Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 20 Rasa sakit.


__ADS_3

Laras keluar dari kamar nya dengan lemas dia terlihat pucat sekali Bi iim yang melihat Laras langsung berlari ke arah nya.


"Neng Laras, ini Bi iim buatkan nasi goreng buat Neng Laras." ucap Bi iim dia menyerahkan kotak bekal pada Laras.


Laras hanya tersenyum lalu melangkah kembali keluar menuju tempat kuliah nya dia menunggu angkot tak jauh dari rumah Alex, mata nya terlihat merah sekali karna semalam menangis.


Angkot pun datang Laras naik dengan lemas, dia seperti tidak ada hidup sama sekali angkot membawa nya ke tempat kuliah.


Sonya yang melihat Laras turun dari angkot dengan wajah Sedih pun Sonya menatap nya sementara Laras dia menuju Sonya.


Kotak bekal makan itu Laras membuka nya dia makan dengan lahap Sonya yang melihat Laras berbeda sekali bahkan dia sekarang banyak diam seperti menutupi sesuatu dari nya.


"Laras kamu sakit." ucap Sonya masih menatap Laras menyatap sarapan dengan lahap.


"Tidak Son, aku lagi sedang malas aja." ucap Laras dia tak menatap Sonya tak mau memberitau keadaan dirinya.


"Baik kalo kamu tidak mau cerita, aku paham tapi aku mohon sama kamu jangan pernah menyembunyikan apa pun masalah mu itu." ucap Sonya.


Laras hanya tersenyum dia malas sekali berbicara selesai sarapan Laras dan Sonya masuk ke perpus dia ingin mencari buku untuk makalah nya.


"Laras aku gak sabar bentar lagi KKN." ucap Sonya.


Saat mendengar kata KKN wajah Laras berbinar itu tanda nya dia akan jauh dari Alex dan Bayu, Laras melihat handphone nya dia melihat tanggal berapa sekarang.


"Son, dua minggu lagi." tanya Laras.


"Ho ohh, sayang sekali Laras dosen yang menentukan tempat KKN kita." ucap Sonya malas padahal dia ingin mencari nya sendiri.


"Bisa kalo kita tidak menyukai tempat KKN kita." ucap Laras dia seperti punya ide.


"Bagaimana cara nya." ucap Sonya menatap Laras.


"Ayo kita selesai kan makalah ini, nanti kita cari tempat KKN." ucap Laras dia kembali fokus pada tugas nya dengan semangat.


Mereka sangat serius sekali mengerjakan makalah nya tidak terasa waktu sudah berganti malam, makalah pun selesai dalam sehari itu Laras pun merasa puas sekali dia lalu mengcopy File nya dan menaruhnya di flashdisk.


"Son, kamu sudah." tanya Laras menatap Sonya.


Sonya mengangguk dia menyimpan file nya dan merapihkan laptop nya memasukan ke tas nya dengan hati hati begitu juga dengan Laras.

__ADS_1


Saat melihat di jam tangan nya Laras kaget sekali dia hampir tak percaya melihat jam nya menunjukan pukul sembilan malam.


"Son, seperti nya kita terlalu asik mengerjakan makalah." ucap Laras dia berdiri.


"Astaga." ucap Sonya dia menepuk jidat nya seperti melupakan sesuatu.


Laras menatap Sonya langkah nya berhenti di depan Sonya yang menatap Laras dengan senyum.


"Ada apa." ucap Laras.


"Bukanya kita hari ini mencari tempat KKN." ucap Sonya menatap Laras mengingat kan tujuan awal nya.


"Bagaimana besok." ucap Laras sambil tersenyum.


"Okee." ucap Sonya lalu mengandeng tangan Laras.


Saat baru melangkah beberapa langkah Laras menghentikan Sonya betapa kaget nya Sonya.


"Tunggu." ucap Laras menatap Sonya.


Sonya menatap Laras.


"Ayoh." ucap Sonya.


Mereka pun pergi dari kampus menuju warung seblak yang tak jauh dari kampus nya di sana Laras memesan dengan rasa super pedas sekali begitu juga dengan Sonya.


Dia sangat bahagia sekali karna bisa bercanda ria dengan sahabat nya, melupakan sejenak masalah yang menimpah nya.


"Laras, aku mau jujur sama kamu, aku kangen berangkat ke kampus bareng pulang bareng aku kangen masa masa itu." ucap Sonya dia menatap Laras.


Entah kenapa air mata Laras terjatuh dia kangen hidup nya yang tenang tak ada beban sama sekali walau hidup nya serba kekurangan hati nya benar benar bahagia sekali.


"Sonya." Laras langsung memeluk Sonya dengan erat begitu juga dengan Sonya.


Mereka pun lalu melepaskan pelukan nya karna seblak nya sudah matang mereka melihat yang di saji penjualan di depan nya mata mereka terfokus pada semangkuk seblak kuah nya yang merah serta aroma kas cingkur nya masuk ke hidung mereka.


Mereka pun lalu mengambil sendok tiba tiba hujan dengan deras momen yang sangat pas menyikmati semangkok seblak bandung ini.


"Emmm rasa nya benar benar nyummy." ucap Sonya dia meyeruput kuah seblak itu yang masih panas.

__ADS_1


Sementara Laras dia sangat menikmati rasa pedas nya serta rasa cingkur yang kental sekali membuat kepala nya yang tadi stress sekarang agak mendingan.


"Laras, perasaan orang itu melihat ke arah kita dari tadi." ucap Sonya mata nya menunjuk seseorang tak jauh dari tempatnya dia berteduh karna hujan.


Laras yang asik memakan kuah nya, saat Sonya berbicara dia melihat yang di tunjuk Sonya dengan mata nya.


Uuhk uuhk uuhk.


Laras langsung terbatuk karna melihat Alex yang menatap nya dengan tajam, Laras langsung mengambil air putih di depan nya sementara Sonya dia melihat Laras kaget.


"Kau mengenalnya." ucap Sonya bertanya pada Laras.


Dengan cepat Laras mengeleng dia pun mengganti posisi duduk nya membelakangi Alex tidak mau melihat wajah yang menyebalkan itu.


"Aahhh, ini kan lebih enak gak kena semprot air hujan." ucap Laras mencoba menetralkan keadaan.


Alex menuju warung seblak itu dia sebelum nya belum pernah memakan makanan itu tapi karna Laras dia memasuki warung itu dan duduk di belakang Laras.


Laras yang tadi sudah mengganti posisi duduk nya biar tidak melihat wajah Alex kini dia melihat lagi dari dekat wajah Alex tersenyum pada Laras.


Uuhk uuhk uuhk.


Laras terbatuk karna senyuman Alex yang tiba tiba Sonya langsung mengambil Laras minum dengan cepat.


"Kamu gak papa." ucap Sonya saat melihat wajah Laras merah akibat batuk tadi.


Laras mengeleng dia pun langsung menyatap makanan di depan nya dengan cepat malas sekali melihat wajah Alex, tadi suasana sudah sangat tenang sekali sekarang berubah jadi tidak nyaman.


Sonya yang melihat Laras makan cepat pun mengikuti nya padahal seblak nya masih sangat panas sekali.


"Bu ini." ucap Laras membayar makanan beserta Sonya.


Laras langsung menarik tangan Sonya meninggalkan tempat itu, beruntung sekali hujan sudah mereda dan hanya gerimis yang kecil.


"Laras, kamu kenapa sih." ucap Sonya saat sudah jauh dari warung itu.


"Son, aku pulang dulu." ucap Laras.


Dia melangkah meninggalkan Sonya yang ke bingung dengan sikap nya itu, Alex yang melihat dari jauh Laras pergi dia keluar dari warung itu menuju mobilnya dan mengikuti Laras yang menaiki taksi.

__ADS_1


__ADS_2