Boneka Tuan Kaya

Boneka Tuan Kaya
Bab 14 Rahasia itu bagai bom waktu.


__ADS_3

Lexa pun berjalan menuju Laras dan Bayu dia melangkah sangat pelan sekali sambil air mata nya terjatuh mendengar semua ucapan Bayu pada Laras.


"Jadi selama ini, kamu hanya menganggap ku teman." ucap Lexa.


Lexa pun melepas kan cincin di jari manis nya dan menaruh nya di depan Bayu, Laras yang melihat menatap kaget sekali sementara Bayu tak ambil pusing dia merasa senang Lexa yang duluan memutuskan pertunangan nya.


"Ambil kembali cincin ini, makasih atas sakit hati nya." ucap Lexa melangkah pergi meninggalkan mereka.


Laras berdiri ingin menahan Lexa tapi tangan nya di tahan Bayu menyuruh nya membiarkan saja.


"Ini yang kamu mau Bay, menyakiti hati wanita, aku gak nyangka sifat kamu seperti tidak punya hati." ucap Laras melepaskan tangan Bayu.


Alex yang belum pergi dari kampus pun memukul setir nya geram ingin sekali meninju wajah Bayu, kalo Lexa tidak melarang nya.


"Laras." teriak Bayu memanggil Laras tapi Laras melangkah pergi dari Bayu.


Alex turun dari mobil nya mengikuti Laras saat sudah di belakang nya dia menarik tangan Laras dan membawa nya ke gudang kampus Alex pun menutup pintunya sementara Laras dia kaget dengan Alex yang menuntun nya sangat Keras.


"Kau mau membalas dendam pada Lexa." ucap Alex saat sudah ada di dalam gudang itu.


"Tidak." ucap Laras menjawab acuh sekali.


"Jawab yang benar." ucap Alex lagi marah.


"Maaf Tuan, saya tidak mempunyai urusan tentang masalah mereka, kalo sudah selesai bicara saya permisi banyak tugas." ucap Laras hendak keluar.


Tangan nya di tahan Alex dia menatap Alex benci wajah mereka benar benar dekat sekali Alex pun mencium Laras dengan kasar Laras berusaha mendorong Alex tapi tangan nya di tahan Alex dia hanya bisa pasrah.


"Itu hukuman buat orang yang tidak menurut perintah ku." ucap Alex melangkah meninggalkan Laras yang kehabisan nafas.


"Dasar lelaki brengsek." teriak Laras.


Dia menghapus bibir nya bekas Alex tadi dia pun membenarkan pakaian nya berusaha menetralkan kembali.


Laras keluar dari gudang itu dengan perasaan kesal sekali bagaimana tidak di hadiahkan hukuman dengan ciuman.


Dasar gilaa. Laras.


Laras melangkah menuju kelas nya saat akan masuk dia bertabrakan dengan Lexa hingga terjatuh begitu juga Laras.

__ADS_1


"Dasar perempuan gembel." ucap Lexa dengan suara tinggi.


Laras bangun dia melihat Lexa rasa nya ingin sekali dia menelan nya hidup hidup kalo bukan karna hutang.


"Maaf." ucap Laras hendak melangkah pergi.


Tapi Lexa menamparnya dengan keras semua orang yang ada di situ melihat nya dengan perasaan campur aduk serta apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Lexa, apa salah ku sehingga kamu membenci ku seperti ini." ucap Laras sambil memegang pipi nya sakit.


"Karna kau hadir di hidup nya Bayu." ucap Lexa.


"Kalo kamu mencintai nya cari lah cara untuk dia bisa membuat nya mencintai mu, bukan malah menyakiti orang yang dicintainya." ucap Laras sudah tidak tahan lagi dengan sikap Lexa yang manja.


"Kau kira pantas menerima cinta nya, kau itu hanya gadis murahan yang merayu Abang ku." ucap Lexa dengan senyum licik.


Laras menatap Lexa bagaimana dia tau, wajah Laras pucat sekali dia membisu terdiam menatap Lexa.


"Perempuan macam kamu emang pantas untuk Bayu." ucap Lexa perkataan Lexa membuat Laras gugup.


"Lex, aku bisa jelasin tapi aku mohon jangan beritahu Bayu." Laras langsung memegang tangan Lexa.


"Kau fikir aku wanita sebaik itu." ucap Lexa lagi.


"Aku akan lakuin apa pun tapi aku mohon jangan memberitahu Bayu, karna aku punya alasan." ucap Laras.


Lexa maju mendekati Laras dia Membisikan sesuatu di telinga Laras yang membuat Laras shock.


"Aku lihat seperti apa reaksi Bayu saat melihat foto ini." ucap Lexa.


Dia melangkah pergi dari situ dengan tersenyum senang Laras berdiri hampir terjatuh.


Air mata nya jatuh sekejam ini kah takdir yang dia jalani kenapa hidup nya selalu saja menderita padahal dia hanya ingin bahagia.


"Laras, kamu kenapa." ucap Sonya.


"Son, aku nitip makalah." ucap Laras.


Dia langsung berlari keluar dari kampus itu dengan cepat Laras menyetop taksi di depan nya dia langsung menuju kantor Alex sambil menangis.

__ADS_1


Tak lama Laras sampai di kantor itu semua karyawan yang sudah mengenali Laras langsung menyuruh nya masuk karna Alex memberi perintah pada Vando jika Laras datang kapan pun jangan di suruh menunggu.


Laras membuka pintu Alex dengan air mata dia melihat Alex duduk sambil memeriksa lembaran kerja Laras pun berdiri di depan Alex.


"Aku tak menyangka kalian itu benar benar bukan manusia, kenapa kamu memfoto aku dalam keadaan seperti itu. Kenapa." ucap Laras berteriak menangis.


Sebenarnya Alex tidak tega tapi dia harus membuat adik nya bahagia walau dirinya harus membuat Laras menangis.


"Dan kamu. Kenapa kamu memperlakukan ku seperti ini, kau fikir aku wanita apaan." tangis Laras meledak.


"Hidup ku sudah hancur saat kamu melakukan hal menjijikan, kau tau aku bahkan tidak berani menatap Bayu karna diri ku kotor, dan kenapa kau malah, malah memberitau Lexa Kenapa." tangis Laras.


Alex diam menatap Laras yang menangis tersedu sedu, Alex berdiri mendekati Laras tapi Laras menahan nya.


"Cukup. aku tau, aku wanita miskin, gembel, bahkan orang tua ku membuang ku, aku tau tapi pantas kah kalian yang berpendidikan melakukan hal biadab seperti hewan." ucap Laras lagi air mata nya masih menetes.


"Kau itu hanya perempuan yang tidak mempunyai harga diri sama sekali." ucap Alex kata kata itu keluar saja dari mulut nya.


Laras langsung menampar wajah Alex dengan Keras beruntung kantor nya kedap suara jadi karyawan tidak akan mendengarnya.


"Kau berani sekali menampar ku." ucap Alex marah.


"Kenapa. mau membunuh ku, aku tidak takut sama sekali dan mulai hari ini aku akan pergi dari rumah kalian." ucap Laras.


Laras menghapus air mata nya dia ingin melangkah pergi dari situ tapi kakinya terhenti karna ucapan Alex.


"Silahkan dan lihat lah, foto itu akan tersebar di internet walau kamu bersembunyi di ujung dunia pun mereka pasti mengenal mu." ucap Alex.


Laras terdiam dia wajah nya takut sekali hatinya benar benar sakit sekali dia kembali melihat Alex menatap nya air mata nya masih terjatuh dengan deras.


"Kau mau apa." ucap Laras dia sudah tidak bisa berfikir lagi.


Alex melangkah mendekati Laras dia pun menatap wajah Laras dan mengelus pipinya lembut sementara Laras dia memejamkan mata.


"Kau hanya Boneka ku, jadi turuti semua omongan ku jika tidak mau hidup mu akan ku pasti kan menderita." ucap Alex.


Tangan Alex meraba leher Laras sementara Laras terdiam dia benar benar bingung harus melakukan apa.


Kecupan di leher Laras mengangetkan Laras dia merasa sakit di leher nya tapi Laras hanya diam saja membiarkan Alex.

__ADS_1


"Kau hanya miliki ku." ucap Alex.


Laras terdiam tiba tiba dia mendorong tubuh Alex, Laras keluar dari ruangan Alex dengan wajah Sedih.


__ADS_2