
Pagi hari pun seperti biasa nya Laras menyiapkan sarapan tapi seperti ada yang aneh dengan suasana nya ini, terlihat sepi sekali bahkan Bi iim pun belum keluar dari Kamarnya.
Selesai dengan pekerjaan nya Laras membersihkan diri dia akan pergi ke kampus saat sudah rapih dia keluar suasana pun masih sepi sekali.
Karna penasaran Laras pun mengetuk pintu kamar Bi iim dari dalam Bi iim membuka pintu nya.
"Eh, Neng Laras." ucap Bi iim sambil tersenyum menatap Laras.
"Bi, Tuan Alex dan Non Lexa, kemana yah." ucap Laras.
"Itu Neng, Non Lexa sakit lagi dan Tuan sekarang masih di rumah sakit." ucap Bi Iim wajah nya terlihat sedih.
Laras terdiam menatap Bi Iim sepertinya Bi Iim sangat menyayangi Lexa, terlihat sekali dari wajah nya biasa nya dia selalu ceria walau senyum tapi seperti nya terpaksa.
"Yaudah Bi, nanti habis dari kampus saya akan melihat Lexa." ucap Laras.
"Iyah Neng, nanti Bi iim siap kan makanan kesukaan Non Lexa." ucap Bi iim.
Laras pun tersenyum lalu melangkah pergi dari rumah Alex, saat sampai di kampus Laras duduk sendiri pikiran nya terbayang wajah Bi iim.
Laras ingin sekali merasakan kasih sayang seperti Lexa, entah kenapa dirinya sekarang merasa iri sekali pada Lexa, mempunyai Abang yang sangat sayang serta perduli, bahkan Bi iim menyayangi nya walau Laras tau sepertinya Lexa juga menyayangi Bi iim.
Hembusan nafas Laras begitu berat sekali dia pun berdiri berusaha mengusir rasa gundah di hati nya, baru saja melangkah beberapa Bayu berpapasan dengan Laras.
Bayu menatap Laras, rasa ingin sekali memeluk wanita yang sangat di cintai nya tapi dia seperti bayangan di dalam kaca ada pembatas yang tak bisa dia pecahkan.
Bayu pun melewati Laras, sementara Laras merasa sakit sekali di hati nya karna sikap Bayu yang berubah dan cuek pada nya entah kenapa air mata nya mengalir di pipi dengan cepat Laras mengapus nya dan berjalan kembali.
Sementara Bayu, dia melihat kembali Laras menatap nya dengan tatapan sendu dia ingin memegang tangan Laras erat dan tak mau melepaskan nya.
Tapi takdir berkata lain mungkin dengan melepas nya Laras bisa bahagia dengan yang lain.
"Laras." panggil Sonya.
Laras pun berhenti berjalan dan menunggu Sonya yang berlari ke arah nya saat sudah sampai Sonya memeluk Laras dia sangat merindukan sahabat nya ini.
"Laras, pulang aku boleh yah mampir ke tempat kamu yang baru." ucap Sonya dia menatap Laras.
"Son, bukan nya aku gak ngebolehi tapi aku benar benar banyak sekali kerjaan nya nanti lain kali aja yah." ucap Laras berusaha memberi alasan.
__ADS_1
Sonya seperti berfikir lalu dia tersenyum.
"tidak apa apa mungkin lain waktu." ucap Sonya menatap Laras.
"Iyah lain waktu." ucap Laras dengan gugup padahal kan kalo Sonya mampir ke rumah Alex urusan nya bisa panjang.
"Ohh yah Laras, aku seperti nya akan mengambil cuti." ucap Sonya.
Dan membuat Laras kaget sekali dia pun menatap Sonya dengan wajah yang menanti jawaban.
"Ibu ku mempunyai utang di Pak Lurah, dan istrinya selalu mengomel tentang uang jadi aku akan mengambil cuti setelah utang ibuku lunas aku akan melanjutkan kembali kuliah ku." ucap Sonya.
"Son, tapi kan kita tinggal beberapa semester lagi." ucap Laras.
"Entah lah aku sendiri bingung Laras." ucap Sonya sambil menunduk.
Laras mengajak Sonya ke kantin disana mereka memesan makanan, setelah makanan selesai berbagi cerita.
"Son, itu Dodit bukan sih." ucap Laras.
Sonya yang tadi nya sedang minum kini melihat yang di tunjuk Laras, disana Dodit sedang mesan makan, wajah Sonya tampak pucat sekali.
Dodit yang melihat Sonya dia menatap nya setelah selesai membayar dia melangkah mendekati Sonya.
"Boleh aku duduk disini." ucap Dodit.
Sonya diam tak menjawab dia dengan cepat menghabiskan makanan nya Laras yang melihat pun ikut cepat menghabiskan makanan nya.
"Silahkan." ucap Sonya berdiri sementara Laras ikut berdiri.
Mereka pergi dari kantin itu Dodit memandangi kepergian Sonya dengan perasaan sedih dia ingin menjelaskan semua nya tapi seperti nya waktu nya belum tepat dia pun mengambil sendok dan memakan nya.
"Kenapa rasa nya hambar yah." ucap Dodit.
Dia memandangi bakso itu dengan perasaan sedih karna teringat kembali Sonya dia sangat suka dengan Bakso kuah.
Sonya maaf. Dodit.
Sonya pun ke taman Laras mengikuti nya di belakang dia menatap Sonya yang mengapus air mata nya saat Laras ada di belakang.
__ADS_1
"Son." ucap Laras.
Sonya pun tersenyum melihat Laras tanda dia tidak apa apa, sementara Laras duduk disamping Sonya.
"Son, jangan menghadapi masalah dengan senyum, menangis lah karna itu bisa meringankan hati mu." ucap Laras.
Sonya pun yang tadi nya senyum wajah nya berubah dia langsung memeluk Laras dengan erat menumpahkan semua masalah nya.
Laras mengelus rambut Sonya dengan lembut, dia pun ikut merasakan apa yang Sonya rasakan.
"Makasih yah Laras, selalu ada disaat aku butuh." ucap Sonya menatap Laras.
Laras pun mengangguk dan tersenyum dia pun lalu menghapus air mata Sonya dengan lembut.
"Kita kan Sahabat." ucap Laras menatap Sonya.
Mereka pun saling berpelukan tak terasa waktu berjalan dengan cepat sekali Laras pun pulang ke rumah Alex karna sudah tak ada mata kuliah sementara Sonya dia masih ada jadi harus mengikuti Kelas.
Laras pun pulang menunggu angkot di tempat biasa, saat itu Bayu lewat dengan mobil nya dia melihat Laras yang sedang menunggu angkot.
"Berhenti apa lanjut." ucap Bayu.
Dia pun ragu kalo berhenti mungkin Laras akan menolak nya sementara Laras dia menatap mobil Bayu, yang melewati nya dengan pelan.
"Bay, kamu sudah berubah." ucap Laras sambil menatap mobil Bayu yang melintas di depan nya.
Tak lama angkot pun datang dari belakang mobil Bayu, Laras pun naik angkot dia pun dari dalam angkot menatap mobil Bayu yang berjalan di depan nya.
Tiba tiba mobil Bayu berhenti dan angkot pun ngrem mendadak Laras yang sedang melamun pun terbentur jendela kepala nya.
Bayu pun turun dari mobil nya dia langsung menuju Laras yang ada di belakang nya sementara sopir angkot pun sangat kaget sekali.
"Laras, gue mau ngomong." ucap Bayu dia di depan angkot sementara sopir pun menglakson.
Karna penumpang yang lain merasa terganggu Laras pun turun, menatap Bayu sebal dia langsung menarik tangan Bayu.
"Ada apa sih Bay." ucap Laras menatap sebal sekali.
"Ikut aku." ucap Bayu menarik tangan Laras dan masuk ke dalam mobil nya.
__ADS_1
Laras pun berbicara tapi Bayu tak meladeni nya dia melajukan mobil nya dengan sedikit cepat membawa Laras entah kemana.