Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 61 Minuman itu terasa Manis.


__ADS_3

Semenjak kejadian dirumah sakit itu kini Laras sadar siapa lelaki yang tepat untuk mendapatkan cinta yaitu lelaki yang kini sedang terbaring di samping nya dia begitu tertidur dengan sangat pulas nya.


Tangan lembut Laras mengelus wajah tampan Alex, Alex yang tertidur pulas pun terbangun dan bibir nya tersenyum dengan sangat manis sekali.


"Kenapa berhenti." ucap Alex yang kini membuat Laras kaget.


"Kamu sudah bangun." ucap Laras mengalihkan pembicaraan Alex barusan.


"Lagi dong." ucap Alex tak meladeni pertanyaan Laras.


Laras melihat wajah gemas Alex pun menyubit pipi nya dengan gemeuss sementara Alex begitu pasrah sekali di cubit sama Laras.


"Hayookk bayi kumis bangun udah siang." ledek Laras dengan senyum dibibir nya.


Mendengar ucapan Laras barusan itu Alex tersenyum Bayi kumis ucapannya dihati karna gemas dengan ucapan Laras, Alex pun langsung menarik tangan nya Laras dengan lembut Laras yang mendapatkan tindakan Alex tiba tiba sedikit terkejut.


Tubuh Laras pun jatuh di atas tubuh Alex yang menariknya dengan lembut Alex membelai pipi Laras sebuah ciuman manis pun mendarat di bibir mungil Laras.


"Sayang udah dong bangun." ucap Laras dengan wajah sedikit kesal.


"Bentar lagi." ucap Alex.


Saat Laras akan bangun Alex langsung menarik tangan nya dengan kuat hingga Laras terjatuh kembali tanpa menghilangkan kesempatan Alex pun memeluk tubuh Laras dengan sangat erat sekali seakan tidak ingin melepaskan nya.


Tokk tokk tok.


Suara pintu membuat Alex dan Laras terbangun dan saling menatap, dari luar pintu sebuah suara dengan sangat lembut berbicara.


"Abang, bangun ada orang yang ingin bertemu Abang." ucap Lexa sedikit berteriak.


"Iyah bentar." ucap Alex.


Alex pun bangun sementara Laras merapihkan baju tidur nya serta rambut nya yang acak acakan akibat ulah Alex.


"Siapa Lex, pagi pagi gini ganggu orang tidur aja." ucap Alex sedikit kesal.

__ADS_1


"Lihat lah, nanti juga Abang tau sendiri." ucap Lexa dengan senyum manja nya itu.


Alex pun langsung mengekor mengikuti langkah kaki Lexa karna sedari tadi Lexa selalu tersenyum wajah nya penuh dengan kebahagiaan.


"Kamu." ucap Alex saat melihat Vando yang sudah rapi memakai jas cream serta rambutnya dirubah.


"Iyah Tuan." ucap Vando sambil menatap Alex.


"Duduk lah, Lex buatin teh hangat." ucap Alex menyuruh Lexa kedapur.


Kini tinggal Vando dan Alex yang membuat suasana terasa menengangkan, Vando yang sedari tadi sudah gemetar pun hanya bisa mengatur nafas nya supaya bisa mengatakan maksud dan keinginan nya datang ke sini pagi pagi selain tugas kerjaannya.


"Kenapa diam." ucap Alex yang berusaha menahan tawa karna sikap Vando tersebut terlihat kaku seperti robot.


"Aku ingin Melamar Lexa dan menikahinya dengan Cepat." ucap Vando dengan lancar dan lantang seakan sedang membaca laporan kantor.


Mendengar ucapan Vando barusan itu Alex sedikit kaget tapi Alex tidak mau langsung menyetujui nya karna Alex takut Lexa masih teromah dengan pernikahan nya dulu.


"Kamu yakin mencintai Lexa dengan tulus." ucap Alex bertanya lagi.


"Iyah Tuan saya mencintai Lexa dengan jiwa dan raga saya pertaruhkan untuk kebahagiaan Lexa." ucap Vando mantap padahal jantung nya berdetak kencang sekali.


"Tuan karna sikap kekanakan Lexa itu yang membuat saya ingin melindungi, menjaganya, dan berusaha membuat nya tertawa bahagia." ucap Vando dia menatap Alex dengan pandangan menyakinkan.


Tanpa mereka sadari Lexa menguping pembicaraan kedua orang tersebut senyum dan rasa bahagia itu yang Lexa dapatkan dia menyesali kenapa dulu tidak sedikit pun mengetahui perasaan Vando yang sebenarnya karna memori masa kecil Bayu itu menjadi penghalang rasa itu.


"Kalo kamu sudah yakin aku percaya kan Lexa kepadamu tapi kamu jangan senang dulu, karna semua keinginan mu itu tergantung Lexa dia mau menerima mu atau tidak." ucap Alex sambil melirik ke arah dapur karna sedari tadi Lexa belum juga datang.


Lexa yang mendengar ucapan Abang nya itu langsung berdiri merapihkan baju dan rambut nya karna merasa sudah rapi Lexa pun langsung membawa teh buatan nya itu ke ruang tamu dimana ada Alex dan Vando.


"Abang ini teh nya, maaf lama yah." ucap Lexa dengan senyum diwajah nya berusaha tidak mengetahui pembicaraan kedua pria itu.


Alex yang ragu akan rasa teh buatan Lexa pun menyuruh Vando meminumnya dulu, Vando pun tanpa rasa ragu meminum teh itu dengan sikap tenang, melihat wajah Vando tidak kenapa kenapa Alex langsung meraih teh itu dan meminum nya.


Byurrr.

__ADS_1


Alex menyemburkan teh buatan Lexa wajah Vando yang ada didepan nya itu Lexa yang kaget dengan kelakukan Abang nya itu langsung mengambil tisu.


"Kenapa Bang." ucap Lexa wajah sedikit khawatir.


"Kamu tidak bisa bedain yah mana garam mana gula." ucap Alex dengan wajah kesal sambil meraih air putih.


"Perasaan Lexa naroh gula bukan garam." ucap Lexa dia berusaha mengelak ucapan Abang nya itu.


"Lexa bener Tuan karna wajah Lexa sudah manis sehingga teh buatan Lexa terasa manis." ucap Vando membela Lexa.


Byurrr.


Semburan kedua kalinya mengenai wajah Vando, Alex yang kaget dengan ucapan robot kanan nya itu terasa lucu dan kaku.


"Kalian benar benar pasangan serasi." ucap Alex sambil mengeleng kan muka nya.


"Abangg." ucap Lexa wajah nya terlihat cemberut menutupi rasa malunya itu.


Alex yang melihat sikap malu malu Lexa itu hanya bisa tersenyum, saat itu Laras turun sudah mandi dan menuju ruang tamu disana Alex dan Lexa saling tersenyum.


Laras pun ikut bahagia melihat kedua saudara itu bahagia, langkah Laras berbalik ingin ke dapur membuat sarapan untuk mereka karna Bi Iim sekarang izin cuti.


Laras pun menuju dapur, Lexa yang melihat Laras kedapur pun berbicara pada Abang nya.


"Bang, aku buatin sarapan yah sama mba Laras." ucap Lexa saat sudah mengatakan itu Lexa menatap wajah Vando yang sedari tadi sudah menatap nya.


"Jangan pulang dulu nanti sarapan bareng." ajak Lexa kepada Vando dengan lembut.


"Iyah Non." ucap Vando tampak gugup dan kaku.


Alex yang sedari tadi ingin tertawa tidak bisa menahan nya suara Alex tertawa dengan sangat keras nya.


"Hahahaha, iyah sudah Lex Sana masak yang enak awas jangan Keasinan." ledek Alex.


"Biarin itu tandanya Lexa mau nikah." ucap Lexa langsung berlari kedapur.

__ADS_1


Alex melirik Vando dengan wajah seperti kepiting rebus Vando pun berusaha mengipasi wajah nya dengan tangan nya menahan detak jantung yang terus bergejolak ingin keluar.


Alex pun hanya bisa tersenyum jahil melihat kelakukan Vando yang sudah terkena Virus Cinta.


__ADS_2