
Lexa pun berlari ke dapur sesampainya didapur dia mengambil air putih yang dingin dan menuangkan langsung ke mulut nya wajah Lexa seperti habis melihat hantu.
"Kamu Kenapa." ucap suara itu mengagetkan Lexa.
"Laras." ucap Lexa saat melihat siapa orang itu.
Laras yang bingung pun dengan sikap Lexa meraih gelas dan memberikan gelas itu pada Lexa dengan cepat Lexa meraih gelas itu.
"Minum lah pelan pelan." ucap Laras dia pun duduk di kursi Lexa yang masih berdiri didepan kulkas langsung ikut duduk disamping Laras.
"Mau masak apa." tanya Lexa saat melihat Laras sedang mengupasi bawang putih.
"Ohh ini, mau buat nasi goreng aja Lex. kamu mau yang pedes apa tidak." ucap Laras menawarkan.
"Mba ajari aku cara memasak yang benar dan enak." ucap Lexa.
Laras pun hampir aja menjatuhkan pisau nya mendengar kalimat dirinya dipanggil mba sama Lexa, mata Laras menatap wajah serius Lexa mencari sebuah kebohongan dimata Lexa tapi nihil sepertinya Lexa benar benar ingin bisa memasak.
"Kamu tidak sedang sakit kan." ucap Laras sambil memeriksa dahi Lexa khawatir.
"Tidak mba, aku hanya ingin menjadi istri yang baik untuk suami ku kelak." ucap Lexa.
Justru ucapan Lexa itu barusan membuat wajah Laras terlihat pucat sekali menahan kebahagian.
"Kamu mau belajar masak apa." tanya Laras dengan senyum.
"hemm." Lexa seperti sedang berfikir dia pun seperti mengingat kesukaan makanan dari Vando.
Seketika wajah Lexa murung, cuma dirinya yang tidak mengetahui makanan apa yang disukai Vando dan tindakan apa yang tidak disukai Vando.
"Kenapa." ucap Laras kali ini mendekati Lexa yang sudah menundukan kepala nya.
"Seperti nya aku tidak tau makanan apa yang Vando sukai." ucap Lexa menatap Laras.
Mendengar ucapan Lexa barusan itu seperti menancapkan belati tajam dijatung nya Laras, Lexa yang belum menikah saja sangat ingin mengetahui kesukaan calon suaminya sementara dirinya sudah menikah tapi tidak mengetahui Satu pun keinginan ataupun kesukaan Alex.
Mata Laras menatap keluar jendela dia benar benar seperti istri bodoh yang tidak tau keinginan suami serta kesukaan nya hanya Alex yang mengetahuinya.
"Mba, mba Laras kenapa." ucap Lexa mengagetkan Laras yang tampak bengong saja.
"Eeh tidak, aku hanya merasa sangat iri dengan mu." ucap Laras dengan pelan wajah nya terlihat murung sekali.
"Iri, kenapa." tanya Lexa bingung sekali.
"Tidak, ngomong ngomong kesukaan Alex apa." tanya Laras sambil menatap Lexa.
__ADS_1
Lexa pun sedikit berfikir dan langsung menatap Laras senyum nya mengembang entah apa yang dipikirkan Lexa itu.
"Ya pasti mba lah." ledek Lexa dengan senyum cerah di wajah nya.
Laras yang mendengar ucapan Lexa barusan pun tak kalah tertawa mereka pun tertawa dengan sangat bahagia.
"Katanya bikin makanan malah ngobrol." sebuah suara menghentikan tawa kedua nya.
Laras yang melihat Alex pun tersipu malu sekali, entah sejak kapan dirinya masih saja malu jika berdekatan dengan Alex padahal Alex sudah mengetahui semua seluk beluk tubuhnya.
"Aku laper." ucap Alex mendekati Laras dan Lexa.
"Mba, Abang laper tuh." ledek Lexa pada Laras.
"Mau Neng suapin pake sekop Bang." ucap Laras tak kalah meledek lagi.
Sebuah ciuman mendarat di bibir Laras, Alex tanpa malu malu mencium Laras dihadapan Lexa dan Vando.
"Abang." panggil Lexa dengan marah.
Sementara Vando dia menatap ke arah lain terlalu berresiko untuk dilihat jika belum ada pasangan nya.
"Iyah Lexa." ucap Alex menatap adiknya itu.
"Abang mah gitu, Lexa nya kan jadi mau." ucap Lexa dengan senyum di wajah nya.
"Tuan." ucap Vando menahan tangannya Alex.
"Kenapa." ucap Alex dengan senyum diwajahnya.
"Dia Wanita ku." ucap Vando dengan tegas.
Laras dan Lexa yang mendengar kalimat Vando barusan saling tatap dan tertawa dengan kencang Alex yang juga mendengar ikut menertawai Vando yang kaku macam robot.
Alex pun membisikan sesuatu ditelinga Vando yang justru membuat Vando semakin melotot kan matanya kepada Alex, Lexa yang penasaran pada kedua lelaki didepan nya itu pun mencubit lengan Alex dengan keras.
"Abang, ngomong apa." tanya Lexa penasaran.
"Enggak, Abang cuma bilang sama Vando Janda lebih mengoda." ucap Alex dengan senyum.
Sebuah pukulan mengenai lengan Alex, Lexa memukul nya dengan keras sekali bisa bisanya Abang nya berfikir seperti itu.
Sementara Laras dan Vando hanya tersenyum melihat kakak beradik itu saling memukul dan bercanda ria sekali.
*****
__ADS_1
Setelah berbicara mengenai hatinya seminggu yang lalu kini hari ini Lexa dan Vando menikah mereka mengadakan acara sederhana hanya keluarga serta teman dekatnya yang menghadiri karna itu permintaan Lexa.
Sekarang Lexa dan Vando sedang ada disebuah kamar pengantin setelah lelah berjuang memakai baju pengantin yang lumayan ketat itu.
"Non." Vando gugup memanggil Lexa.
"Iyah." balas Lexa dengan muka merona sekali.
"Saya masih Belum paham mana dulu yang harus didahulukan." ucap Vando menatap Lexa dengan takut sekali.
Lexa pun meraih tangan Vando dan menaruh nya didadanya mata mereka saling menatap penuh dengan kehangat sekali.
"Sekarang hati ini tubuh ini, bahkan hidup Lexa pun sudah menjadi milik Mas Vando, jangan ragu untuk melakukan apa pun yang ingin Mas Vando rasakan." ucap Lexa dengan masih senyum diwajah nya.
Vando pun mengelus tangan Lexa dan menaruh nya di bahu Vando tatapan mereka makin hangat wajah mereka semakin mendekat, mendekat hingga deru nafas mereka terasa hangat.
Tanpa mereka berdua sadari Alex dan Laras mengitip pintu kamar mereka, sebenarnya Laras tidak ingin ikut cuma Suaminya sih Alex Penasaran seperti apa Robot Vando yang kaku ikut melakukan malam pertama apalagi dengan adiknya yang bawel.
Brukk.
Saat Vando akan mencium Lexa pintu pun terbuka dengan kerasnya mereka berdua kaget dan langsung menatap orang itu dengan kesal karna menganggu malam pengantin nya.
Alex dan Laras pun terjatuh tersungkur kelantai karna pintunya terbuka dengan cepat mereka berdiri dan sambil tersenyum seperti tidak melakukan kesalahan.
"Abang, Mba Laras." Teriak Lexa kesal.
"Kabur." ucap Alex dia menarik tangan nya Laras meninggalkan Lexa yang akan mengejarnya.
Tamat.
****
Akhirnya Novel kedua dari Author tamat juga 😍 walau banyak sekali hambatan saat menulis, makasih yah yang udah support novel BTK ini sampai ending.
Makasih juga yang udah support Author di novel pertama Mafia Bucin.!!
Pasti kalian pada Nanya ending nya dikit amat thor.??
Nan Author cuma mau ngasih tau aja emang jalan cerita dari Novel BTK itu seperti ini jadi sebelum Author buat Author udah ngasih karangan supaya ending nya seperti apa.! 😁
Nan buat kalian yang masih belum bisa move on sama NOVEL BTK ini hayuuk mampir lagi dongg di novel Author disebelah 🤣🤣🤣
MAFIA BUCIN
MAFIA VS PISKOPAT
__ADS_1
dijamin cerita nya tidak membosankan 🤣🤣🤣
Happy Reading. 😉🤗📖📖📖📖