya." ucap Pria itu betapa shock Sonya saat mendengar kata Suaminya.
"Aku tak percaya, jadi sebaiknya anda pergi." ucap Sonya dengan wajah masih kaget.
"Tunggu." Alex menahan pintu nya dia memberi buku nikah pada Sonya, Sonya langsung melihat nya betapa kaget sekali.
"Berhenti membuat berita hoax karna aku sama sekali tak percaya." ucap Sonya.
Laras terbangun karna mendengar keributan di luar Kosan Laras pun keluar dari kamar nya Sonya dan menuju keluar saat melihat Sonya yang sedang berbicara pada seorang pria.
"Sonya itu siapa." tanya Laras dengan suara agak keras.
Mereka semua melihat asal suara itu mata yang tadi nya mengantuk kini tiba tiba lenyap saat melihat Alex di depan kosan Sonya.
"Laras." panggil Alex dia sangat merindukan Laras.
"Sonya aku tak mengenal nya cepat tutup pintu nya." ucap Laras air mata nya hampir terjatuh.
Sonya melihat wajah Laras pucat pun langsung mendorong tubuh Alex dan menutup pintu nya dengan keras dan menguncinya.
Sonya langsung menghampiri Laras dia membawa Laras masuk ke kamar nya sementara Alex dia berdiam diri di depan kosan Sonya dengan wajah sedih.
"Son, aku akan jelasin semua nya tapi tidak sekarang." ucap Laras dia sudah tau wajah penasaran Sonya.
__ADS_1
"Laras aku tau kamu mempunyai masalah sendiri tapi aku berharap kamu tidak membohongi ku tentang pernikahan kalian." ucap Sonya menatap Laras.
"Aku tau Son, maka dari itu aku akan jelasin semua nya tapi tidak sekarang karna aku tidak ingin mengingat wajah nya." ucap Laras dengan wajah sedih sekali.
"Baik, kalo gitu sebaiknya kita tidur." ucap Sonya lalu mereka tidur.
Sementara Alex dia keluar dari kosan Sonya dengan wajah murung saat sampai rumah pun Alex tak seperti biasa nya sementara Lexa dia melihat Abang nya seperti ada masalah.
"Abang." panggil Lexa.
Alex pun mendengar nya tapi dia acuhkan Alex langsung ke kamar nya dan mengunci pintu kamar nya Lexa yang melihat perubahan nya itu merasa sedih sekali.
Keesokan paginya Bayu sengaja menjemput Lexa dia ingin berbicara berdua dengan Alex saat sudah sampai terlihat Alex keluar dengan malas.
"Alex." panggil Bayu menatap Alex dengan marah.
"Kenapa kau tega melakukan hal menjijikan itu pada orang yang aku cinta." ucap Bayu dia menahan emosinya.
"Aku juga mencintai Laras." ucap Alex tak kalah marah.
"Tugas kau perlu menjaga Lexa, karna sekarang Laras tanggung jawab ku karna aku sebagai suaminya." perkataan Alex bukanya membuat Bayu merendah amarah nya kini yang ada hanya baku hantam.
Lexa yang mendengar perkataan Abang nya barusan itu membuat nya pucat dia hampir terjatuh kalo bukan gagang pintu itu dia pegang.
"Abang." ucap Lexa sambil menangis wajahnya benar benar kecewa sekali dengan Alex.
Satpam yang melihat mereka berantem langsung memisahkan nya dengan cepat sementara Alex menatap Bayu marah.
"Aku akan membuat Lexa menderita ingat itu." Bayu pergi dari situ dengan Marah.
Lexa yang mendengar ucapan Bayu itu barusan semakin membuat nya lemas kenapa dirinya selalu saja menderita padahal keinginan nya hanya sederhana saja bersama orang yang dicintai setulus hati tapi seperti nya berbeda dari yang di harap kan.
"Non Lexa kenapa." ucap Bi iim suara Bi iim membuat Lexa tersadar dengan lamunan nya itu dia pun berusaha berdiri menyeimbangi badan.
"Abang." panggil Lexa.
Tapi suara teriak kan Lexa tak di dengar karna Alex sudah pergi menggunakan mobilnya Lexa pun keluar dari rumah menuju kampus nya dengan wajah cemberut.
__ADS_1
Laras dan Sonya berangkat ke kampus bareng bareng mereka sangat menikmati masa masa bersama yang indah ini.
"Laras, kita sarapan dulu yuk." ajak Sonya.
Laras mengangguk dan mengikuti Sonya yang sudah duluan masuk ke rumah makan mereka pun makan dengan lahap sekali.
Setelah selesai dengan urusan perut nya mereka kembali lagi melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda.
"Son, makasih yah udah jadi sahabat terbaik ku." ucap Laras dia sambil memeluk Sonya.
"Laras, apa benar yang di katakan pria waktu malam itu." ucap Sonya.
Laras terdiam lalu mengangguk dia pun megang tangan Sonya dan menceritakan awal nya sampai akhir air mata Sonya menetes dia benar benar telah bersalah.
"Laras, seharusnya kamu jangan menerima tawaran itu biar kan saja saya tidak di operasi." ucap Sonya.
"Lalu aku melihat kamu mati, aku gak bisa Son karna kamu satu satu nya orang yang aku kenal." ucap Laras.
"Tapi karna aku kamu harus mengalami hal menjijikan seperti itu, dan kamu sekarang menghancurkan masa depan mu Laras." ucap Sonya.
"Biarlah waktu yang menjawab Son, dan mungkin takdir ku seperti ini." ucap Laras.
Sonya tak tahan lagi dia langsung memeluk Laras karna dirinya Laras menjadi seperti ini karna dirinya Laras menderita.
"Son, ini semua bukan salah mu ini semua karna aku menjadi pacar Bayu waktu itu." ucap Laras dia menghapus air mata Sonya.
"Aku harus kasih tau Bayu, aku yakin dia hanya kecewa dengan mu tapi dia tidak tau alasan mu." ucap Sonya.
Laras mengeleng menahan tangan Sonya dia tau tapi dirinya tidak mau membuat masalah tambah rumit sekarang Laras hanya bisa berdamai dengan takdir yang menemani nya.
"Laras, berhenti menyakiti diri sendiri." ucap Sonya dia sudah tidak tahan lagi.
"Apa yang harus di pertahan kan Son, seberapa aku menjelaskan kepada Bayu badan ini sudah kotor, bahkan aku malu Son melihat diriku sendiri." tangis Laras meledak dia benar benar merasa sakit sekali hati nya.
"Aku mohon Son, jangan beri tahu Bayu percuma apa yang harus di pertahan kan." ucap Laras lagi dia sudah menangis.
Sonya yang melihat Laras terpuruk pun langsung memeluk Laras dia menguatkan sahabat nya hidup nya benar benar sulit sekali dan mereka yang mempunyai kekuasaan itu sangat tidak mempunyai hati sama sekali.
__ADS_1