
Di dalam mobil perasaan Alex sangat tidak tenang sekali berkali kali dia menelvon Lexa tapi tidak ada jawaban dari Lexa, Laras mencoba menenang kan Alex dengan memegang tangan nya.
"Lexa pasti baik baik saja." ucap Laras menenang kan Alex yang sangat sekali terlihat gusar di raut wajah nya.
"Laras, walau pun dulu aku dan Lexa pernah membuat kamu terluka tapi kamu tau kan Lexa sangat berarti bagi ku, karna dia hanya satu satu nya keluarga ku begitu pun juga Lexa." ucap Alex dengan wajah masih cemas.
Mendengar ucapan Alex barusan Laras pun terdiam dia memikirkan awal pertama mengenal Lexa.
Lexa adalah gadis sangat manja serta ketika mempunyai keinginan dia harus memiliki nya walau pun itu kadang sangat menyusahkan Alex.
"Maaf." ucap Laras dengan pelan.
Alex yang tiba tiba mendengar ucapan Laras barusan itu dia meraih tangan Laras dengan lembut.
"Kamu dan Lexa dua orang yang sangat aku sayangi dan cintai, kamu mengerti kan maksud ku." ucap Alex dia memegang pipi Laras mengelus nya dengan lembut.
"Aku mengerti, maaf aku dulu sempat kesal dan benci pada kalian tapi sekarang aku mengerti kenapa kamu melakukan hal keji itu." ucap Laras dia dengan senyum di bibir nya.
Alex pun langsung mencium bibir Laras tanpa memperdulikan Vando yang masih menjomblo.
"Alex." ucap Laras saat Alex sudah melepaskan ciuman nya.
"Kenapa yah akhir akhir ini tuh kamu bikin aku gemas aja." ucap Alex dia kembali memeluk Laras.
Vando pun fokus depan berusaha tak mendengar suara yang di belakang itu sementara itu di rumah sakit Lexa masih terbaring dengan lemah.
"Permisi apa Tuan suami Nona Lexa." ucap suster.
"Iyah saya suami nya." ucap Bayu dengan cepat sekali.
"Tuan mari ikut saya ke ruangan dokter." ucap Suster itu dengan sopan.
Bayu pun mengikuti langkah kaki suster itu dengan cepat mereka menuju ruangan Dokter, Bayu pun sampai di pintu itu.
Dokter Kandungan. Bayu.
Mata Bayu sekilas membaca tulisan yang terpapang di samping pintu itu dia sedikit ragu masuk tapi dia harus masuk.
"Tuan." suara suster itu membuat kan lamunan Bayu.
Bayu pun mengangguk lalu masuk ke dalam ruangan itu dengan hati sedikit gelisah.
__ADS_1
Seorang Dokter langsung menyambut dengan senyuman di bibir nya Bayu lalu duduk di kursi itu.
"Tuan Bayu pasti Tuan bingung kenapa suster menyuruh Tuan ke ruangan saya." ucap Dokter itu lembut.
"Sebenarnya ada apa Dok." ucap Bayu.
"Selamat yah Nona Lexa sedang hamil baru satu bulan setengah." ucap Dokter itu.
"Hamil." ucap Bayu dengan wajah sangat kaget sekali.
"Yah Nona Lexa sedang hamil dan sekarang kondisi janin nya sangat lemah." ucap Dokter itu lagi.
Bayu terdiam dia tampak murung mendengar ucapan Dokter itu hati nya masih terukir untuk Laras dalam keadaan bimbang dan di lema.
"Tuan." suara Dokter itu membuat Bayu tersadar dengan pikiran nya.
"Yah Dok." ucap Bayu mata nya menatap Bayu.
"Tuan jangan membuat Nona Lexa stress karna di lihat dari gejala nya Nona Lexa tidak makan selama dua hari jadi kondisi badan dan janin nya sangat lemah karna kekurangan asupan makanan." ucap Dokter itu.
"Baik Dok saya akan menuruti ucapan Dokter, kalo begitu saya permisi." ucap Bayu dia langsung keluar dari ruangan Dokter itu.
Alex dan Laras sudah ada di depan rumah Lexa dan Bayu tapi beberapa kali Vando mengetuk pintu mereka tidak ada jawaban sama sekali.
"Lexa dimana." tanya Alex pada satpam yang baru datang.
"Maaf Tuan Alex, saya tadi habis ke toilet jadi saya tidak tau mereka pergi kemana." ucap Satpam itu dengan sopan.
Alex langsung meraih kerah baju satpam itu dengan marah Laras langsung meraih tangan Alex.
"Saya tempati kamu disini supaya mengawasi Lexa." ucap Alex dengan marah.
"Maaf Tuan, saya benar benar tidak tahan." ucap Satpam itu sudah gemetar ketakutan.
"Alex, aku mohon berhenti." ucap Laras mencoba menenang kan Alex.
Alex langsung melepas tangan nya dengan kasar, sementara Vando hanya berdiri saja melihat Alex seperti itu karna dia sudah
tau Alex akan marah jika menyangkut tentang Lexa dan Laras.
"Tuan ada telvon dari Bayu." suara Vando membuat Alex menatap benda pipih itu.
__ADS_1
Alex langsung meraih handphone nya dia sedikit menahan kesal dari seberang sana Bayu dengan hati hati berbicara.
"Lexa dimana." ucap Alex tak mau basa basi.
"Lexa ada di rumah sakit saya menelvon hanya." belum sempat Bayu berbicara sampai selesai suara amarah Alex terdengar sampai ke dalam gendang telinga nya.
"Kau apa kan adik ku." suara Alex terdengar marah.
"Lebih baik kau kesini dan lihat keadaan nya bukan marah kepada ku." ucap Bayu dia langsung mematikan telvon nya.
Alex yang telvon nya langsung di matikan Bayu terlihat kesal sekali dengan Bayu dia langsung mengumpati Bayu.
"Berani sekali dia menutup telvon." ucap Alex dengan tinggi.
"Vando cepat kerumah sakit." ucap Alex dia langsung meraih tangan Laras dan masuk ke dalam mobil.
Vando yang hendak membuka kan pintu untuk Alex sudah lebih duluan di buka Alex dengan kesal.
Mereka lalu pergi ke rumah sakit yang di kata kan Bayu barusan Vando mengebut membawa mobil nya.
Sekilas mata Vando melihat Alex dari spion terlihat sekali wajah nya cemas.
Sementara itu, Tangan Laras dia memberi sentuhan lembut dan hangat kepada Alex mencoba menenang kan.
Mobil sudah sampai di sebuah rumah sakit ternama yang tak lain milik Alex sendiri mereka langsung turun dari mobil semua Dokter dan Suster yang tau Tuan Alex,
Langsung menunduk hormat.
"Tuan, Nona Lexa ada di ruangan." ucap Dokter yang melihat Alex datang.
"Cepat, Antar saya kesana sekarang juga." ucap Alex.
Dokter pun langsung melangkah memberi jalan pada Alex, Mereka lalu melangkah ke sebuah ruangan dari ke jauhh mata Alex melihat Bayu.
Alex langsung melangkah dengan cepat dia meraih kerah baju Bayu dengan wajah sangat marah sekali.
"Kau apa kah adik ku." teriak kan Alex memenuhi ruangan itu.
"Dia hanya kelelahan karna sedang hamil." ucap Bayu dengan cepat mata nya menatap Alex.
"Hamil." tanya Alex wajah nya berubah kaget plus bahagia.
__ADS_1
Yang terlihat agak murung di situ Vando tapi dia berusaha tidak menunjukan nya Laras yang mendengar juga ucapan mereka ikut bahagia.
Alex langsung melepas cengkraman tangan nya dia berlari masuk ke ruangan begitu juga dengan Vando dan Laras.