
Di dalam mobil Nessa tak henti henti nya mengobrol dengan Alex sementara Laras hanya diam saja acuh Alex yang melihat Laras hanya memejam kan mata saja pun meraih tangan nya.
Laras yang kaget dengan sentuhan tangan Alex pun membuka mata nya menatap dengan wajah heran, sementara Alex tersenyum manis pada Laras.
Nessa yang melihat dari belakang pun merasa sangat kesal sekali, hingga tidak ingin menatap ke depan.
Melihat Alex tersenyum Laras pun ikut tersenyum dan kembali mengenggam tangan Alex memberi sebuah balasan dari genggaman tangan Alex.
Mobil pun berhenti di rumah mewah Alex menatap rumah itu dengan wajah sedikit heran karna bagunan dari rumah itu banyak sekali berubah.
"Kak Alex." ucap Nessa.
Membuat Alex terkaget mendengar suara Nessa barusan, Nessa pun turun dari dalam mobil Alex sementara Alex masih duduk di dalam mobilnya.
"Mampir Kak." tanya Nessa dengan senyum khas nya.
"Tidak Ness, kapan kapan aja. salam aja untuk Bima." ucap Alex dengan senyum.
"Oke." ucap Nessa lagi.
Alex pun meninggalkan Nessa yang masih berdiri menunggu nya pergi, diperjalanan Laras hanya diam mengingat semua perkataan Nessa.
"Kamu kenapa hemm." ucap Alex sambil mengelus kepala Laras.
"Kamu harus jawab jujur yah." ucap Laras seakan takut Alex berbohong.
"Kamu membuat ku takut." ucap Alex dengan senyum di wajah nya.
"Hahahaha, gak lucu tau. Aku lagi serius." ucap Laras mulai ngambek.
"Iyah ada apa, Sayang nya Alex mau ngomong apa." ucap Alex masih meledek Laras.
"Alex, nyebelin deh." ucap Laras manyun.
Alex pun tertawa melihat sikap Laras yang tak seperti biasa nya itu sementara Laras masih fokus menatap Alex.
"Apa kamu pernah mencintai Nessa." tanya Laras tegas.
Sebuah tawa menyambut pertanyaan Laras dengan keras Alex tertawa sampai air mata nya keluar karna saking lucu nya menurut Alex tapi berbeda dengan Laras dia malah menatap Alex kesal.
"Kamu cemburu pada Nessa." ucap Alex yang berusaha tidak tertawa.
__ADS_1
"Alex aku serius, kok kamu jawab nya malah bikin darah ku mendidih." ucap Laras kini sudah tidak bisa menyembunyikan kekesalan nya.
"Aku hanya menganggap Nessa teman adik ku tak lebih dari itu." ucap Alex mulai serius.
"Tapi Nessa tidak." ucap Laras lagi kali ini terdengar suara Laras benar benar kesal.
Sementara Alex menatap Laras tak mengerti maksud dari ucapan nya padahal selama ini Nessa selalu bersikap baik padanya termasuk dirinya.
"Sudahlah, aku malas membahas." ucap Laras karna tak ada jawaban dari Alex.
Laras pun mengalihkan pandangan nya memandangi jendela mobil dengan perasaan tak menentu, Alex menyetir pun sampai tak fokus karna berkali kali menatap wajah Laras.
Mobil pun sampai di gerbang rumah Alex di Sambut dengan pak satpam yang berdiri membuka kan gerbang, mobil masuk ke bagasi.
Laras turun sebelum Alex turun dengan cepat Laras masuk ke kamar nya dia pun langsung mandi air hangat sementara Alex duduk di sofa ruang tamu memikirkan ucapan Laras barusan.
Alex pun menelvon Vando tanpa menunggu lama lagi telvon pun tersambung diseberang sana Vando memberitau keadaan Lexa yang mulai membaik.
"Vando, awasi gerak gerik Nessa." ucap Alex.
"Nessa, ada dengan dia Tuan." ucap Vando bertanya.
"Awasi saja dia, aku tidak mau orang yang cintai menangis." ucap Alex dengan nada sedikit tegas.
Setelah mendapat jawaban dari Vando dengan cepat Alex menutup nya Alex pun merebahkan kepala nya di bangku sofa karna merasa sangat lelah sekali.
Suasana yang sejuk membuat mata Alex terpejam dengan sangat lelap nya sampai Laras selesai mandi karna tidak melihat Alex di kamar nya Laras pun keluar mencari Alex.
Melihat Alex yang terlelap di sofa dengan sangat pulasnya membuat Laras bersalah karna tidak mempercayai ucapan Alex itu, Laras pun turun dari tangga menuju dapur hendak membuat kan Alex minuman.
Minuman pun sudah siap, Laras mengantarnya menuju tempat Alex tertidur melihat wajah Alex tertidur jiwa jiwa jahil nya meronta ronta.
Laras pun mengambil lipstik yang ada di kamar nya dan maskara dengan hati hati Laras melukis wajah Alex seperti Boneka Annabell.
Cekrek Cekrek Cekrek.
Laras pun memfoto wajah Alex berkali kali sampai dirinya puas karna sedari tadi Laras menahan ketawa kini Laras tertawa dengan sangat keras nya.
"Hahahaha." tawa Laras meledak melihat foto Alex itu.
"Kamu kenapa." ucap Alex yang terbangun dari tidur nya.
__ADS_1
"Tidak, Ehh udah bangun. Sayang aku bikin minum, Minumlah." ucap Laras mencoba menahan senyum.
Alex pun meraih gelas berisi minuman itu dengan wajah masih bingung menatap ke arah Laras tapi tetap menghiraukan.
"Sepertinya sudah mau siang yah." ucap Alex yang tersadar dari tidur nya.
"Mandi geh kasian muka mu." ucap Laras masih menatap Alex dengan senyum.
"Kamu kenapa sih." tanya Alex yang mulai kesal Karna senyum jahil Laras.
"Tidak, sudahlah mandi sana." usir Laras lagi.
Alex pun berdiri hendak mencium pipi Laras tapi tangan Laras menahan nya dengan lembut Laras menyuruh Alex mandi.
"Bau iih aku gak suka bau nya." ucap Laras meledek Alex.
"Ya udah aku mandi, tunggu aku setelah mandi." ucap Alex berhambur masuk ke kamar nya.
Alex pun masuk ke kamar mandi nya saat hendak melewati cermin Alex berbalik menatap cermin yang di lewati nya barusan.
"Laras." teriak Alex kaget sekali dengan wajah nya hampir saja jantung nya itu mau copot.
Laras yang mendengar teriak dari suaminya itu menahan tawa nya sementara itu Alex keluar lagi dari kamar mandi nya menuju Laras.
"Kamu jahil banget yah, hemm." ucap Alex menatap Laras yang masih tertawa.
Alex pun meraih tangan Laras karna posisi Alex tidak seimbang mereka berdua jatuh ke lantai berhamburan.
Alex di bawah dan Laras yang ada di atas, mata mereka bertatapan satu sama lain Alex lalu memeluk tubuh Laras dengan erat sekali.
"Nyaman kan." ledek Alex dengan senyum.
Laras pun otomatif bangun dan membetulkan rambutnya yang berantakan sekali karna terjatuh tadi.
"Ohh tidak, lihat lah pipi mu sudah memerah seperti kepiting di bakar." ledek Alex yang sudah bangun dan berdiri menatap Laras.
Tak meladeni ucapan Alex, Laras pun berlari masuk ke kamar nya dengan wajah malu sekali dan menutup pintu nya dengan keras.
Alex yang ada di bawah pun melihat sikap Laras yang malu malu kucing pun tersenyum saja memandangi pintu kamarnya.
"Kenapa kamu harus malu pada suami mu sendiri sih." ucap Laras memukul kepala nya karna sikap bodoh nya itu.
__ADS_1
Laras pun lalu menuju sofa duduk menenangkan hatinya yang terus berdebar sangat kencang.