
Alex sekali kali melihat pintu kosan Laras tapi tak ada tanda tanda batang hidung Laras karna kesal sekali menunggu Laras Alex langsung menelvon Laras tapi tidak ada sedikit pun jawaban dari Laras.
Sementara itu Laras dia sedang duduk di kedai sambil menikmati es cendol Laras pun mengambil handphone nya dari saku celana nya.
Betapa kaget sekali saat Laras membuka layar handphone nya panggilan tak terjawab dari Alex banyak sekali hingga seratus kali.
Dengan hati berdebar Laras membayar es cendol nya dan dia pun pergi dengan berlari menuju kosan nya keringat bercucuran karna Laras berlari dengan kencang sekali.
Saat sudah sampai di kosan nya Laras membuka pintu nya yang tidak di kunci dia mencari Alex tapi tidak ada penampakan nya sama sekali.
"Mungkin dia sudah pulang." ucap Laras dia pun lalu menutup pintu kosan nya.
"Kamu dari mana aja." suara yang tak asing di dengar Laras.
"Pak Alex." ucap Laras sangat kaget sekali saat masih ada Alex di kosan nya.
Alex pun duduk di sofa itu wajah nya terlihat cemberut mungkin karna menunggu nya lama sekali.
"Maaf Pak tadi aku habis beli es cendol." ucap Laras dia tidak melangkah dari tempat dia berdiri.
"Apa es cendol jadi aku menunggu kamu lama disini kamu cuma beli es cendol dan kamu tidak membelikan aku juga." ucap Alex wajah nya terlihat sekali kalo kesal.
Laras merasa sangat bersalah sekali dia pun menatap Alex dengan hangat sekali Alex yang di tatap Laras begitu dia jadi salah tingkah.
"Tuan maaf jika saya lancang berbicara yang tidak mengenakan hati Tuan tapi saya harus mengatakan nya." ucap Laras menatap Alex.
"Apa itu." ucap Alex dengan wajah sedikit mengurangi marah.
"Kenapa Tuan tega melakukan hal menjijikan itu demi memisahkan aku dan Bayu padahal kami saling mencintai maaf jika ucapan ku membuat hati Tuan marah." ucap Laras dia terus menatap Alex.
"Awal nya aku tidak ingin membuat Lexa menangis dan sedih aku akan menyingkirkan orang yang menghalangi kebahagian Lexa tapi entah kenapa hati ini berdebar sekali saat aku melihat mu, hati ini juga sangat sakit sekali melihat mu menangis dan hati ini juga membawa langkah kaki ini kesini ingin melihat mu apa kamu baik baik saja." ucap Alex dia sedikit mengumpulkan nafas karna berbicara sangat panjang sekali.
Laras mencoba mendengar kan ucapan Alex dengan sabar dan dengan menahan sesak di hati nya.
__ADS_1
"Lalu." ucap Laras karna menunggu jawaban Alex lama.
"Aku, aku mencintai mu rasa ini hadir begitu saja." ucap Alex dia megang dada nya dengan tangan nya.
Wajah Laras kaget sekali dengan ucapan Alex barusan itu dia bahkan tidak percaya dengan ucapan nya itu.
"Kau mencintai ku." ucap Laras mengulangi ucapan Alex.
Alex mengangguk sementara Laras sungguh sangat membenci pria di hadapan nya ini.
"Tuan untuk saat ini aku tidak bisa menerima perasaan mu." ucap Laras dia menunduk tak mampu menatap Alex.
"Kenapa." tanya Alex pada Laras.
"Karna rasa cinta mu itu menyakiti ku." ucap Laras dia menatap Alex air mata nya sudah jatuh.
"Jadi aku harap Tuan bisa pergi dari sini karna aku lelah mau istirahat." ucap Laras dia mengalihkan pandangan nya kepintu.
"Aku tau kamu hanya melihat sisi buruk ku saja tanpa kamu ketahui apa yang sebenarnya hati ku mau." ucap Alex sebelum dia keluar dari kosan Laras.
Sonya langsung masuk ke dalam kosan dia melihat Laras yang sedang mematung berdiri entah apa yang di pikirkan nya.
"Laras." panggil Sonya dia megang bahu Laras.
Laras yang melihat Sonya pun langsung memeluk Sonya dengan erat air mata nya terjatuh membuat Sonya kaget sekali karna sikap Laras ini.
"Kamu kenapa apa Pak Alex menyakiti mu." ucap Sonya dia melepas pelukan Laras dan menatap nya.
"Sonya aku tidak sanggup lagi aku ingin lepas dari semua masalah ini." ucap Laras sambil menangis.
Sonya pun merasa sangat kasian sekali pada Laras dia langsung memeluk nya dan menenangkan Laras.
"Kita bisa lari dari masalah ini." ucap Sonya menatap Laras dengan serius.
__ADS_1
Laras pun mengangguk mereka lalu kembali berpelukan sementara Alex dia membawa mobil dengan kencang amarah nya sangat memuncak sekali.
Keesokan harinya Alex berangkat ke kantor pagi sekali bahkan karyawan pun belum datang Alex sudah datang lebih dulu.
Satu persatu karyawan pun datang mereka menunduk sopan pada Alex wajah Alex terlihat cemas sekali mencari cari Laras sudah lebih dari dua jam Laras tidak datang ke kantor bahkan matahari sudah ternik sekali.
"Tuan." panggil Vando saat dia melihat Alex yang sedang berdiri di depan perusahaan banyak karyawan yang menatap nya dengan kagum.
"Vando, Laras apa sudah datang." tanya Alex pada Vando tapi jawaban Vando membuat Alex marah.
"Tadi kampus dari Nona Laras memberi tau saya bahwa Laras mengambil cuti begitu juga dengan Sonya." ucap Vando dia sedikit agak takut memberi tau berita ini.
"Cari dia sampai ketemu aku tak mau tau." ucap Alex dia berteriak pada Vando.
Alex pun pergi keluar dari perusahaan nya dengan marah dia pun menuju mobil nya dengan marah sekali.
Semua karyawan yang melihat sikap Alex tadi menatap kepergian Alex dengan perasaan penasaran sekali.
Alex pergi ke kosan Laras dia mengendarai mobil nya dengan cepat sekali hati nya terasa sesak tak mau kehilangan Laras tak lama mobil pun sampai di kosan Laras Alex langsung berlari menuju kamar Laras.
Betapa kaget sekali saat melihat kamar Laras yang sudah kosong tak satu pun barang Laras disana dengan lemas Alex terduduk di lantai menatap kosan Laras.
"Pak Alex." ucap seseorang dari belakang Alex.
"Bu, Laras kemana." ucap Alex pada penjaga kosan.
"Ohh Non Laras mereka sudah tidak lagi ngekos disini." ucap Bu kos itu.
"Dia pergi kemana." ucap Alex lagi.
"Saya tidak tau Pak." ucap Bu kos itu dengan wajah sedikit penasaran karna Pak Alex terlihat sedih.
Alex pun pergi dari kosan Laras dia sangat murung sekali tubuh nya tak bersemangat telvon berdering mata Alex tertuju pada benda pipih itu.
__ADS_1
Tertulis nama Lexa, Alex pun mengambil handphone nya dan melemparkan nya ke keluar dari jendela benda pipih itu terjatuh ketanah berantakan.
Karna sangat kencang sekali Alex melemparnya sementara Lexa yang telvon nya tidak di angkat oleh Abang nya pun sangat khawatir.