Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 50 Konflik.


__ADS_3

Laras dan Bayu pun pergi ke rumah sakit bersama sejujurnya Laras takut sekali tindakan ini salah tapi Laras juga ingin melihat Lexa bahagia apa lagi sedang masa mengandung.


"Kamu kenapa." ucap Bayu yang sedari tadi tidak fokus menyetir hanya memperhatikan Laras yang cemas.


"Tidak." ucap Laras dengan senyum di bibir nya.


"Laras, aku tau kamu masih menganggap aku jahat kan." tanya Bayu sementara mata nya fokus kedepan.


"Sejujurnya aku memang jahat, dulu aku menikah dengan Lexa karna ingin membalas rasa sakit hati ku pada Alex." ucap Bayu seperti ingin mencurahkan isi hatinya.


"Hingga aku pun memukul, membentak bahkan aku masih belum puas melihat Lexa menderita karna bukan Kamu yang menjadi istri ku." ucapan Bayu terhenti seperti sesak sekali mengatakan.


"Aku sangat mencintai kamu Laras." ucap Bayu kali ini menatap Laras.


Laras hanya terdiam mengimbangi suasana yang mulai meloy karna di ciptakan oleh Bayu, sementara Bayu kembali berbicara.


"Sejujurnya saat aku mendengar Lexa hamil, saat itu juga aku mulai menyadari perasaan ku. dan saat Lexa tidak ada di rumah hati ku juga merasa sangat kosong sekali." ucap Bayu tanpa sadari air mata nya sudah terjatuh.


Lexa pun menghembuskan nafas nya lega karna sekarang Bayu sudah menerima Lexa dengan tulus, mobil pun sampai di gerbang rumah sakit.


Laras turun lebih dahulu sementara Bayu memarkirkan mobil nya saat sedang menunggu Bayu, Laras melihat Nessa yang sedang masuk ke rumah sakit.


Nessa. Laras.


"Laras." panggil Bayu yang sedari tadi udah ada di samping Laras.


"Ehh, Iyah Bay." ucap Laras seakan baru tersadar dari lamunan nya.


Mereka berdua pun lalu masuk ke dalam rumah sakit sementara itu hati Laras seperti tidak tenang sekali gelisah, setelah melihat Nessa.


"Laras kamu kenapa." tanya Bayu yang sedari tadi memperhatikan wajah Laras tampak bingung.


"Tidak Bay, aku telvon Alex dulu yah." ucap Laras dia mengambil handphone nya di saku.


Bunyi dering pertama Alex tak menjawab saat kedua kalinya Laras menelvon Alex mengangkat nya.


"Sayang, aku sudah ada di rumah sakit." ucap Laras dengan lembut.


"Berbalik lah." pinta Alex.


Laras pun menuruti dan berbalik kebelakang disana Alex sedang menatap Laras penuh amarah sementara di belakang Alex, Nessa dengan senyum mengejek menatap Laras.

__ADS_1


"Ngapain kamu bawa dia." ucap Alex dengan amarah memuncak.


"Beri aku kesempatan Lex." ucap Bayu yang menjawab perkataan Alex.


"Aku tidak tanya kamu." ucap Alex kali ini suara nya terdengar seperti mengancam.


Tanpa menunggu jawaban dari Laras, Alex menarik tangan Laras dengan kasar dan membawa nya pergi dari situ sementara Bayu ingin mengikuti tapi di tahan Nessa.


"Kamu kesini ingin bertemu Lexa kan." ucap Nessa menatap wajah Bayu.


Bayu pun kembali bertatapan dengan Nessa menatap wajah nya dengan serius sekali.


"Iyah." ucap Bayu akhirnya.


"Ikut aku." pinta Nessa.


Sebenarnya Bayu ingin melerai Alex dan Laras tapi dirinya juga ingin bertemu Lexa rasa bimbang di hati Bayu kini menguasai tanpa sadar kini Bayu sudah ada di depan pintu ruangan Lexa.


Sementara itu Alex menarik Laras keluar dari rumah sakit kini sekarang mereka di taman belakang rumah sakit.


"Alex sakit." ucap Laras yang sedari tadi tangan nya di tarik Alex.


"Bayu ingin bertemu Lexa, Lex. dan Bayu juga sekarang sudah berubah." ucap Laras menjelaskan.


"Ini bukti nya." sebuah foto di lempar ke wajah Laras.


Laras pun mengambil foto itu dengan gemetar, saat di lihat foto itu wajah Laras kaget bagaimana mungkin ada orang yang tega memfitnah nya.


"Kamu salah paham Lex, aku dan Bayu itu cuma sebatas teman tidak lebih dari itu." ucap Laras menyakinkan.


"Hahahaha, Kamu fikir aku bodoh." ucap Alex kali ini sambil membentak Laras.


"Alex, segitu rendah kah aku di mata mu sampai sampai kamu tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah." ucap Laras lagi.


"Aku percaya sama kamu dan kamu juga harus tau Kalo aku tidak suka kamu berdekatan dengan Bayu." ucap Alex mulai lembut.


Saat melihat Laras menangis Alex pun langsung memeluk nya Alex merasa marah sekali pada diri sendiri karna tak bisa mengontrol emosi nya.


"Maaf harusnya aku menjemput mu." ucap Alex masih mengelus kepala Laras.


Laras pun melepas kan pelukan nya dan menatap Alex dengan serius wajah tampan nya terlihat makin tampan karna terkena sinar matahari.

__ADS_1


"Maaf, aku juga salah seharusnya aku memberi tau mu saat Bayu datang." ucap Laras.


Sebuah kecupan manis mendarat di bibir mungil Laras, Alex mencium Laras dengan sangat lembut sekali.


"Berhenti memanggil nama lelaki lain di depan ku Karna aku tidak suka." ucap Alex sambil mengelus pipi mulus Laras.


Senyum di bibir Laras pun terukir dengan cepat Laras mengangguk paham dan Mereka pun kembali berpelukan sementara itu di sebuah ruangan Bayu duduk di samping Lexa yang sedang tertidur dengan sangat pulas nya.


Maaf Lexa, aku baru menyadari kehadiran cinta mu. Bayu.


Air mata Bayu pun terjatuh ketangan Lexa yang sedang Bayu genggam, perlahan Lexa membuka mata nya karna air mata Bayu yang membangunkan tidur nya.


"Ngapain kamu disini." ucap Lexa.


Dengan cepat Lexa pun menepis tangan Bayu, Bayu pun kaget dengan sikap Lexa yang membenci nya sampai tidak mau di sentuh.


"Lexa aku minta maaf." ucap Bayu dengan wajah sedih..


"Urusan kita sudah selesai, jadi pergi dari sini atau aku akan berteriak." pinta Lexa wajah nya sudah sangat marah.


"Tapi Lex, dengerin aku dulu. aku mohon." ucap Bayu sudah meraih tangan Lexa.


"Alasan apa lagi Bay, aku capek aku lelah mengejar cinta mu yang sama sekali tak pernah membuat ku bahagia, dan sekarang aku sadar aku tak pernah pantas untuk mu." ucap Lexa mengatakan itu sambil menangis.


"Beri aku satu kesempatan untuk memulai dari awal." ucap Bayu.


Lexa mengeleng air mata nya sudah terjatuh dengan sangat deras nya dan dengan cepat Lexa menepis tangan Bayu.


"Maaf aku tidak bisa." ucap Lexa dengan suara bergetar.


"Lexa." panggil Bayu lagi.


"Pergi, aku bilang pergi, PERGI." teriak Lexa dengan marah.


Nessa yang tadi di luar pintu pun masuk dengan wajah sangat khawatir sekali, dengan cepat Nessa menarik tangan Bayu dari situ dan membawa nya keluar ruangan.


"Nessa, aku belum selesai bicara." ucap Bayu yang kini sudah ada di luar rumah sakit.


"Bayu, ini semua salah kamu kalo kamu dulu tak menyia yia kan Lexa dia tidak akan seperti itu." ucap Nessa yang sudah berapi api.


Sementara Bayu hanya bisa terdiam menyesali perbuatan nya dulu yang pernah Bayu lakukan pada Lexa.

__ADS_1


__ADS_2