
Pagi hari Laras bangun dia melihat sekeliling dia pun menghembuskan nafas nya lega kemudian dia bangun saat melihat sofa yang tak jauh dari tempat tidur nya.
"Baju." ucap Laras.
Dia pun melangkah menuju sofa tersebut dan melihat baju itu pintu kamar terbuka Laras menaruh kembali Baju itu dan Alex di depan nya sudah rapi sekali.
"Bersiap siap lah, aku akan bawa kamu ke rumah ku." ucap Alex dia keluar kembali dari kamar itu.
Laras memandanginya entah apa yang akan dia perbuat, Laras pun mengambil baju itu dan langsung menuju kamar mandi dia pun sedikit terpesona dengan kamar mandinya yang bagus sekali mewah bahkan elegan.
Laras merendamkan tubuhnya tidak lama dia pun lalu membilas tubuhnya dan memakai baju yang di berikan Alex tapi setelah selesai dia keluar dari kamar mandi.
Dia keluar dari kamarnya mencari Alex saat melihat Alex sedang duduk sambil makan Laras berdiri di depan Alex.
"Makan." ucap Alex.
Laras duduk dia menatap Alex sepertinya mood nya lagi bermasalah, Laras pun memakan nya dengan lahap sekali.
Setelah selesai makan Alex membawa Laras kerumahnya Laras menatap aneh sekali sikap Alex dia acuh pada dirinya bahkan hari ini dia tidak melihat Vando.
Mereka pun sampai di rumah nya Alex, Laras turun dari mobil Alex melihat sekeliling nya sangat mewah sekali.
Seorang perempuan terlihat tua dia menunduk hormat kepada Alex, Laras pun tersenyum kepada wanita itu dia tersenyum balik.
"Bi Iim, antar dia ke kamar pembantu dia akan menjadi pembantu membantu Bi iim." ucap Alex.
Bi Iim mengangguk dan tersenyum pada Laras, sementara Alex dia melangkah meninggalkan Laras sendiri.
"Namanya siapa." ucap Bi iim.
"Laras Bu." ucap Laras menatap perempuan itu.
"Panggil Bi Iim aja yah Neng." ucap Bi iim dia tersenyum pada Laras.
"Baik Bi." ucap Laras.
Mereka pun pergi ke kamar pembantu di belakang rumah mewah itu Laras melihat kamarnya seperti kosan nya dia tersenyum.
"Makasih Bi." ucap Laras sopan.
Malam hari pun telah tiba Bi iim dan Laras sedang menyiapkan makan malam untuk majikan nya.
Alex datang dia sudah rapih dengan baju nya dia pun duduk di ruang tamu tak jauh dari dapur dia melihat Laras seperti kelelahan sekali pandangan nya berlari lagi saat Lexa datang memanggil Abang nya.
"Abang." panggil Lexa saat melihat Abang nya itu duduk di sofa tak biasa nya Abang nya pulang masih belum malam.
Lexa dengan manja langsung meluk tubuh Alex, Laras yang melihat nya hatinya terasa aneh sekali kenapa sikap nya seperti itu pada hal mereka saudara kandung.
__ADS_1
Bi Iim yang memperhatikan Laras mematung terdiam pun langsung menepuknya dari belakang.
"Dia itu Non Lexa, anak nya masih manja tapi sebenarnya dia baik sekali." ucap Bi iim.
Seakan tau apa yang di fikirkan Laras yang mematung melihat mereka, Laras hanya tersenyum kecut dia lalu kembali menyiapkan piring.
Lexa menatap Laras dia sedang berjalan membawa piring, mata Lexa tiba tiba menyorotkan benci sekali dia pun bangun dari duduk nya menuju Laras yang sedang menata piring.
"Hey, perempuan murahan." ucap Lexa menatap Laras benci.
Laras pun melihat Lexa, tapi mata nya menatap Alex dia sama sekali tidak menghiraukan bahkan acuh.
"Kau tuli yah." ucap Lexa lagi.
"Maaf." ucap Laras menunduk.
Lexa menatap nya tajam apa yang disukai Bayu dari wanita gembel ini tatapan Lexa melihat dari bawah sampai atas.
"Abang, Lexa tidak mau makan." ucap Lexa ingin pergi.
"Lexa, makan dulu." ucap Alex.
Lexa pun terdiam menatap Abang nya, dia pun duduk di kursi itu dengan kesal sementara Alex dia bangun dari duduk nya melangkah ke meja makan.
"Kamu masih disini." ucap Alex saat Laras berdiri mematung di tempat itu.
Bi iim yang melihat Laras di perlakukan kejam begitu dia diam menatap Majikannya sebenarnya ada apa dengan mereka pertanyaan itu muncul di hati Bi Iim.
Laras pun masuk ke kamar nya dia benar benar sakit hati sekali dengan ucapan Mereka saat itu pintu nya di ketuk Bi Iim masuk Laras tersenyum padanya.
"Bi, ada apa." ucap Laras menatap Bi iim.
"Non, maafin mereka yah." ucap Bi iim.
"Iyah Bi, saya sudah memaafkan mereka kok." ucap Laras.
"Ohh yah Bi, saya besok kuliah mungkin habis kuliah saya akan mengerjakan nya." ucap Laras menatap Bi iim.
"Ya Neng, yaudah Bi iim keluar dulu yah." ucap Bi iim melangkah keluar dari kamar Laras.
Sementara Alex dan Lexa sedang makan dengan santai walau raga Alex cuek pada Laras tapi hatinya berbeda dia memikirkan Laras terus.
"Bang, denger gak sih Lexa ngomong." ucap Lexa.
"Ehh yah." ucap Alex seakan baru tersadar.
"Sebenarnya Abang mikirin apa sih." ucap Lexa sewot.
__ADS_1
"Abang kenyang." ucap Alex.
Dia berdiri meninggalkan Lexa menuju kamar nya di dalam kamar Alex mondar mandir memikirkan Laras.
Dia sudah makan belom yah. Alex.
Laras pun menyelesaikan tugas kampusnya dia pun tidur sampai malam keesokan paginya Laras bangun lebih dulu dari mereka dia tidak ingin melihat Lexa yang nyebelin.
Suasana dikampus pagi ini benar benar sepi Laras pun duduk di taman dia menaruh tas nya sebagai bantal untuk tidur.
"Lumayan masih ada waktu dua jam." ucap Laras.
Dia tidur di taman dengan nyenyak nya matahari bersinar terang Menyinari Laras yang masih tertidur pulas mahasiswa sudah berdatangan suasana sudah terlihat ramai menganggu tidur Laras.
"Laras." seseorang memeluk Laras.
"Sonya." Laras kembali memeluk nya.
Mereka saling berpelukan seakan sangat lama berpisah padahal baru satu hari saja tak melihat nya.
"Sonya, bagaimana keadaan mu." tanya Laras khawatir.
"Aku sudah mendingan Dokter pun selalu memberikan aku vitamin padahal aku tidak bayar tau, tapi kata dia gratis." ucap Sonya dengan senyuman.
"Laras." panggil Bayu.
Laras menatap Bayu dia sekarang merasa canggung sekali dengan Bayu, entah itu kenapa tapi Laras merasa berbeda aja saat melihat Bayu.
"Ia Bay." ucap Laras menatap Bayu.
"Son, bisa kamu pergi sebentar aku mau bicara dengan Bayu." ucap Laras.
Sonya pun mengangguk mengerti lalu dia pergi dari situ sementara Bayu masih berdiri Laras menyuruh nya duduk Bayu pun duduk di depan Laras posisi mereka saling berhadapan.
"Bay." ucap Laras.
"Laras, aku akan menerima semua kekurang mu jadi berhenti menjauhi ku, ayo kita kembali seperti dulu lagi." tangan Laras pun di pegang Bayu.
Laras menatap Bayu.
"Aku tidak bisa Bay, keputusan ku waktu itu sudah bulat, aku mohon hormati keputusan ku dan berbahagia lah dengan yang lain." ucap Laras.
"Aku hanya mencintai kamu Laras, kamu tau aku tidak bisa mencintai yang lain walau pun itu Lexa sekali pun, aku tau Lexa tunangan ku tapu aku hanya menganggap dia sahabat tidak lebih Laras." ucap Bayu menjelaskan.
"Tapi bagi dia berbeda Bay." ucap Laras.
Tanpa mereka sadari Alex dan Lexa menatap mereka Alex sangat marah sekali saat Bayu memegang tangan Laras sementara Laras diam membiarkan nya.
__ADS_1
Lexa terdiam dia menatap Laras penuh benci sekali, Lexa pun keluar dari mobilnya dia akan memberi perhitungan pada wanita gembel itu.