Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 8 Pikiran yang kacau.


__ADS_3

Laras pun pulang ke kosan sambil berjalan pikiran nya sangat kacau sekali saat akan menyebrang mobil melaju kencang tapi seseorang menarik tangan nya.


Dia pun langsung memeluk tubuh Laras yang kaget karna kejadian barusan Laras pun seperti mencium aroma tak asing dari tubuh seseorang yang menyelamatkan nya.


"Laras kamu tidak apa apa." ucap pria itu.


Laras melihat sekilas wajahnya dia seperti tidak asing tapi siapa seakan mengingatkan wajahnya pada bayangan kecil nya dulu.


"Dodit.??" ucap Laras tersenyum menatap wajah nya.


Dodit pun membawa Laras di tempat duduk dekat dengan jalan Dodit pun bertanya kabar Laras.


"Baju kamu kenapa." ucap Dodit memegang baju Laras yang berdarah.


"Dit, Sonya kecelakan Dit." ucap Laras dia air matanya terjatuh.


"Sonya sekarang dimana.??" ucap Dodit khawatir sekali.


"Dia di rumah sakit." ucap Laras dia masih menangis.


Mereka pun pergi ke rumah sakit saat itu Alex melihat Laras dengan lelaki wajah nya merah menahan amarah sementara Lexa yang sedang duduk disamping Alex dia menatap Abang nya aneh.


"Abang kenapa." ucap Lexa menatap Alex.


"Lex, kamu bisa pulang sendiri kan." ucap Alex menatap adiknya.


"Iya, tapi Abang mau kemana.??" ucap Lexa menatap wajah Alex.


"Berhenti mencampuri urusan ku." ucap Alex.


Karna kesal dengan jawaban Alex, Lexa pun keluar dari mobil dengan kesal sekali dia bahkan menutup pintu nya kencang Alex tak meladeni nya dia pun langsung membawa mobil nya dengan mengebut mengikuti Laras.


Mereka sampai di rumah sakit Dodit pun masuk ke ruangan Sonya sementara Laras dia berdiri menatap Dodit di depan pintu dia tidak ingin menganggu mereka pasangan kekasih tapi di tentang oleh orang tua Dodit karna Sonya anak dari orang miskin sementara Dodit dia anak lurah di kampung nya.


Air mata Dodit keluar menangisi Sonya, Laras tidak tahan dengan suasana itu dia pun pergi dari situ menangis tak jauh dari ruangan itu.


"Ikut." ucap Alex.


Dia langsung menarik tangan Laras menuju ruangan kosong tak lain gudang obat betapa kaget Laras ketika yang menarik nya Laki laki brengsek itu.


"Lepas." ucap Laras.


Alex pun tak melepaskan nya dia langsung menatap kesal Laras berani sekali dia berbicara dengan lelaki sedekat itu.


"Kamu harus turuti semua perintah ku, atau kamu mau saya memberi tau semua orang, mahasiswa berprestasi melakukan hubungan badan demi mendapatkan uang." ucap Alex menatap tajam Laras.

__ADS_1


Laras menatap benci pada pria di depan nya ini kenapa hidup nya selalu sial begini setelah bertemu dengan lelaki brengsek ini.


"Ada juga aku, aku akan melaporkan kamu ke polisi." ancam Laras tak takut.


Sementara Alex tertawa keras sekali menatap Laras seakan mata itu merendahkan nya.


"Dengan harta mu yang tak seberapa.??" ucap Alex.


Laras pun tak terima dia menampar Alex keras sekali tapi Alex meraih tangan Laras mencengkram nya dengan keras membuat Laras meringis ke sakitan.


"Lepas." ucap Laras.


"Kau berani sekali menampar ku.!!" ucap Alex mata nya benar benar menakutkan sekali.


"Kau kira aku tidak berani.??" ucap Laras.


Alex pun kesal sekali dengan jawaban Laras dia menarik Laras dan menempelkan nya pada dingding tembok itu.


"Aku akan buat hidup kamu menderita." ucap Alex.


"Lepas." ucap Laras dia kesakitan tangan nya memerah karna cengkraman Alex.


Laras pun menginjak kaki Alex dia mengerang kesakitan Laras keluar dari ruangan itu dengan berlari dia masuk ke ruangan Sonya di sana masih ada Dodit.


"Tidak, aku tidak apa apa." Laras pun menetralkan nafas nya yang terasa sesak.


"Laras, aku titip Sonya jika Sonya sadar nanti jangan bilang kamu bertemu aku." ucap Dodit dan membuat Laras menatap heran dengan ucapan Dodit.


"Apa kalian bertengkar.??" tanya Laras.


Dodit mengeleng kan kepala nya tanda dia tidak bertengkar hanya saja dirinya tidak pantas untuk Sonya.


"Lalu kenapa.??" ucap Laras lagi tak mengerti jalan pikiran Dodit.


"Minggu depan aku akan menikah dan Sonya belum mengetahui nya, aku tidak mampu memberi tau nya karna aku tidak bisa memperjuangkan nya." ucap Dodit dan membuat Laras menatap tak percaya dengan ucapan nya.


"Aku kira kamu lelaki yang baik untuk Sonya, tapi aku salah Dit." ucap Laras.


"Laras, kamu tidak tau apa pun permasalahan ku dan keluarga ku jadi berhenti bersikap seolah aku yang salah." ucap Dodit lagi.


"Lalu selama ini, Kamu anggap apa Sonya.??." ucap Laras.


Dodit menunduk dia benar benar tak tau lagi harus berbicara apa tentang semua ini dia sangat mencintai Sonya tapi orang tua nya tak akan merestuinya sampai kapan pun.


"Kamu tidak mau memperjuangkan Sonya, karna Sonya anak orang miskin.?? kamu kira Sonya mau hidup seperti itu, tidak Dit.!!" ucap Laras.

__ADS_1


"Maaf aku pergi bilang pada Sonya cari lelaki yang tulus mencintainya." ucap Dodit melangkah pergi.


Laras ingin menahan nya tapi Dodit melangkah keluar dengan cepat saat Laras melihat wajah Sonya yang terbaring di ranjang rumah sakit itu tanpa beban sekali tapi entah kenapa air mata nya keluar, Laras melangkah mendekati Sonya.


"Lebih baik kamu sadar tidak mengingat apa pun, itu akan lebih baik untuk mu." ucap Laras dia menangis di samping Sonya.


Pintu rumah sakit itu terbuka Dokter masuk bersama suster dia menyuruh Laras untuk mengikuti di ruangan nya tak butuh waktu lama Mereka sampai diruangan Dokter.


"Begini Mbak, keadaan pasien saat ini sedang koma karna pasien belum menyelesaikan pembayaran operasi waktu itu mungkin besok pasien akan dipindah kamar yang rawat jalan." ucap Dokter itu.


"Dokter dia sedang koma, bagaimana bisa dia rawat jalan." ucap Laras tak mengerti dengan jalan pikiran para Dokter itu.


"Sebaiknya mbak, selesaikan pembayaran dulu." ucap Dokter itu.


"Dok, saya akan membayarnya tapi biarkan dia di ruangan nya dulu." ucap Laras.


"Kapan.??" ucap Dokter itu.


"Sampai hati Dokter, mengatakan seperti ini pada pasien yang sedang dalam keadaan di ambang kematian.??" ucap Laras air matanya sudah menetes.


"Maaf kami hanya mengikuti peraturan." ucap Dokter itu.


Laras pun keluar dari ruangan itu dengan perasaan kecewa sekali seperti ini kah hidup bagi orang miskin.


Tiba tiba seorang lelaki menghalangi langkah nya dia menatap tersenyum sementara Laras menatap nya benci.


"Aku bisa membantu mu." ucap Alex.


"Aku tidak butuh bantuan mu." ucap Laras melangkah pergi.


Tapi tangan nya di tahan oleh Alex dia tersenyum dan membisik sesuatu dia telinga nya sementara tangan satu lagi mengusap lembut pipi Laras.


"Kamu bisa meminta berapa banyak uang yang kamu butuhkan, tapi kamu harus menikah dengan ku." ucap Alex.


Laras menatap tajam.


"Sampai kapan pun aku tak akan pernah menerimanya." ucap Laras melangkah pergi.


"Tunggu." ucap Alex.


Dia melangkah mendekati Laras dan menaruh kartu berisi nama dan nomer handphone nya.


"Pikirkan baik baik, kalo kamu tidak mau membuat sahabat terbaik mu masuk ke liang lahat." ucap Alex.


Dia melangkah pergi meninggalkan Laras yang menatap nya sebal sekali sementara Laras dia berfikir tentang ucapan Alex barusan.

__ADS_1


__ADS_2