Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 9 Keputusan yang buruk.


__ADS_3

Semalaman Laras tidak bisa tidur dia mondar mandir di depan pintu Sonya sambil melihat wajah Sonya yang terlihat sangat lelap sekali tertidur pulas.


Sementara badanya lengkap di pasang infus dan peralatan lainya, mata Laras menatap Sonya dia benar benar bingung saat ini.


Saat itu Dokter datang dengan Suster dia akan melepas selang oksigen itu tapi di hentikan Laras.


"Dokter, apa yang Dokter lakukan." ucap Laras tinggi.


"Saya sudah bilang sama mbak." ucap Dokter itu.


"Baik Dok, saya akan membayar nya tapi tunggu sebentar lagi." ucap Laras memohon.


"Baik, saya akan tunggu sampai sore." ucap Dokter itu lalu melangkah pergi.


Laras pun terdiam dia harus bagaimana sekarang siapa yang akan membantu nya tiba tiba fikiran nya teringat tawaran Alex.


Tanpa berfikir panjang lagi Laras pergi keluar dia melihat kartu nama itu dia pun pergi menemui kantor nya karna Laras tidak mempunyai Handphone sesampainya di sana Laras begitu terkejut kantornya sangat mewah.


"Permisi mbak, ada yang bisa saya bantu." ucap Seorang perempuan.


"Begini mbak, saya mau ketemu dengan Alex." ucap Laras gugup.


Wanita itu menatap Laras seakan tak percaya tapi dia menelfon ruangan Pak Alex tak berapa lama wanita itu tersenyum.


"Baik mbak, Mari saya antar." ucap Wanita itu dengan senyuman yang manis.


Mereka pergi ke ruangan yang tertinggi di perusahan itu wanita itu menyuruh Laras masuk sendiri karna dia tidak bisa masuk dengan ragu Laras masuk dia melihat sekeliling begitu mewah sekali.


Pria yang menyebalkan itu duduk dengan angkuh di kursi kebesaran nya Laras menatap nya ragu sekali tapi dia sudah terlanjur berada disini.


"Hey manis." ucap Alex berdiri mendekati Laras.


"Berhenti, aku akan berbicara disini." ucap Laras.


"Oke, baik." ucap Alex dengan senyum.


"Aku akan terima pernikahan ini, tapi dengan 3 syarat." ucap Laras.


"Apa itu." ucap Alex.


"Pertama, Kamu harus membayar semua biaya pengobatan Sonya sampai dia sembuh, kedua kamu di larang menyentuh tubuh ku walau kita menikah.!! Ketiga semua orang tidak boleh tau kalo kita menikah." ucap Laras menatap tajam Alex.


"Baik." ucap Alex santai.


"Tapi kamu harus tinggal dirumah ku." ucap Alex menatap Laras.

__ADS_1


"Dirumah kamu kan ada Lexa." ucap Laras.


"Tapi sebagai pembantu. selama lima tahun." ucap Alex.


Laras sedang berfikir.


"Kalo begitu kita tidak usah menikah dan aku bisa jadi pembantu mu." ucap Laras.


"Tidak." ucap Alex menatap tajam.


"Baik, aku terima semua persyaratan mu jadi sekarang juga selesaikan pembayaran rumah sakit Sonya." ucap Laras.


Alex pun menelfon seketaris nya sementara Laras dia menatap nya setelah selesai Alex dan Lexa pun, bersalaman dan menulis di kontrak perjanjian.


"Makasih." ucap Laras hendak berdiri tapi tangan nya ditahan oleh Alex.


Dia pun mencium bibir Laras dengan lembut sementara Laras berusaha mendorong nya.


"Lepas, kau melanggar kontrak." ucap Laras dengan marah.


"Kau hanya Boneka ku." ucap Alex.


Karna suasana mulai gak enak Laras dengan cepat melangkah pergi dari ruangan itu dada nya terasa sakit sekali.


Laras keluar dari perusahan yang sangat mewah dan megah itu dia berjalan keluar dia pun berjalan di depan perusahaan dengan kakinya.


Dia langsung menghampiri Laras dan memeluk nya erat sekali sementara Laras terdiam sementara Alex melihat nya menatap tajam keduanya nya.


"Berani sekali dia berpelukan dengan lelaki lain." ucap Alex marah.


"Bayu, lepas." ucap Laras.


"Aku kangen kamu Laras, kemana aja kamu selama ini dan kenapa kamu menghindari ku." ucap Bayu banyak sekali pertanyaan.


"Maaf Bay, sepertinya aku tidak bisa bersama mu." ucap Laras.


"Karna Lexa." ucap Bayu menatap kekasihnya yang sekarang berubah total.


"Tidak, aku berfikir aku tak pantas untuk mu dan aku tak pantas untuk dicintai." ucap Laras hatinya sejujurnya sakit mengatakan ini.


"Kenapa." ucap Bayu dia menatap heran Laras orang selama ini dia cintai.


"Lepas." ucap Laras saat tangan Bayu masih memegang tangan nya.


"Berhenti mencintai ku Bay, karna aku tak pantas berada disisi mu dan bahagia kan Lexa dia sangat tulus mencintai mu." ucap Laras lagi seperti memohon untuk jangan pergi.

__ADS_1


"Kamu kira perasaan ku mainan. berhenti bertindak bodoh Laras." ucap Bayu.


Aku bukan bodoh Bay, aku sudah kotor. Laras.


"Laras." panggil Bayu.


Laras menatap Bayu dia benar benar berat meninggalkan Bayu tapi dia harus lakukan karna hidup nya akan menderita jika berurusan dengan yang tinggi.


"Maaf." ucap Laras melangkah pergi.


Bayu pun menarik tangan Laras dan memeluk Laras air matanya terjatuh dia benar benar tidak mau kehilangan wanita yang dicintainya.


"Maaf, aku tak akan memaksa mu, tapi jangan menjauhi ku karna aku merasa sedih kamu tidak ada di samping ku." ucap Bayu.


Sementara Laras dia menangis sungguh tega takdir nya memainkan nya dari atas gedung itu Alex meninju jendela nya dia benar benar marah sekali pada Laras.


"Aku akan antar kamu pulang." ucap Bayu dia mengandeng tangan Laras.


Mereka pun masuk ke mobil Bayu yang tak jauh dari mereka berdiri Bayu membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Laras masuk ke dalam dengan muka sedikit tersenyum Laras masuk.


Awas kamu. Alex.


Alex pun keluar dari ruangan nya dia ingin keluar dari ruangan kerja nya dia pun keluar dengan wajah marah banyak karyawan yang menyapa nya tapi Alex mengacuhkan nya.


Alex mengikuti Laras dan Bayu, dia mampir ke kedai mie ayam yang enak dan pastinya murah, karna Laras sangat menyukai mie ayam itu.


"Kita makan dulu yah." ucap Bayu menatap Laras.


Laras mengangguk dia pun turun begitu juga dengan Bayu mereka makan di tempat biasa mereka duduk Alex yang mengikuti mereka terlihat geram sekali rasanya ingin sekali membunuh pria itu.


"Laras, waktu kamu tidak masuk kuliah kamu kemana." pertanyaan Bayu justru membuat wajah Laras gelisah dia terlihat kaget.


"Emmm, Aku sakit." ucap Laras dengan gugup sementara Bayu menatap wanita yang di depan nya ini seperti menyembunyikan sesuatu.


"Tapi sekarang sudah sehat kan, maaf yah sayang karna aku kamu sakit." ucap Bayu sengaja dia memanggil Laras dengan sebutan sayang.


Laras menatap Bayu kaget dia merasa sangat bersalah sekali Tapi panggilan Sayang Bayu untuk dirinya membuat suasana hatinya terasa seperti orang tak punya hati.


Maafkan aku Bay, aku belum bisa memberi tahu mu, aku takut kamu gak mau melihat ku lagi lebih baik seperti ini.!


Laras.


Mata Laras pun memandang wajah tampan Bayu dia seperti tulus sekali menyayangi nya orang yang selama ini membuat Laras bertahan hidup dari keras nya dunia.


Mereka pun makan dalam diam sejak itu Laras tidak lagi menjawab omongan Bayu sementara Bayu dia merasa ada yang di sembunyi kan oleh Laras tapi tidak ingin memberitahu nya.

__ADS_1


Alex yang melihat nya dari dalam mobil dia menatap benci pada Bayu, bukan kah dia sudah bertunangan dengan Lexa tapi kenapa masih mencintai gadis lain.


__ADS_2