
Cinta Lexa ke Bayu tak kan pernah hilang walau pun dirinya selalu di tanggepi kasar oleh Bayu tapi hatinya benar benar mencintai Bayu sangat tulus sejujurnya di hati Lexa waktu Bayu ingin melamar nya dia sangat bahagia tapi dirinya tidak mau Bayu menerima dirinya dengan sangat terpaksa.
"Non, Tuan Alex sudah pulang." ucap Bi iim dari luar kamar Lexa.
Lexa pun berdiri dari duduk nya lalu melangkah keluar dari kamar nya dengan perasaan tak menentu.
"Abang." ucap Lexa saat melihat Alex yang berdiri tak jauh dari Lexa.
"Kamu sakit." tanya Alex saat melihat Lexa yang wajah nya pucat.
Lexa mengeleng kan kepala Alex memperhatikan Lexa dengan wajah sangat serius sekali.
"Apa ada masalah." tanya Alex pada Lexa.
Lexa mengeluarkan nafas dengan berat sekali dia pun langsung memeluk Alex sangat lama sekali.
"Abang apa Lexa tak pantas di cintai." ucap Lexa sambil masih memeluk Alex.
"Abang kira kenapa, Lexa mungkin kamu belum menemukan orang yang tepat." ucap Alex.
Lexa pun melepaskan pelukan nya dia menatap wajah Abang nya dengan serius sekali.
"Abang sayang kan sama Lexa." ucap Lexa.
"Yah Abang sangat sayang sekali dengan adik Abang ini." ucap Alex dia mencubit pipi Lexa gemas.
"Aku sangat mencintai Bayu Bang tapi Bayu sama sekali tak mencintai Lexa." ucap Lexa wajah nya terlihat sedih.
"Kau mau tau caranya." ucap Alex menatap Lexa.
"Apa itu Bang." tanya Lexa penasaran.
"Kau harus menikah dengan nya karna dengan begitu kamu punya hak yang banyak dan bisa membuat Bayu perlahan lahan mencintai mu." ucap Alex dengan menatap Lexa.
Wajah Lexa sedikit kaget dengan ucapan Alex barusan tapi perkataan nya semua nya benar sekali wajah Lexa sedikit berfikir.
"Abang aku mau menikah dengan nya tapi gimana aku sudah menolak lamaran nya." ucap Lexa bertanya pada Alex.
__ADS_1
"Itu urusan Abang kamu gak perlu khawatir." ucap Alex dengan senyum.
Alex pun melangkah menuju tempat makan Lexa mengikuti Abang nya dengan wajah senyum.
Mereka pun makan dengan di sekeliling canda dan tawa Bi Iim yang melihat pun merasa sangat bahagia melihat kedua kakak beradik itu.
Setelah selesai makan Alex pun masuk ke kamar nya dia menelvon sekretaris nya menyuruh nya memberi tau Keinginan Lexa.
Dua minggu telah berlalu kini Lexa dan Bayu akan menikah undangan pun sudah tersebar ke seluruh orang orang yang ingin Lexa undang.
Saat Lexa sedang duduk di taman sambil melihat foto wedding nya dia pun senyum senyum sangat bahagia sekali karna Bayu berubah menjadi sangat lembut dan hangat.
Sementara itu Laras menerima undangan dari Bayu hatinya sungguh hancur sekali air mata terjatuh begitu saja masih mengingat kenangan bersama Bayu.
"Aku akan menikah dengan Lexa." ucap Bayu saat menemui Laras di sebuah restoran yang biasa dia makan dengan Laras.
Laras terdiam dia melihat undangan itu terlihat senyum bahagia dari kedua orang itu di depan undangan itu.
"Semoga kalian bahagia maaf seperti nya aku tidak datang." ucap Laras menatap Bayu berusaha tidak menangis tidak ingin menunjukan dirinya terluka.
"Kenapa." tanya Bayu pada Laras.
"Yah." ucap Bayu mata nya tak lelah menatap wajah Laras orang yang masih sangat dia cintai.
"Kalo begitu aku pergi dulu Lexa sudah menunggu." ucap Bayu dia berdiri.
Laras pun berdiri dia mengangguk dan tersenyum Bayu meninggalkan Laras keluar air mata Laras terjatuh saat Bayu sudah pergi.
Laras menangis di restoran itu hatinya merasa sangat sesak sekali seperti ini kah perasaan Bayu waktu itu saat tau dirinya sudah menikah.
Handphone Laras berbunyi tertulis panggilan Alex mata Laras menatap layar ponsel itu.
"Makasih telah hancur kan semua nya." maki Laras pada handphone itu seakan memaki Alex.
Laras keluar dari restoran itu dengan lemas dia berjalan dengan hati sakit sementara air mata nya masih terjatuh.
Laras datang ke taman yang biasa dia habiskan dengan Bayu menatap bangku yang biasa dia duduk dengan Bayu senyum Laras mengembang mengingat kan kenangan itu terasa indah sekali di ingatan nya.
__ADS_1
Laras pun duduk di bangku itu melihat sekeliling seperti nya taman itu tidak berubah sama sekali hanya dirinya yang berubah.
Laras mengambil handphone di dalam tas nya dia membuka foto bersama Bayu senyum Laras kembali mengembang tapi tak lama air mata nya terjatuh lagi.
Dari kejauhan Alex mengikuti Laras dia memperhatikan Laras dengan rasa yang sangat tak menentu.
Maaf aku egois untuk memiliki mu. Alex.
Matahari sudah terbenam tapi Laras tak bangun dari bangku itu dia hanya melamun tatapan nya kosong sekali melihat air mancur di depan nya itu.
"Bay aku sudah disini." ucap Laras menatap kedepan.
"Lihat lah tempat ini sama sekali tidak berubah kan, mungkin hanya kita saja yang berubah aku harap pilihan kamu tepat aku harap juga kamu berbahagia dengan nya dan tidak mengungkit kembali masa lalu di antara kita." ucap Laras lalu menunduk.
"Aku begitu lemah yah." ucap Laras lagi dia pun mengapus air mata nya.
Alex masih setia mengikuti Laras dia bahkan mengabaikan telfon Lexa karna tidak ingin Laras mendengar nya.
"Aku balikin lagi yah kalung ini sekarang tidak pantas aku pake." ucap Laras dia melepas kalung itu.
Laras pun melihat kalung itu sangat lama sekali kalung saat Bayu menyatakan cinta nya dulu di taman ini senyum Laras mengembang mengingat betapa bahagia nya dulu itu.
Laras pun melempar kalung itu ke air mancur dengan wajah masih menangis tak rela sekali membuang nya tapi dia harus melakukan itu karna bisa jadi duri.
"Aku pergi Bay, semoga kita tidak pernah saling bertemu karna itu sungguh menyakitkan bagiku." ucap Laras dia pun menghirup udara di malam hari itu dengan berat.
Langkah kaki Laras terdengar meninggalkan taman itu Alex mengikuti nya dengan hati hati supaya tidak ketauan Laras.
Laras kembali berhenti di tempat jualan dia memesan minuman dan duduk di bangku yang biasa Laras pakai dulu dengan Bayu semua itu mengingat kembali kenangan nya.
"Neng Laras yah." ucap seorang penjualan Minuman itu Laras menatap ibu itu.
"Ohh yah Bu." ucap Laras.
"Tadi juga Pacar Neng kesini tapi dia bersama wanita lain Ibu kira Neng Laras." ucap Ibu itu wajah Laras terkejut dengan ucapan Ibu itu.
"Tadi." ucap Laras dengan wajah kaget.
__ADS_1
Ibu itu mengangguk Laras langsung membayar minuman dia berlari keluar dari taman itu mencari Bayu tapi tidak ada batang hidung nya.